Tag: sumatera utara

  • Jenis Bansos yang Cair Januari 2026 di Sumut, Ini Kriteria Penerima

    Jenis Bansos yang Cair Januari 2026 di Sumut, Ini Kriteria Penerima

    Jenis Bansos yang Cair Januari 2026 di Sumut, Ini Kriteria Penerima

    Bansos yang Cair Januari 2026 menjadi kabar yang paling ditunggu oleh masyarakat di Sumatera Utara (Sumut). Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial kembali menyalurkan bantuan untuk menjaga daya beli warga pada awal tahun ini. Seiring berakhirnya tahun 2025, kini sistem pendataan telah beralih sepenuhnya untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

    Jika kamu tinggal di Medan, Deli Serdang, atau wilayah Sumut lainnya, penting bagi kamu untuk memahami jenis bantuan apa saja yang turun. Selain itu, pemerintah kini menggunakan sistem data terbaru untuk menyaring siapa saja yang layak menerima manfaat.

    Berikut adalah rincian lengkap mengenai bantuan pemerintah yang akan cair pada awal tahun ini.



    Daftar Bantuan Pemerintah di Sumatera Utara

    Pemerintah daerah dan pusat bekerja sama menyalurkan beberapa program sekaligus. Jenis Bansos yang Cair Januari 2026 meliputi:

    • Program Keluarga Harapan (PKH) dimana bantuan ini menyasar kesehatan ibu hamil, anak sekolah, hingga lansia.
    • Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras dan telur.
    • Program Indonesia Pintar (PIP) untuk membantu biaya pendidikan anak-anak sekolah.
    • Bantuan PBI JKN untuk iuran BPJS Kesehatan setiap bulan.




    Kriteria Penerima Bansos Terbaru

    Pemerintah kini lebih ketat dalam menentukan penerima. Kamu harus memenuhi syarat berikut agar masuk dalam daftar Bansos yang Cair Januari 2026:

    • Terdaftar di DTSEN

      Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSEN) kini menggantikan sistem DTKS lama. Pastikan nama kamu sudah masuk di sana.

    • Warga Negara Indonesia (WNI)

      Kamu wajib memiliki KTP elektronik yang valid dan padan dengan data Dukcapil.

    • Keluarga Prasejahtera

      Kamu tidak boleh berasal dari keluarga ASN, TNI, atau Polri.

    • Domisili Sumut

      Untuk bantuan spesifik daerah, kamu harus tercatat sebagai warga Sumatera Utara.




    Mekanisme Pencairan di Wilayah Sumut

    Pemerintah menyalurkan Bansos yang Cair Januari 2026 melalui dua cara utama. Pertama, kamu bisa mengambil dana melalui KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) di bank Himbara seperti BRI atau Mandiri. Kedua, bagi daerah yang sulit terjangkau, PT Pos Indonesia akan mengantarkan bantuan langsung ke kantor desa atau rumah kamu.

    Namun, kamu perlu ingat bahwa jadwal di setiap kabupaten mungkin sedikit berbeda. Oleh karena itu, kamu sebaiknya rajin berkomunikasi dengan pendamping sosial di kecamatan masing-masing. Di sisi lain, pastikan kartu KKS kamu dalam kondisi baik dan tidak rusak agar proses tarik tunai lancar.



    Cara Cek Penerima Bansos secara Mandiri

    Kamu tidak perlu bingung mencari informasi dari sumber yang tidak jelas. Untuk mengetahui apakah kamu termasuk penerima Bansos yang Cair Januari 2026, ikuti langkah berikut:

    • Buka situs resmi Cek Bansos Kemensos.
    • Masukkan data provinsi, kabupaten, dan desa sesuai KTP kamu.
    • Ketik nama lengkap kamu sesuai identitas resmi.
    • Klik tombol cari dan lihat hasilnya pada layar.

    Jika nama kamu muncul, artinya kamu berhak mendapatkan Bansos yang Cair Januari 2026. Namun, jika data tidak ditemukan, kemungkinan besar data kamu perlu diperbarui di sistem DTSEN melalui kantor kelurahan setempat.



  • Daftar Kuota Sekolah SNBP 2026 di Medan Berdasarkan Akreditasi, Cek Sekolahmu

    Daftar Kuota Sekolah SNBP 2026 di Medan Berdasarkan Akreditasi, Cek Sekolahmu

    Daftar Kuota Sekolah SNBP 2026 di Medan Berdasarkan Akreditasi, Cek Sekolahmu!

