Blog

  • Halo dunia!

    Selamt datang di WordPress. Ini adalah pos pertama Anda. Sunting atau hapus, kemudian mulai menulis!

  • Sekolah Rakyat Fokus Life Skills, Lulusan Diakui Negara dan Bisa Lanjut ke SMA Umum

    SR Putra-Putri Fajar 1 Deli Serdang menempatkan pembinaan karakter dan life skills sebagai fondasi utama pendidikan. Pendekatan ini dilakukan sejak awal siswa masuk melalui program matrikulasi khusus.

    Kepala Sekolah SR PPF 1 Deli Serdang, Reni Lasmaria Sinaga, menjelaskan bahwa matrikulasi selama satu bulan difokuskan pada keterampilan dasar kehidupan. Materi yang diajarkan meliputi kebersihan diri, kemandirian, hingga pembentukan perilaku jujur.



    “Matrikulasi kita bukan akademik, tapi bagaimana merawat diri, kesadaran, dan perilaku jujur,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (31/01/2026).

    Setelah matrikulasi, sekolah menerapkan tema karakter setiap enam bulan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Tema tersebut dirancang langsung oleh kepala sekolah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan siswa.

    Dalam hal legalitas, SR PPF 1 Deli Serdang telah terdaftar di Dapodik dan diakui oleh Kemendikdasmen. Dengan demikian, lulusan sekolah memiliki hak yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.



    “Anak-anak ini mau masuk SMA, SMK, atau lanjut ke SRMA boleh, karena kita pakai kurikulum nasional dan sudah diakui,” ujarnya.

    Jumlah guru di SR PPF 1 Deli Serdang saat ini mencapai 12 orang dengan latar belakang Pendidikan Profesi Guru (PPG). Seluruh tenaga pendidik dinyatakan lengkap dan sesuai dengan bidang keguruan.

    Dengan filosofi “Tetaplah asli di tengah inovasi” dan jargon SIAP, sekolah menegaskan identitasnya sebagai lembaga pendidikan alternatif yang berkarakter. SR PPF 1 Deli Serdang terus berupaya mencetak generasi tangguh, berintegritas, dan berprestasi.



  • Sekolah Rakyat PPF 1 Deli Serdang Terapkan Sistem MiMe dan Pendidikan Karakter Intensif

    Sekolah Rakyat (SR) Putra-Putri Fajar (PPF) 1 Deli Serdang menerapkan sistem pembelajaran yang memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum asrama. Sistem ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari berbagai latar belakang dengan pendekatan pendidikan yang inklusif.

    Kepala Sekolah Sekolah Rakyat 1 Deli Serdang, Reni Lasmaria Sinaga, menjelaskan bahwa sekolah menggunakan prinsip *multi-entry multi-exit (MiMe) yang memungkinkan peserta didik masuk tanpa batasan usia tertentu. Prinsip ini menjadi pembeda utama dengan sekolah reguler pada umumnya.



    “Jadi MiMe itu bukan kurikulum di Sekolah Rakyat, hanya bagaimana sistem anak itu luar dan masuk, tidak membatasi umur,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (31/01/2026).

    Reni menyebutkan bahwa kurikulum nasional tetap menjadi acuan utama, diperkuat dengan pemantapan materi dan kurikulum asrama. Kurikulum asrama dirancang khusus untuk mendukung peran wali asuh dan wali asrama dalam pembinaan siswa.

    Setiap hari Sabtu, sekolah secara khusus melaksanakan pendidikan karakter melalui program BERSUKA. Program ini menjadi ruang interaksi intens antara siswa dengan wali asuh dan wali asrama.



    “Jadi murni setiap Sabtu kita ada pendidikan karakter, namanya Program BERSUKA, Bersama Wali Asuh dan Wali Asrama Kesayanganku,” ujarnya.

    Selain akademik dan karakter, SR PPF 1 Deli Serdang juga menyediakan 18 kegiatan ekstrakurikuler dengan instruktur bersertifikat. Beberapa di antaranya meliputi olahraga, seni, pramuka, hingga kelas olimpiade dan internasional.

    Sekolah ini juga telah mencatat prestasi dengan meraih kemenangan lomba literasi tingkat internasional. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan pendidikan Sekolah Rakyat mampu bersaing secara global.



    “Baru-baru ini anak-anak kita menang lomba literasi tingkat internasional, ini kabar baik untuk SR PPF 1 Deli Serdang,” pungkasnya.

  • Mensos Dorong Kemandirian KPM, Bansos Tak Boleh Jadi Ketergantungan

    Pemerintah mengungkapkan program bantuan sosial tidak boleh menjadikan keluarga penerima manfaat (KPM) terus-menerus bergantung pada bantuan negara. Ia menyampaikan bahwa tujuan utama dari bansos adalah mendorong kemandirian masyarakat melalui proses graduasi yang terukur dan berkelanjutan.




    Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf,, bantuan sosial harus dipahami sebagai penyangga sementara bagi masyarakat rentan, bukan sebagai solusi permanen. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan setiap KPM memiliki kesempatan untuk naik kelas secara ekonomi melalui pendampingan dan pemberdayaan yang konsisten.

    “Satu hal yang paling penting adalah bagaimana kita memastikan graduasi itu terjadi. Kita tidak ingin keluarga penerima manfaat ini selamanya bergantung pada bantuan pemerintah. Target kita jelas, bantuan sosial adalah bantalan, tetapi kemandirian adalah tujuan utama,” ungkap Syaifullah kepada wartawan, Sabtu (31/01/2026).

    Dalam upaya mencapai target tersebut, Kementerian Sosial menekankan peran strategis pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai ujung tombak di lapangan. Pendamping diminta tidak hanya fokus pada penyaluran, tetapi juga aktif memberikan edukasi yang membangun kapasitas penerima bantuan.



    “Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh pendamping PKH di seluruh Indonesia untuk lebih aktif memberikan edukasi dalam pertemuan kelompok. Ajarkan mereka tentang literasi keuangan dan bagaimana merintis usaha kecil,” ujarnya.

    Mensos juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengintegrasikan data penerima bantuan sosial dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi agar KPM memiliki jalur transisi yang jelas menuju kemandirian.

    “Kami di Kementerian Sosial juga sedang mengintegrasikan data penerima bansos dengan program pemberdayaan ekonomi,” pungkasnya.




  • Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Dorong Pendidikan Inklusif Tanpa Diskriminasi

    Kementerian Sosial menegaskan komitmennya terhadap pendidikan ramah disabilitas melalui kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (31/01/2026). Sekolah berasrama yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas.

    Kehadiran Gus Ipul disambut antusias para siswa melalui yel-yel dan barisan penyambutan. Ia juga menyempatkan diri berdialog singkat dengan Fahry Adris, komandan barisan siswa, sebelum memberikan motivasi dan dukungan secara langsung.



    "Dan di sini gabung. Jadi satu, inklusif, tidak dibeda-bedakan, tetap diberi pembelajaran secara bersama-sama," tegas Gus Ipul.

    Ia mencontohkan salah satu siswi SRMP 1 Deli Serdang yang merupakan penyandang disabilitas dengan kondisi down syndrome. Menurut Gus Ipul, keterbatasan bukan penghalang bagi seorang anak untuk berkembang, selama mendapatkan pendampingan yang tepat dari guru dan tenaga kependidikan.

    "Jadi down syndrom itu memang susah untuk menerima pelajaran sebagaimana anak-anak yang lain. Tetapi anak ini, pasti punya keunggulan, pasti ada kehebatannya. Nah, itu tugasnya guru-guru ini untuk memperkuat keistimewaan dari anak ini," kata Gus Ipul.





    Selain aspek inklusivitas, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan kerukunan di lingkungan Sekolah Rakyat. Ia mengapresiasi penampilan seni para siswa yang berasal dari latar belakang agama berbeda sebagai cerminan toleransi yang tumbuh di sekolah tersebut.

    "Yang tampil menari tadi itu Masya Allah, tampil ada yang (beragama) Muslim, yang Katolik, ada yang Nasrani, menari bareng di atas panggung . Ini adalah pendidikan kerukunan yang dikembangkan di Sekolah Rakyat," ujarnya.

    Gus Ipul menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

    "Tidak boleh ada intoleransi, tidak boleh ada kekerasan fisik dan seksual. Dan juga tidak boleh ada perundungan atau bullying. Anak-anak harus dididik untuk bisa rukun sebagai sesama manusia, sebagai sesama warga bangsa," tambah Gus Ipul menegaskan.

    Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) Jonna Damanik menilai Sekolah Rakyat telah menerapkan pendekatan pembelajaran yang adaptif melalui konsep Multi Entry Multi Exit. Menurutnya, sistem ini memberi ruang bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai potensi dan keunikannya.



    "Prinsip Multi Entry Multi Exit itu menjadi filosofi dari Sekolah Rakyat. Artinya apa? Dia juga pasti punya potensi yang kami yakin guru, kepala sekolah, pendamping bisa menggalinya kedepan. Bahwa Sekolah Rakyat itu inklusif bagi penyanaan disabitas," jelas Jonna.

    Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Anggota Komisi VIII DPR RI M. Husni, serta Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico.

    Beragam penampilan siswa mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari tarian, paduan suara, pembacaan puisi, hingga pidato dalam bahasa Inggris dan Arab.



