Rabu, 10 Desember 2025
Medan Aktual
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan Aktual
No Result
View All Result
Home Berita

Bakar Alquran, Pria di Cina Terancam Dipenjara dan Terkena Denda

by
29 Oktober 2018
in Berita
0
192
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SEORANG pria asal Xian, Cina, ditangkap dan dipenjara karena mengunggah video secara online tentang dirinya membakar salinan Alquran. Menurut polisi, video itu sudah menyebar di media sosial Weibo.

Kantor Polisi Wild Goose Pagoda di Xian tidak merinci identitas pria tersebut. Dia dikenai tuduhan menghasut kebencian nasional atau diskriminasi nasional di bawah pasal 47 Undang-Undang Administratif Keamanan Publik Cina.

Kejahatan seperti itu membuatnya terancam hukuman penjara maksimal 15 hari dan denda 1.000 yuan (Rp2,1 juta). Namun, menurut polisi dia hanya dihukum 10 hari penjara.

Laporan polisi tidak menyebutkan platform media sosial mana yang digunakan pelaku untuk mengunggah video. Posting yang dibagikan secara luas di Weibo tersebut juga menunjukkan foto Alquran berbahasa Mandarin tergeletak di lantai, dengan beberapa halamannya robek dan sebagian sudah berjelaga.

Sebagian besar pengguna Weibo menyatakan dukungan untuk pria tersebut dan mempertanyakan hukuman penjara baginya.

“Membakar buku-buku agama (menjadi kejahatan), ini seperti hukum Islam menentang penistaan…membuat norma agama lebih penting daripada norma-norma sekuler. Apakah China adalah negara yang religius?!,” tulis seorang pengguna Weibo yang mendapat like lebih dari 1.700 kali, seperti dikutip The Star, Minggu (28/10/2018) malam.

Islamophobia online di Cina semakin meluas, meskipun populasi Muslim besar Cina mencapai sekitar 23 juta.

Berita tentang “perlakuan khusus” terhadap Muslim, seperti promosi kue bulan halal bagi mahasiswa Muslim di sebuah universitas di Beijing tahun lalu dan insiden kekerasan anti-Han di Provinsi Xinjiang yang berpenduduk mayoritas Muslim dalam beberapa tahun terakhir, telah memicu gelombang komentar Islamophobia di media sosial Cina.

Sebuah makalah penelitian baru-baru ini oleh Luwei Rose Luqiu dan Fan Yang menemukan stereotip negatif dari Muslim dan Islam di media Cina.

Banyak editorial yang diterbitkan di Global Times—media milik negara—selama setahun terakhir telah menggambarkan budaya Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang sebagai komunitas terbelakang, takhayul dan membutuhkan modernisasi.

Sebuah artikel di Global Times pada hari Rabu lalu mengatakan, “Dengan promosi keterampilan kejuruan, hukum dan peraturan nasional dan pendidikan de-ekstremisme, lebih banyak penduduk dan peserta pelatihan di Xinjiang mulai menyadari bahwa perempuan seharusnya tidak diperlakukan sebagai ‘harta pribadi’ dari suami mereka”.

Artikel itu merujuk pada pusat penahanan kontroversial bagi Muslim di Xinjiang yang menurut pemerintah ditujukan untuk menderadikalisasi umat Islam dan memberikan pelatihan kejuruan.

Xian, yang terletak di provinsi barat laut Shaanxi, pernah menjadi titik awal Jalur Sutra kuno. Diperkirakan 50.000 hingga 70.000 etnis Muslim Hui tinggal di kota yang memiliki populasi lebih dari delapan juta jiwa tersebut.

Kota ini dikenal dengan Muslim Quarter, distrik berabad-abad dengan masjid dan kios makanan halal yang mengingatkan akan warisan Islam di kota tersebut.

SEORANG pria asal Xian, Cina, ditangkap dan dipenjara karena mengunggah video secara online tentang dirinya membakar salinan Alquran. Menurut polisi, video itu sudah menyebar di media sosial Weibo.

Kantor Polisi Wild Goose Pagoda di Xian tidak merinci identitas pria tersebut. Dia dikenai tuduhan menghasut kebencian nasional atau diskriminasi nasional di bawah pasal 47 Undang-Undang Administratif Keamanan Publik Cina.

Kejahatan seperti itu membuatnya terancam hukuman penjara maksimal 15 hari dan denda 1.000 yuan (Rp2,1 juta). Namun, menurut polisi dia hanya dihukum 10 hari penjara.

Laporan polisi tidak menyebutkan platform media sosial mana yang digunakan pelaku untuk mengunggah video. Posting yang dibagikan secara luas di Weibo tersebut juga menunjukkan foto Alquran berbahasa Mandarin tergeletak di lantai, dengan beberapa halamannya robek dan sebagian sudah berjelaga.

Sebagian besar pengguna Weibo menyatakan dukungan untuk pria tersebut dan mempertanyakan hukuman penjara baginya.