    Kuota Sekolah SNBP 2026 di Medan kini sudah resmi diumumkan oleh pemerintah. Bagi kamu siswa kelas 12 di Kota Medan, informasi ini sangatlah penting. Mengapa demikian? Karena kuota ini menentukan seberapa banyak siswa dari sekolahmu yang bisa mendaftar kuliah tanpa tes.
    Banyak siswa yang bertanya-tanya mengenai peluang mereka.

    Namun, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memastikan berapa jatah kursi yang didapat sekolahmu. Selain itu, kamu juga harus memahami bahwa setiap sekolah memiliki jumlah kuota yang berbeda. Perbedaan ini bergantung pada status akreditasi sekolah tersebut.



    Apa Itu Kuota Sekolah SNBP?

    Pemerintah memberikan jatah atau kuota berdasarkan kualitas sekolah. Semakin bagus akreditasi sekolahmu, maka semakin banyak siswa yang bisa ikut serta. Oleh karena itu, mari kita lihat rincian persentase Kuota Sekolah SNBP 2026 di Medan sesuai aturan SNPMB:

    • Akreditasi A: Sekolah mendapatkan kuota sebesar 40% siswa terbaik.
    • Akreditasi B: Sekolah mendapatkan kuota sebesar 25% siswa terbaik.
    • Akreditasi C dan lainnya: Sekolah mendapatkan kuota sebesar 5% siswa terbaik.

    Contohnya, jika sekolahmu memiliki Akreditasi A dan jumlah siswa jurusan IPA ada 100 orang, maka 40 siswa terbaik berhak mendaftar SNBP. Di sisi lain, jika akreditasinya B, hanya 25 siswa saja yang bisa ikut.



    Cara Cek Kuota Sekolah SNBP 2026 di Medan

    Kamu tidak perlu bingung mencari informasi ini. Tim SNPMB sudah menyediakan link resmi agar kamu bisa melihat data Kuota Sekolah SNBP 2026 di Medan secara langsung. Berikut adalah langkah mudahnya:

    • Kunjungi laman resmi Kuota Sekolah SNPMB.
    • Pilih menu “Pencarian berdasarkan Wilayah”.
    • Klik Provinsi Sumatera Utara, lalu pilih Kota Medan.
    • Cari nama sekolahmu atau masukkan nomor NPSN.

    Data mengenai Kuota Sekolah SNBP 2026 di Medan untuk sekolahmu akan muncul secara detail. Selain itu, pihak sekolah biasanya juga menempelkan daftar siswa eligible di papan pengumuman. Namun, mengeceknya secara mandiri tentu jauh lebih cepat dan akurat.



    Jadwal SNBP 2026 yang Wajib Kamu Catat

    Agar tidak ketinggalan, catat jadwal resmi berikut ini:

    • Pengumuman Kuota Sekolah: 29 Desember 2025.
    • Masa Sanggah Kuota: 29 Desember 2025 – 15 Januari 2026.
    • Registrasi Akun SNPMB Sekolah: 05 – 26 Januari 2026.
    • Registrasi Akun SNPMB Siswa: 12 Januari – 18 Februari 2026.
    • Pendaftaran SNBP: 03 – 18 Februari 2026.

    Ingatlah bahwa masa sanggah sangatlah krusial. Jika sekolahmu merasa jumlah Kuota Sekolah SNBP 2026 di Medan tidak sesuai, sekolah harus segera memperbaiki data sebelum 15 Januari 2026.



    Mengapa Harus Cek Kuota Sekolah Lebih Awal?

    Mengetahui Kuota Sekolah SNBP 2026 di Medan lebih awal membantumu mengatur strategi. Jika kamu masuk dalam daftar siswa berhak daftar, kamu bisa mulai memilih jurusan kuliah. Namun, jika kamu tidak masuk kuota, kamu masih punya waktu luas untuk belajar jalur UTBK-SNBT.

    Oleh karena itu, jangan menunda-nunda lagi. Segera pastikan posisi peringkatmu di sekolah. Kamu juga harus rajin berkonsultasi dengan guru BK untuk melihat peluang kelulusan di universitas favorit seperti Universitas Sumatera Utara (USU) atau Unimed.

    Setelah melihat Kuota Sekolah SNBP 2026 di Medan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan dokumen. Kamu perlu memastikan nilai rapor semester 1 hingga 5 sudah masuk ke sistem PDSS dengan benar.



  • Rincian Kenaikan UMP Sumut 2026: Dari Rp2,9 Juta Naik ke Rp3,2 Juta

    Rincian Kenaikan UMP Sumut 2026: Dari Rp2,9 Juta Naik ke Rp3,2 Juta

    Rincian Kenaikan UMP Sumut 2026: Dari Rp2,9 Juta Naik ke Rp3,2 Juta

    Kabar gembira datang bagi para pekerja di Provinsi Sumatera Utara. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, baru saja mengumumkan kebijakan terbaru terkait upah minimum.