  • Kemensos Salurkan Santunan Korban Banjir, Gus Ipul Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    Pemerintah melalui Kementerian Sosial kembali menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Sumatera Utara. Dalam kegiatan Dialog Kesejahteraan Sosial yang dirangkai dengan Sekolah Rakyat di Kabupaten Deli Serdang, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia, Sabtu (31/01/2026).

    Sebanyak 11 ahli waris menerima santunan sebagai bentuk perlindungan negara terhadap korban bencana. Gus Ipul menyebut, bantuan tersebut diberikan kepada setiap keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat banjir.




    “Masing-masing ahli waris korban meninggal dunia mendapatkan santunan Rp15 juta,” ujar Gus Ipul.

    Tidak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan bagi korban yang mengalami luka berat dengan nilai Rp5 juta. Menurut Gus Ipul, seluruh santunan tersebut merupakan bagian dari kebijakan penanganan bencana yang dilaksanakan secara berkelanjutan, mulai dari fase darurat hingga pemulihan pascabencana, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

    Gus Ipul mengungkapkan, sebelum penyaluran di Deli Serdang, Kemensos juga telah menyalurkan santunan kepada ratusan ahli waris korban bencana di Aceh Utara. Penyaluran dilakukan setelah proses administrasi dan penetapan ahli waris rampung oleh pemerintah daerah.




    Memasuki tahap pemulihan, Kemensos menyiapkan berbagai bentuk dukungan tambahan bagi keluarga terdampak. Salah satunya berupa bantuan isian rumah bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

    “Bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga,” kata Gus Ipul.

    Selain bantuan hunian, pemerintah juga menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga. Kemensos turut memberikan jaminan hidup (jadup) sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, dengan besaran disesuaikan jumlah anggota keluarga.

    Gus Ipul menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan melalui tahapan pendataan berlapis untuk memastikan akurasi penerima. Data diajukan dari tingkat bawah, diverifikasi lintas instansi, hingga ditetapkan secara resmi oleh pemerintah pusat.

    “Setelah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Kemensos akan segera menyalurkan bantuan langsung kepada nama-nama yang sudah diusulkan dari bawah, by name, by address,” jelasnya.





    Bantuan disalurkan melalui dua jalur, yakni perbankan Himbara atau PT Pos Indonesia, guna memudahkan akses bagi masyarakat penerima.

    Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menekankan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi lintas sektor menjadi kunci, melibatkan BNPB, kementerian terkait, TNI, Polri, BUMN, hingga pemerintah daerah di bawah koordinasi satuan tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

    Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Sekretaris Jenderal Kemensos, Anggota Komisi VIII DPR RI M. Husni, Komisioner KND Jonna Damanik, serta Vice President Bank Mandiri.



  • Tak Ada Pendaftaran dan Titipan, Seleksi Siswa Sekolah Rakyat Berbasis Penjangkauan

    Kementrian Sosial (Kemensos) menegaskan tidak ada mekanisme pendaftaran dalam penerimaan siswa Sekolah Rakyat. Proses seleksi dilakukan melalui penjangkauan langsung terhadap keluarga miskin ekstrem yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 dan 2.




    Menteri Sosial Indonesia Saifullah Yusuf mengatakan Penjangkauan dilakukan oleh pendamping sosial dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial daerah, serta Ditjen PAUD Dikdasmen.

    “Saya perlu sampaikan, tidak ada yang namanya pendaftaran di Sekolah Rakyat. Yang ada adalah penjangkauan,” ujar Menteri Sosial kepada wartawan di sekolah rakyat, Sabtu (31/01/2026).





    Ia menekankan, seleksi siswa Sekolah Rakyat harus bebas dari praktik titipan maupun penyalahgunaan kewenangan. Pemerintah meminta seluruh pihak mengawasi proses tersebut secara ketat agar program benar-benar tepat sasaran.

    “Sebagaimana pesan Bapak Presiden, tidak boleh ada titipan di Sekolah Rakyat,” katanya.

    Menteri Sosial juga mengingatkan bahwa proses penetapan siswa dilakukan secara berlapis dan transparan, dimulai dari pendamping sosial, diverifikasi lintas instansi, hingga penetapan akhir oleh kementerian.

    “Tidak boleh ada sogok-menyogok, tidak boleh ada suap-menyuap, tidak boleh ada kongkalikong dalam menyeleksi siswa Sekolah Rakyat,” tegasnya.