“Membakar buku-buku agama (menjadi kejahatan), ini seperti hukum Islam menentang penistaan…membuat norma agama lebih penting daripada norma-norma sekuler. Apakah China adalah negara yang religius?!,” tulis seorang pengguna Weibo yang mendapat like lebih dari 1.700 kali, seperti dikutip The Star, Minggu (28/10/2018) malam.

Islamophobia online di Cina semakin meluas, meskipun populasi Muslim besar Cina mencapai sekitar 23 juta.

Berita tentang “perlakuan khusus” terhadap Muslim, seperti promosi kue bulan halal bagi mahasiswa Muslim di sebuah universitas di Beijing tahun lalu dan insiden kekerasan anti-Han di Provinsi Xinjiang yang berpenduduk mayoritas Muslim dalam beberapa tahun terakhir, telah memicu gelombang komentar Islamophobia di media sosial Cina.

Sebuah makalah penelitian baru-baru ini oleh Luwei Rose Luqiu dan Fan Yang menemukan stereotip negatif dari Muslim dan Islam di media Cina.

Banyak editorial yang diterbitkan di Global Times—media milik negara—selama setahun terakhir telah menggambarkan budaya Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang sebagai komunitas terbelakang, takhayul dan membutuhkan modernisasi.

Sebuah artikel di Global Times pada hari Rabu lalu mengatakan, “Dengan promosi keterampilan kejuruan, hukum dan peraturan nasional dan pendidikan de-ekstremisme, lebih banyak penduduk dan peserta pelatihan di Xinjiang mulai menyadari bahwa perempuan seharusnya tidak diperlakukan sebagai ‘harta pribadi’ dari suami mereka”.

Artikel itu merujuk pada pusat penahanan kontroversial bagi Muslim di Xinjiang yang menurut pemerintah ditujukan untuk menderadikalisasi umat Islam dan memberikan pelatihan kejuruan.

Xian, yang terletak di provinsi barat laut Shaanxi, pernah menjadi titik awal Jalur Sutra kuno. Diperkirakan 50.000 hingga 70.000 etnis Muslim Hui tinggal di kota yang memiliki populasi lebih dari delapan juta jiwa tersebut.

Kota ini dikenal dengan Muslim Quarter, distrik berabad-abad dengan masjid dan kios makanan halal yang mengingatkan akan warisan Islam di kota tersebut.

Tags: Bakar AlquranPria di Cina Terancam Dipenjara dan Terkena Denda

Related Posts

Usia Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Terbaru 2025 dan Cara Klaim Jaminan Pensiun (JP)
Artikel

Usia Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Terbaru 2025 dan Cara Klaim Jaminan Pensiun (JP)

9 Desember 2025
Berapa Iuran BPJS Kesehatan Cek Tarif Resmi Kelas 1, 2, 3 di Sini
Artikel

Berapa Iuran BPJS Kesehatan? Cek Tarif Resmi Kelas 1, 2, 3 di Sini

9 Desember 2025
Waspada! Ini Penyebab Bansos Tidak Cair Lagi, Termasuk Terlibat Judi Online
Artikel

Waspada! Ini Penyebab Bansos Tidak Cair Lagi, Termasuk Terlibat Judi Online

9 Desember 2025
CPNS 2026 Pasti Dibuka, Ini Persiapan yang harus Dilakukan
Artikel

CPNS 2026 Pasti Dibuka, Ini Persiapan yang harus Dilakukan

9 Desember 2025
Cara Cek Status Lamaran MagangHub Kemnaker 2025
Artikel

Cara Cek Status Lamaran MagangHub Kemnaker 2025

9 Desember 2025
Apakah Kamu Penerima BLT Kesra Rp 900 Ribu? Cek di Link Ini
Berita

Apakah Kamu Penerima BLT Kesra Rp 900 Ribu? Cek di Link Ini

5 Desember 2025
Next Post

Dua Orang Sedang Asyik Ngisap Ganja Dibekuk Polisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

9 Juli 2025
BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

21 Juli 2025
Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

10 Juli 2025
Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

9 Juli 2025
Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

30 Juli 2025

EDITOR'S PICK

KPSN Bersikap Netral Terkait Caketum PSSI

KPSN Bersikap Netral Terkait Caketum PSSI

1 November 2019
10 Pengguna Narkoba Digulung

10 Pengguna Narkoba Digulung

19 Oktober 2019
Mahasiswa Medan Bersinar: Raih Emas di Culinaire Malaysia 2025

Mahasiswa Medan Bersinar: Raih Emas di Culinaire Malaysia 2025

6 Oktober 2025
Bocoran Rekrutmen CPNS 2026: Formasi dan Syarat Awal

Bocoran Rekrutmen CPNS 2026: Formasi dan Syarat Awal

18 November 2025

Redaksi Medanaktual.com
Jl. Gunung Mahameru No 3 Lantai 2
Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Email : medanaktual.com@gmail.com

© 2025 Medanaktual.com

  • Berita
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.