    Kamu perlu mengetahui bahwa pemerintah telah menetapkan Kenaikan UMP Sumut 2026 secara resmi pada Jumat, 19 Desember 2025.

    Keputusan ini menjadi angin segar untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas ekonomi di tingkat daerah. Penasaran berapa rincian kenaikannya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.



    Besaran Resmi Kenaikan UMP Sumut 2026

    Gubernur Bobby Nasution menetapkan Kenaikan UMP Sumut 2026 sebesar 7,9 persen. Angka ini merupakan hasil perhitungan yang matang antara pemerintah, pengusaha, dan perwakilan buruh. Dengan kenaikan tersebut, besaran upah minimum naik dari Rp2.992.559 menjadi Rp3.228.971 per bulan.

    Artinya, pekerja di Sumatera Utara akan menerima tambahan upah sebesar Rp236.412 setiap bulannya. Bobby Nasution menegaskan bahwa angka Kenaikan UMP Sumut 2026 ini sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Namun, ia juga meminta agar semua pihak menjaga suasana tetap kondusif agar dunia usaha tetap berjalan lancar.



    Instruksi untuk Pemerintah Kabupaten dan Kota

    Setelah menetapkan Kenaikan UMP Sumut 2026, Gubernur meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumut segera bertindak. Mereka harus mempedomani besaran UMP ini dalam menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah sangat penting agar kebijakan ini berjalan serentak.

    Bobby berharap Kenaikan UMP Sumut 2026 dapat mendorong aktivitas ekonomi lokal. Di sisi lain, para pengusaha juga diharapkan mampu menyesuaikan struktur upah dengan kebijakan baru ini. Dengan begitu, kesejahteraan buruh di Sumatera Utara akan semakin meningkat secara merata.



    Pengawasan Ketat dan Penambahan Personel PPNS

    Kebijakan mengenai Kenaikan UMP Sumut 2026 tidak akan efektif tanpa pengawasan yang kuat. Saat ini, jumlah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Sumut hanya berjumlah 35 orang. Padahal, ada ribuan industri yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara.

    Oleh sebab itu, Gubernur berencana menambah jumlah personel pengawas ketenagakerjaan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan semua perusahaan mematuhi aturan Kenaikan UMP Sumut 2026.

    Bobby telah menginstruksikan Sekda untuk mendistribusikan tenaga PPPK secara merata ke dinas-dinas terkait. Dengan penambahan tenaga kerja ini, pengawasan di lapangan tidak akan lagi terasa berat sebelah atau “keteteran”.

    Implementasi Kenaikan UMP Sumut 2026 harus dirasakan langsung oleh para pekerja di lapangan. Selain itu, pemerintah akan terus memantau apakah ada perusahaan yang melanggar ketentuan upah minimum tersebut.

    Suasana yang aman dan kondusif sangat penting untuk mendukung keberlangsungan dunia usaha di masa depan.



  • Mengenal Tuan Rondahaim Saragih dari Sumut Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2025

    Mengenal Tuan Rondahaim Saragih dari Sumut Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2025

    Mengenal Tuan Rondahaim Saragih dari Sumut Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2025

    Sumatera Utara kembali berbangga. Salah satu putra terbaiknya, Tuan Rondahaim Saragih Garingging, resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional 2025. Penganugerahan ini diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Hari Pahlawan, 10 November 2025.

    Bagi sebagian masyarakat Indonesia, nama Tuan Rondahaim Saragih mungkin masih terdengar asing. Namun, di wilayah Simalungun, beliau dikenal sebagai raja pejuang yang tangguh dan berani menentang kolonialisme.Mengenal Tuan Rondahaim Saragih, pejuang asal Simalungun yang resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Simak kisah perjuangan dan semangat kepahlawanannya di artikel ini.

    Siapa Sebenarnya Tuan Rondahaim Saragih?

    Untuk Mengenal Tuan Rondahaim Saragih, kita perlu menelusuri jejak sejarahnya. Ia lahir pada tahun 1828 di Juma Simandei, wilayah yang kini dikenal sebagai Pematang Raya, Kabupaten Simalungun.
    Beliau adalah pewaris takhta Kerajaan Raya, dan merupakan putra dari Tuan Jinmahadim Saragih Garingging, raja sebelumnya.

    Setelah dewasa, Rondahaim dinobatkan sebagai Raja Raya ke-14 dengan gelar “Raja Raya Namabajan.”
    Sebagai pemimpin, Mengenal Tuan Rondahaim Saragih berarti memahami sosok yang tidak hanya memerintah dengan bijak, tetapi juga siap berkorban untuk melindungi rakyatnya dari penjajahan.

