Apa Saja Tanda Bahwa Perusahaan Ingin Melakukan PHK
Pemutuan hubungan kerja (PHK) tak hanya melanda di indoneisa saja, perusahan raksasa seperti Meta dan Amazon juga memangkas ribuan pekerjanya.
Dengan maraknya PHK pun membuat banyak pekerja yang was-was apabila mereka akan terkena pemangkasan di kemudian hari.
Jason Walker dan Rey Ramirez, pendiri Thrive HR Consulting, banyak PHK yang terjadi belakangan juga terkait dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI).
“Perusahaan melihat bahwa mereka bisa bekerja lebih efisien dan membutuhkan lebih sedikit staf berkat AI, jadi mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk mengurangi jumlah karyawan,” kata Walker.
Alasan lain juga karena menjelang akhir tahun, perusahaan mulai meninjau kembali jumlah karyawan dan biaya operasional, lalu melakukan “pemangkasan umum terhadap tenaga kerja berdasarkan hal itu.”
Baca Juga : 5 Hal Yang Harus Dilakukan Setelah Terkena PHK
3 Tanda Perusahaan Mau Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja
Melansir Dari CNBC Make It, Kamis (6/11/2025), PHK mungkin akan terasa mendadak bagi pekerja. Namun, sejumlah pakar menyebut bahwa ada beberapa tanda perusahaan akan melakukan PHK.
Mulai melambatnya rekrutmen dan pengeluaran
Jalonni Weaver, perekrut di Dallas, Amerika Serikat mengatakan, tanda paling jelas dari PHK akan segera tiba yaitu melambatnya proses rekrutmen karyawan.
“Tanda bahaya muncul ketika perusahaan berhenti membuka lowongan baru, atau posisi yang dibuka dibiarkan kosong berbulan-bulan,” ucap Weaver.
Hal ini juga menandakan perusahaan tengah mengalami masalah keuangan, dan menurut Weaver, jika jumlah rekrutmen menurun, pekerjaan bagian Sumber Daya Manusia (SDM) pun ikut terancam.
Walaupun freeze hiring tak selalu akan ada PHK, Walker juga menegaskan itu jarang menjadi pertanda kondisi keuangan yang baik.
Tak hanya itu, perhatikan juga jika perusahaan mulai mengurangi fasilitas dan anggaran.
Biasanya, menghilangkan hal-hal kecil seperti snack gratis atau sarana hiburan kantor perlahan. Pemangkasan atau tidak membagikan lagi bonus akhir tahun.
“Suasananya juga ikut berubah. Orang-orang jadi tidak seceria dulu,” kata Weaver.
Nada Pimpinan Berubah Saat Komunikasi
Ramirez juga mengatakan, tak menyadari pertanda lain seperti ada perubahan bahasa dalam pesan manajemen.
Mengucapkan kalimat seperti “Kita perlu bekerja lebih efisien” bisa menjadi tanda bahaya bahwa perusahaan berencana mengurangi jumlah karyawan.
Rosie Nestingen, konsultan transformasi organisasi, saat perusahaan mulai menekankan efisiensi operasional ketimbang inovasi, “itu biasanya tanda bahwa perubahan besar akan datang, dan orang-orang akan terdampak.”
“Jika di satu kuartal perusahaan fokus pada inovasi dan dampak, lalu kuartal berikutnya mulai bicara soal ‘mengetatkan ikat pinggang,’ itu bisa jadi sinyal PHK,” kata Nestingen.
Pekerja Keluar Satu Per Satu
Weaver juga mengungkapkan, pertanda lainnya adalah quiet firing, di mana perusahaan mulai mencari cara untuk membuat karyawannya keluar tanpa melakukan PHK resmi, terlepas dari kinerja mereka.
Ada beberapa caranya seperti memotong setengah jam kerja, sampai memangkas gaji. Hal ini akhirnya membuat banyak karwayan yang terpaksa keluar dengan sendirinya.
Walker juga menambakan, kebijakan wajib kembali ke kantor juga bisa dipakai untuk mengurangi jumlah karyawan, karena banyak pekerja yang memilih mencari kerja baru ketimbang kembali ke kantor, usai bertahun-tahun bekerja dari rumah.
“Mereka mungkin tahu kondisi perusahaan sedang tidak baik, atau merasa tidak ada lagi peluang berkembang,” kata Walker.
Apa yang harus dilakukan pekerja?
Jika sudah terlihat tanda-tanda semacam itu, pakar menyarankanu untuk tidak mengabaikannya.
Oleh karena itu, Weaver menegaskan bahwa kamu harus selalu memperbarui CV-mu, serta mengikuti terus tren di pasar kerja seperti melihat keterampilan apa yang sekarang lagi banyak dicari.
“Tanyakan pada diri sendiri: apa yang berubah, skill apa yang sedang naik daun, dan bagaimana aku bisa mempelajarinya di posisi sekarang,” ujarnya.
Meski kamu masih nyaman di tempat kerja yang sekarang, ada baiknya kamu juga sesekali mengajukan lamaran ke tempat lain. Ini juga jadi cara untuk memastikan CV dan kemampuanmu tetap relevan.
“CV-mu harus selalu siap dan tampil maksimal. Kalau kamu mulai merasa ada tanda-tanda akan terjadi PHK, segera kirimkan lamaran ke luar,” kata Weaver.
Tidak hanya itu, kamu juga bisa mencoba langsung menghubungi kenalanmu atau manajer rekrutmen. Menurut Weaver, pendekatan personal sekarang jauh lebih efektif.
Dan yang paling penting, kata Weaver, jangan terlalu nyaman dengan pekerjaanmu yang sekarang.
“Tidak apa-apa mencintai pekerjaanmu, tapi jangan sampai terlalu nyaman hingga kamu tidak menyadari tanda-tanda bahaya,” katanya.
“Pada akhirnya, bisnis akan melakukan apa pun yang perlu mereka lakukan demi kepentingan mereka sendiri,” pungkas Weaver
Kesimpulan
Jika kamu sudah mendapatkan tanda-tanda tersebut kemungkinan perusahan kamu akan melakukan PHK pada karyawan, jadi sebaiknya kamu tidak boleh mengabaikannya.
