  • Sekolah Rakyat Deli Serdang Jadi Percontohan, Sasar Anak dari Keluarga Paling Rentan

    Kementrian Sosial (Kemensos) menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau anak-anak dari keluarga paling rentan yang selama ini luput dari akses pendidikan formal. Hal itu disampaikan saat peninjauan penyelenggaraan pembelajaran di Sekolah Rakyat 1 Deli Serdang




    Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial Indonesia Saifullah Yusuf, melihat langsung perkembangan proses belajar mengajar yang telah berjalan selama enam bulan dengan jumlah siswa mencapai 150 orang. Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung siswa dengan latar belakang sosial dan kemampuan akademik yang beragam, termasuk anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah.

    “Ini adalah kebijakan khusus untuk keluarga yang paling kurang mampu, dengan siswa-siswa yang khusus, dengan proses pembelajaran yang khusus, guru-gurunya juga guru-guru yang khusus, dan diharapkan nanti output-nya itu melahirkan generasi yang tangguh,” ujar kepada wartawan saat presskon di sekolah rakyat, Sabtu (31/01/2026).





    Ia menegaskan, Sekolah Rakyat menjadi wujud kehadiran negara bagi keluarga yang selama ini tidak tercatat dalam berbagai program bantuan pemerintah. Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

    “Itulah sesungguhnya program strategis dari Bapak Presiden Prabowo untuk menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini telah putus harapan,” katanya.

    Pemerintah mengapresiasi peran kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang disebut sebagai program pertama sejak Indonesia merdeka.

    “Terima kasih kepada wartawan, stakeholder, semua pemangku kepentingan yang telah ikut mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang pertama kali diselenggarakan sejak Indonesia merdeka,” tegasnya.




  • Menang di Laga Ini, Pemain PSMS Medan Tegaskan Siap Jaga Konsistensi

     

    Kemenangan yang diraih PSMS Medan pada pertandingan Sabtu malam turut disyukuri para pemain. Perwakilan pemain PSMS Medan, Antoni Putro Nugroho, menilai hasil tersebut merupakan buah dari kerja sama tim dan kepatuhan pemain terhadap arahan pelatih sepanjang pertandingan.

    Antoni menyampaikan para pemain tampil dengan semangat tinggi dan fokus penuh sejak awal pertandingan. Ia menyebut setiap pemain berusaha menjalankan perannya masing-masing demi kepentingan tim dan menjaga ritme permainan hingga laga berakhir.



    “Kami semua pemain bekerja keras, berjuang sesuai instruksi pelatih, dan berusaha tetap fokus dari awal sampai akhir pertandingan,” ujar Antoni, saat presskon di stadion, Jumat (30/01/2026).

    Ia menambahkan kemenangan ini menjadi suntikan motivasi penting bagi tim untuk menghadapi pertandingan selanjutnya, terlebih setelah melalui laga yang berjalan ketat dan menguras tenaga.

    “Kemenangan ini sangat berarti bagi kami karena didapat lewat perjuangan bersama dan dukungan seluruh tim,” katanya.

    Antoni menegaskan para pemain tidak ingin cepat puas dan berkomitmen menjaga konsistensi permainan agar PSMS Medan terus berada pada jalur positif.

    “Kami akan terus fokus, memperbaiki kekurangan, dan menjaga konsistensi di pertandingan-pertandingan berikutnya,” tegas Antoni.



  • PSMS Medan Raih Kemenangan, Coach Eko Puji Kerja Keras Pemain

     

    PSMS Medan berhasil mengamankan kemenangan pada pertandingan yang digelar Sabtu malam. Hasil positif tersebut disambut baik pelatih kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, yang menilai kemenangan ini tidak lepas dari kerja keras dan kedisiplinan pemain dalam menjalankan strategi tim sepanjang pertandingan.

     

    Eko Purdjianto menyampaikan pertandingan berlangsung aman dan lancar hingga peluit akhir. Ia menilai seluruh rencana permainan yang disiapkan tim pelatih dapat diterapkan dengan baik di lapangan, meski laga berjalan ketat dan menuntut konsentrasi tinggi dari para pemain.



    “Alhamdulillah pertandingan berjalan dengan aman dan lancar, para pemain mampu menjalankan apa yang kami siapkan di latihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab,” ujar Eko saat presskon di stadion, Jumat (30/01/2026).

    Menurutnya, kemenangan tersebut diraih berkat fokus dan mental bertanding pemain yang tetap terjaga hingga akhir laga. Ia juga mengapresiasi semangat juang tim yang terus menekan lawan pada momen-momen penting pertandingan.

    “Saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pemain yang berjuang maksimal dan tidak menyerah sampai pertandingan benar-benar selesai,” katanya.

    Eko berharap hasil ini dapat menjadi modal penting bagi PSMS Medan untuk menjaga kepercayaan diri dan performa pada laga-laga selanjutnya.

    “Kemenangan ini harus menjadi motivasi bagi tim untuk terus berkembang dan tampil lebih baik di pertandingan berikutnya,” pungkas Eko.