    Perjuangan Gigih Melawan Kolonialisme Belanda

    Pada masa kepemimpinannya, Belanda mulai memperluas kekuasaan di wilayah Sumatera Timur. Mereka berusaha menguasai sumber daya alam dan perdagangan lokal. Namun, Tuan Rondahaim Saragih menolak keras upaya kolonial tersebut.
    Ia lebih memilih berjuang melawan Belanda daripada menyerahkan kedaulatan wilayahnya.

    Oleh karena itu, Mengenal Tuan Rondahaim Saragih juga berarti memahami semangat perlawanan terhadap penjajahan yang ia wariskan.
    Ia tidak pernah tunduk pada tekanan dan lebih memilih mempertahankan kehormatan bangsanya.

    Strategi Perang Gerilya yang Cerdik

    Belanda menjuluki Tuan Rondahaim Saragih sebagai “Napoleon dari Tanah Batak.” Julukan ini muncul karena kecerdikannya dalam menyusun strategi perang.
    Ia menghindari pertempuran terbuka dan menerapkan taktik perang gerilya. Pasukannya menyerang secara tiba-tiba dari balik hutan, memukul mundur Belanda tanpa perlawanan frontal.

    Strategi ini membuat pasukan kolonial kewalahan. Selain itu, Mengenal Tuan Rondahaim Saragih berarti belajar bagaimana pemimpin lokal mampu mengimbangi kekuatan militer besar dengan taktik cerdas dan pemahaman medan yang mendalam.

    Benteng Terakhir yang Tak Tertembus

    Di bawah kepemimpinannya, Partuanan Raya menjadi satu-satunya kerajaan di Sumatera Utara yang tidak pernah sepenuhnya ditaklukkan oleh Belanda selama masa hidupnya.
    Hal ini menunjukkan betapa kuatnya strategi pertahanan yang ia bangun.
    Selain itu, ia juga menjalin diplomasi dengan kerajaan-kerajaan lain untuk memperkuat barisan perlawanan.

    Beberapa pertempuran penting yang dipimpinnya antara lain:

    • Pertempuran Dolok Merawan (21 Oktober 1887)
    • Pertempuran Bandar Padang (12 Oktober 1889)

    Dalam kedua pertempuran ini, pasukan Tuan Rondahaim Saragih berhasil memukul mundur pasukan kolonial.
    Tidak heran, banyak sejarawan menilai bahwa Mengenal Tuan Rondahaim Saragih berarti mengenang kisah keteguhan seorang raja pejuang yang pantang menyerah.

  • Jadwal PSMS Medan Putaran Ke 2 Liga 2 2025/2026: Cek Tanggal, Lawan, dan Lokasi Pertandingan

    Jadwal PSMS Medan Putaran Ke 2 Liga 2 2025/2026: Cek Tanggal, Lawan, dan Lokasi Pertandingan

    Jadwal PSMS Medan Putaran Ke 2 Liga 2 2025/2026: Cek Tanggal, Lawan, dan Lokasi Pertandingan

    Bagi para pendukung setia Ayam Kinantan, kabar terbaru soal jadwal PSMS Medan putaran ke 2 Liga 2 tentu sangat dinanti. Setelah menuntaskan putaran pertama dengan hasil yang beragam, tim kebanggaan warga Sumatera Utara kini bersiap menghadapi sembilan laga penting di paruh kedua musim Pegadaian Championship 2025/2026.

    Program kompetisi ini menjadi ajang pembuktian bagi PSMS Medan untuk memperbaiki posisi di klasemen dan menjaga peluang lolos ke babak delapan besar. Oleh karena itu, mengetahui secara rinci jadwal PSMS Medan putaran ke 2 Liga 2 sangat penting bagi para pendukung dan pecinta sepak bola tanah air.

    Rangkuman Performa Putaran Pertama PSMS Medan

    PSMS Medan menutup putaran pertama Liga 2 musim 2025/2026 di posisi keenam klasemen Grup 1. Tim berjuluk “Ayam Kinantan” tersebut mengumpulkan 12 poin dari sembilan pertandingan yang telah dilakoni, hasil dari tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan. Performa PSMS di putaran pertama dinilai masih belum optimal dan cenderung fluktuatif.

    Jadwal PSMS Medan Putaran Ke 2 Liga 2 2025/2026

    Berikut adalah jadwal lengkap pertandingan PSMS Medan berdasarkan unggahan resmi akun @official_psmsmedan di Instagram.
    Jadwal ini berlaku untuk putaran ke 2 Liga 2 musim 2025/2026, namun sewaktu-waktu bisa berubah sesuai kebijakan operator liga.

    • Tanggal: 13 November 2025; Lawan: Persekat Tegal; Lokasi Pertandingan: Stadion Trisanja, Tegal (Tandang); Jam Kick-off: 15.30 WIB
    • Tanggal: 19 November 2025; Lawan: PSPS Pekanbaru; Lokasi Pertandingan: Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru (Tandang); Jam Kick-off: 19.00 WIB
    • Tanggal: 24 November 2025; Lawan: Sumsel United FC; Lokasi Pertandingan: Stadion Utama Sumut, Deli Serdang (Kandang); Jam Kick-off: 15.30 WIB
    • Tanggal: 27 Desember 2025; Lawan: Sriwijaya FC; Lokasi Pertandingan: Stadion Utama Sumut, Deli Serdang (Kandang); Jam Kick-off: 15.30 WIB
    • Tanggal: 3 Januari 2026; Lawan: Persikad 1999 FC; Lokasi Pertandingan: Stadion Utama Sumut, Deli Serdang (Kandang); Jam Kick-off: 15.30 WIB
    • Tanggal: 11 Januari 2026; Lawan: Adhyaksa F.C. Banten; Lokasi Pertandingan: Lokasi akan dikonfirmasi (Tandang); Jam Kick-off: 15.30 WIB
    • Tanggal: 18 Januari 2026; Lawan: Persiraja Banda Aceh; Lokasi Pertandingan: Stadion Utama Sumut, Deli Serdang (Kandang); Jam Kick-off: 20.30 WIB
    • Tanggal: 25 Januari 2026; Lawan: Garudayaksa FC; Lokasi Pertandingan: Stadion Utama Sumut, Deli Serdang (Kandang); Jam Kick-off: 15.30 WIB
    • Tanggal: 30 Januari 2026; Lawan: FC Bekasi City; Lokasi Pertandingan: Lokasi akan dikonfirmasi (Tandang); Jam Kick-off: 15.30 WIB

    Total ada 9 pertandingan yang akan dijalani PSMS Medan, terdiri atas 6 laga tandang dan 3 laga kandang.
    Selain itu, seluruh laga kandang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, yang menjadi markas baru kebanggaan publik Medan.

  • Rincian Kuota Haji Reguler 2026 Sumatera Utara (Medan) dan Provinsi di Indonesia Lainnya

    Rincian Kuota Haji Reguler 2026 Sumatera Utara (Medan) dan Provinsi di Indonesia Lainnya

    Rincian Kuota Haji Reguler 2026 Sumatera Utara (Medan) dan Provinsi di Indonesia Lainnya

    Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama pemerintah Indonesia telah menetapkan sebaran kuota haji reguler tahun 2026 untuk setiap provinsi. Penetapan ini menjadi acuan penting bagi calon jemaah haji di seluruh Indonesia dalam mempersiapkan keberangkatan ke Tanah Suci.

    Bagi warga Sumatera Utara, informasi mengenai Kuota Haji Reguler 2026 Sumatera Utara menjadi sangat dinantikan. Kuota ini menentukan berapa banyak calon jemaah yang dapat berangkat dan bagaimana sistem antrean diberlakukan.

    Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya kesiapan administrasi dan kesehatan bagi para calon jemaah agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan aman.

    Kuota Haji Reguler 2026 Sumatera Utara

    Khusus untuk Sumatera Utara, total kuota yang diberikan mencapai 5.913 jemaah. Angka ini menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu provinsi dengan jumlah calon jemaah haji terbanyak di Pulau Sumatera.

    Kuota tersebut terbagi untuk seluruh kabupaten/kota di wilayah Sumatera Utara, termasuk Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, dan Tapanuli. Pemerintah daerah telah mulai melakukan pendataan ulang serta memastikan calon jemaah yang sudah terdaftar sesuai dengan persyaratan terbaru dari Kementerian Agama.

    Selain itu, masa tunggu keberangkatan haji di Sumatera Utara diperkirakan mencapai 20 tahun, sama seperti sebagian besar provinsi lain di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk mendaftar lebih awal agar tidak semakin lama menunggu.

    Rincian Kuota Haji Reguler 2026 per Provinsi

    Berikut rincian resmi Kuota Haji Reguler 2026 berdasarkan data dari Kementerian Agama Republik Indonesia:

    • Aceh: 5.426

    • Sumatera Utara: 5.913

    • Sumatera Barat: 3.928

    • Riau: 4.682

    • Jambi: 3.276

    • Sumatera Selatan: 5.895

    • Bengkulu: 1.354

    • Lampung: 5.827

    • Bangka Belitung: 1.077

    • Kepulauan Riau: 1.085

    • DKI Jakarta: 7.819

    • Jawa Barat: 29.643

    • Jawa Tengah: 34.122

    • DI Yogyakarta: 3.748

    • Jawa Timur: 42.409

    • Banten: 9.124

    • Bali: 698

    • Nusa Tenggara Barat: 5.798

    • Nusa Tenggara Timur: 516

    • Kalimantan Barat: 1.858

    • Kalimantan Tengah: 1.559

    • Kalimantan Selatan: 5.187

    • Kalimantan Timur: 3.189

    • Kalimantan Utara: 489

    • Sulawesi Utara: 402

    • Sulawesi Tengah: 1.753

    • Sulawesi Selatan: 9.670

    • Sulawesi Tenggara: 2.063

    • Gorontalo: 508

    • Sulawesi Barat: 1.450

    • Maluku: 608

    • Maluku Utara: 583

    • Papua Barat: 785

    • Papua: 447

    • Papua: 933

    Kesiapan Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Haji

    Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama telah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

    Misalnya, peningkatan kualitas pelayanan haji, pelatihan manasik haji di tingkat kabupaten, dan pemeriksaan kesehatan jemaah secara berkala. Di sisi lain, kerja sama antara pemerintah daerah dan maskapai penerbangan juga sedang diperkuat untuk memastikan kenyamanan perjalanan jemaah.

    Selain itu, Kementerian Agama juga memperluas kerja sama dengan rumah sakit dan lembaga kesehatan agar setiap calon jemaah haji dari Sumatera Utara mendapatkan pendampingan medis yang memadai sebelum keberangkatan.

  • Bulog Sumut Segera Salurkan 1.405 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Ayam

    Bulog Sumut Segera Salurkan 1.405 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Ayam

    Medan – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) segera menyalurkan 1.405 ton jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk peternak ayam pedaging dan petelur skala mikro, kecil, dan menengah. Penyaluran ditargetkan mulai Oktober 2025, sambil menunggu keputusan pusat terkait tambahan kuota nasional.

    Jagung SPHP Disalurkan untuk 70 Peternak Mandiri di Empat Kabupaten Sumut

    Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan jagung SPHP tersebut akan disalurkan kepada sekitar 70 peternak mandiri yang tersebar di Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Simalungun, dan Serdang Bedagai. Keempat daerah itu merupakan sentra produksi ayam dan telur yang memasok kebutuhan di berbagai wilayah Sumatera Utara.

    Selain distribusi SPHP, Bulog Sumut juga mencatat sudah menyerap 750 ton jagung pipil dari petani lokal sejak Januari hingga awal Oktober 2025. Penyerapan ini dilakukan di sejumlah kabupaten seperti Langkat, Karo, Labuhanbatu, Asahan, dan Deli Serdang, untuk mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan pakan.

    Baca Juga :Beras Murah di Medan: BBN Indonesia Salurkan 5 Ton untuk Warga, Cek Lokasi dan Syaratnya

    Sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga jagung SPHP ditetapkan Rp5.500 per kilogram. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp78 miliar untuk program ini.

    Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menegaskan kebijakan ini bertujuan menyeimbangkan harga jagung di tingkat petani maupun peternak agar kedua pihak tidak dirugikan.

    Program penyaluran jagung SPHP merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya melindungi petani jagung sekaligus membantu peternak kecil agar tidak terbebani harga pakan tinggi.

    Dengan penyaluran ini, diharapkan harga ayam dan telur di Sumut tetap stabil serta pasokan pangan masyarakat lebih terjaga

  • Masyarakat Sumut Bisa Berobat Gratis, Program PROBIS Mulai Berlaku 1 Oktober 2025

    Masyarakat Sumut Bisa Berobat Gratis, Program PROBIS Mulai Berlaku 1 Oktober 2025

    Masyarakat Sumut Bisa Berobat Gratis, Program PROBIS Mulai Berlaku 1 Oktober 2025

    Hak dasar setiap warga negara adalah memiliki kesehatan yang baik. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meluncurkan Program Berobat Gratis Sumut Berkah (PROBIS), yang memungkinkan warga Sumut mendapatkan perawatan medis tanpa biaya hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Program ini bertujuan untuk memastikan akses yang merata dan terjangkau terhadap layanan kesehatan. Program PROBIS dimulai pada 1 Oktober 2025.

    Apa itu PROBIS?

    Program Berobat Gratis Sumut Berkah (PROBIS) bertujuan untuk memberikan kesehatan gratis kepada seluruh penduduk Sumatera Utara. Mulai 1 Oktober 2025, orang dapat mendapatkan layanan medis hanya dengan menunjukkan KTP di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.



    Tujuan Program PROBIS

    Tujuan utama PROBIS adalah memastikan bahwa warga Sumut tidak mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan karena masalah biaya. Selain itu, program ini merupakan upaya konkrit untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Sumatera Utara.

    Prestasi UHC di Sumut dan Predikat UHC Prioritas

    Per 1 September 2025, Provinsi Sumatera Utara berhasil mencapai predikat UHC Prioritas dengan capaian kepesertaan BPJS Kesehatan sebesar 100,20% dan tingkat keaktifan peserta sebesar 80,27%. Ini lebih cepat dari target yang ditetapkan selama dua tahun sebelumnya.
    diknas.sumutprov.go.id

    Implementasi PROBIS

    Dengan pencapaian UHC ini, program PROBIS dapat diterapkan dengan baik. Orang-orang dengan KTP Sumut dapat mendapatkan perawatan medis langsung di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tanpa harus mendaftar atau membayar biaya.



    Langkah-langkah Penggunaan PROBIS

    • Pastikan KTP Anda asli dan sesuai dengan data yang ada di sistem.
    • Kunjungi puskesmas atau rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
    • Untuk verifikasi data, berikan KTP kepada petugas registrasi.
    • Dapatkan perawatan medis sesuai kebutuhan Anda secara gratis.
    • Fasilitas Medis yang Terlibat

    Setiap rumah sakit dan puskesmas yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Sumatera Utara termasuk dalam Program PROBIS. Daftar fasilitas kesehatan yang berpartisipasi dapat dilihat melalui situs web resmi BPJS Kesehatan atau Dinas Kesehatan Provinsi Sumut.



    Komitmen Pemerintah Provinsi Sumut Mendapatkan Dukungan dari Pemerintah dan BPJS Kesehatan

    Menurut Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, program PROBIS merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan akses kesehatan. Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden untuk memperkuat sektor sumber daya manusia dan kesehatan.

    Pentingnya BPJS Kesehatan

    BPJS Kesehatan mendukung penuh pelaksanaan PROBIS dengan memastikan seluruh fasilitas kesehatan yang berpartisipasi siap memberikan layanan sesuai standar. BPJS Kesehatan juga melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan program berjalan dengan baik dan mencapai tujuan.

  • Kota Medan: Sejarah, Budaya, dan Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi

    Kota Medan: Sejarah, Budaya, dan Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi

    Kota Medan: Sejarah, Budaya, dan Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi

    Kota Medan adalah ibu kota Provinsi Sumatera Utara sekaligus kota metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Sebagai gerbang utama kawasan barat Indonesia, Medan memiliki peran penting dalam bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.

    Sejarah Singkat Kota Medan

    Medan awalnya hanyalah sebuah kampung kecil bernama Kampung Medan. Pada abad ke-19, kawasan ini berkembang pesat karena perkebunan tembakau Deli yang terkenal hingga ke Eropa. Seiring waktu, Medan berubah menjadi kota modern dengan infrastruktur yang terus berkembang.



    Kekayaan Budaya

    Medan dikenal sebagai kota multikultural. Di sini, beragam etnis hidup berdampingan, mulai dari Batak, Melayu, Jawa, Minangkabau, Tionghoa, hingga India. Hal ini tercermin dalam tradisi, arsitektur bangunan, serta kuliner khas Medan yang terkenal kaya rasa.

    Wisata Populer di Medan

    Kota Medan menyimpan banyak destinasi wisata menarik, antara lain:

    • Istana Maimun: Ikon kota dengan arsitektur megah peninggalan Kesultanan Deli.
    • Masjid Raya Al Mashun: Masjid bersejarah dengan desain unik yang memadukan gaya Timur Tengah, India, dan Spanyol.
    • Tjong A Fie Mansion: Rumah tua bergaya Tiongkok-Eropa yang sarat sejarah.
    • Taman-taman Kota: Tempat rekreasi murah meriah, seperti Taman Ahmad Yani dan Taman Sri Deli.




    Kuliner Khas Medan

    Berbicara soal Medan tidak lengkap tanpa mencicipi kulinernya. Beberapa makanan yang wajib dicoba adalah soto Medan, lontong Medan, mie gomak, bika Ambon, dan durian Ucok yang sudah mendunia.

    Medan sebagai Pusat Ekonomi

    Selain pariwisata, Medan juga dikenal sebagai pusat perdagangan dan bisnis. Pelabuhan Belawan dan Bandara Kualanamu menjadikan Medan sebagai pintu gerbang internasional. Banyak investor yang menjadikan kota ini sebagai basis usaha di Sumatera.

    Penutup

    Kota Medan adalah kota yang memadukan sejarah, budaya, dan modernitas. Dengan destinasi wisata yang beragam dan kuliner yang menggugah selera, Medan menjadi salah satu tujuan utama wisatawan lokal maupun mancanegara.



  • Sejarah Pertempuran Medan Area 9 Oktober 1945 Usai Kemerdekaan Indonesia

    Sejarah Pertempuran Medan Area 9 Oktober 1945 Usai Kemerdekaan Indonesia

    Sejarah Pertempuran Medan Area 9 Oktober 1945 Usai Kemerdekaan Indonesia

    Pertempuran Medan Area merupakan salah satu peristiwa penting dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Hatta, situasi di berbagai daerah masih belum stabil. Pada 9 Oktober 1945, pasukan Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly mendarat di Medan.

    Tujuan awal mereka adalah membebaskan tawanan perang Jepang serta menjaga ketertiban pascaperang. Namun, kedatangan Sekutu yang disertai oleh NICA (pemerintah sipil Belanda) menimbulkan kecurigaan rakyat. Kehadiran ini kemudian menjadi pemicu munculnya perlawanan rakyat Medan terhadap kembalinya kekuasaan kolonial.

    Latar Belakang Pertempuran Medan Area

    Setelah kemerdekaan diproklamasikan, banyak daerah menghadapi kekosongan kekuasaan, termasuk di Sumatera Utara. Pendaratan pasukan Sekutu di Belawan pada 9 Oktober 1945 membawa serta NICA yang bertugas menangani tawanan perang Belanda. Pada awalnya, kehadiran mereka disambut baik karena dianggap membantu membebaskan tawanan. Namun, kabar bahwa Belanda ingin kembali menguasai Indonesia menimbulkan kewaspadaan dan kecurigaan di kalangan rakyat Medan. Situasi ini menjadi bagian penting dalam sejarah perlawanan yang dikenal dengan Pertempuran Medan Area.

    Insiden Pemicu Konflik Pertempuran Medan Area

    Konflik besar terjadi pada 13 Oktober 1945 di Jalan Bali, Medan. Seorang perwira NICA merampas dan menginjak bendera merah putih milik seorang pemuda Indonesia. Tindakan tersebut memicu kemarahan rakyat dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pertempuran pun pecah antara laskar rakyat dengan pasukan Sekutu–NICA. Perlawanan ini meluas ke wilayah Pematang Siantar dan Berastagi, memperlihatkan semangat juang rakyat Medan dalam mempertahankan kemerdekaan.

    Kronologi Pertempuran Medan Area

    Pertempuran berlangsung sejak Oktober 1945 hingga April 1946. Beberapa peristiwa pentingnya adalah:

    • 9 Oktober 1945

      Pasukan Sekutu dan NICA mendarat di Medan. Kedatangan mereka disambut Gubernur Sumatera Utara, Teuku Mohammad Hasan, namun juga disertai pembentukan Batalyon KNIL.

    • 13 Oktober 1945

      Insiden Jalan Bali memicu perlawanan rakyat. TKR dan laskar pemuda menyerbu gedung pemerintahan di Medan.

    • 18 Oktober 1945

      Sekutu mengeluarkan ultimatum agar rakyat menyerahkan senjata, namun ditolak.

    • 1 Desember 1945

      Sekutu menetapkan batas kota dengan papan bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area”, yang semakin memperuncing ketegangan.

    • 10 Desember 1945

      Sekutu dan NICA melancarkan serangan besar-besaran terhadap Medan.

    • April 1946

      Medan jatuh ke tangan Sekutu, dan pusat pemerintahan RI di Sumatera Utara dipindahkan ke Pematang Siantar.

    Dampak Pertempuran Medan Area

    Pertempuran Medan Area meninggalkan sejumlah dampak besar, di antaranya:

    • Banyak pejuang gugur, tercatat tujuh pemuda Indonesia dan tujuh anggota NICA tewas, serta puluhan lainnya luka-luka.
    • Kota Medan dikuasai Sekutu hingga April 1946, memaksa pemerintah RI memindahkan pusat pemerintahan ke Pematang Siantar.
    • Pada 10 Agustus 1946 dibentuk Resimen Laskar Rakyat Medan Area (RLMA) untuk memperkuat perjuangan rakyat.

    Pasca pertempuran, dilakukan perundingan untuk menetapkan batas wilayah di Medan Area demi menghindari bentrokan lanjutan.