Jika Kamu Ingin, Kaya Kamu Harus Meninggalkan Beberapa Kebiasaan Ini
Kekayaan tak akan selalu datang karena seseorang bekerja lebih kerjas dari orang lain. Justru miliuner banyak menilai, kunci utama dari kesuksesan adalah berhenti melakukan hal yang selama ini menghambat kemajuan.
Kebiasaan yang membantu seseorang bertahan hidup di masa sulit, akan sering kali menjadi beban ketika kesempatan untuk maju terbuka. Pola pikir untuk bertahan hidup perlu menggantinya dengan pola pikir tumbuh.
Orang kaya tidak hanya menambah kebiasaan baru, tetapi juga akan meninggalkan kebiasaan lama yang membuat mereka terjebak di posisi yang sama.
Melansir dari New Trader U, Sabtu (8/11/2025) berikut lima kebiasaan yang ditinggalkan orang kaya saat beralih dari kesulitan ekonomi menuju kebebasan finansial.
5 Kebiasaan Yang Orang Kaya Tinggalkan
Baca Juga : Tips Mendapatkan Penghasilan Tambahan Untuk Memenuhi Kebutuhan
1. Mengejar Pengakuan Orang Lain
Banyak orang yang hidupnya pas-pasan merasa perlu terlihat berhasil. Mobil bagus, jam tangan mewah, hingga barang bermerek jadi simbol status sosial. Namun, bagi mereka yang sudah mencapai stabilitas finansial, semua itu berhenti menjadi ukuran kesuksesan.
Orang kaya akan memahami, karena barang mahal tidak dapat menambah isi rekening. Mereka lebih memilih mengarahkan uang ke investasi, pendidikan, atau bisnis.
Fokus mereka bergeser dari pencitraan ke tujuan. Bukan lagi “Apa kata orang?”, melainkan “Apakah ini mendukung rencana hidup saya?”.
Jika kita berhenti berusaha terlihat kaya, justru proses tersebut dapat membuat kekayaan menjadi lebih cepat. Karena kita tidak menghabis uang untuk gengsi, dan dapat menginvestasikan untuk masa depan.
2. Menghabiskan Waktu untuk Hiburan Tidak Penting
Bagi orang kaya waktu adalah aset yang paling berharga. Mereka tidak akan mengahabiskan waktu hanya untuk menonton acara televisi atau hiburan tanpa arah.
Bukan orang kaya anti hiburan, karena mereka lebih baik menggunakan waktu untuk hal yang lebih prorduktif seperti belajar, membaca, atau mengembangkan keterampulan dari pada menghabiskan waktu untuk menonton hal yang tidak produktif.
Banyak orang kaya yang akan menggantikan waktu menonon dengan membaca buku nonfiksi, mendengarkan podcast, atau memperluas wawasan. Bisa melakukan kebiasaan sederhana ini terus-menerus.
Mereka tetap dapat menikmati hiburan, tetapi dengan kesadaran yang terbatas. Tujuan jelasnya yaitu untuk tidak menghabiskan waktu, melainjan untuk menginvestasikannya.
3. Berhenti Menyalahkan Keadaan
Pola pikir dengan menyalahkan keadaan akan menjadi hambatan terbesar untuk membangun kekayaan. Orang yang sukses tidak mengabaikan kenyataan bahwa ketimpangan atau hambatan memang ada, tetapi mereka tidak berhenti di sana.
Alih-alih terus berkata “Ekonomi sedang sulit, saya tak bisa maju,” mereka berpikir, “Ekonomi sulit, apa keterampilan baru yang harus saya pelajari?”
Fokus mereka bukan pada hal yang tak bisa mengendalikannya, tapi pada hal yang bisa mengubah usaha, pengetahuan, keputusan, dan tindakan. Mengenal prinsip ini sebagai ownership mindset atau mengambil tanggung jawab penuh atas hasil sendiri.
Dengan pola pikir seperti ini, mereka tetap bisa melangkah, bahkan di tengah situasi sulit.
4. Hanya Mengandalkan Gaji Bulanan
Salah satu perbedaan besar antara orang kaya dan orang biasa adalah cara mereka memandang pendapatan. Orang kaya tak bergantung sepenuhnya pada gaji bulanan.
Karena mereka akan mencari cara agar uang tetap bekerja, bahkan saat mereka tidak kerja. Sumbernya bisa dari bisnis, saham dividen, produk digital, atau properti sewa.
Pertanyaannya bukan lagi “Bagaimana saya bisa bekerja lebih lama?”, tetapi “Bagaimana saya bisa menciptakan nilai yang terus menghasilkan meski saya berhenti bekerja?”.
Adanya cara itu, mereka dapat membangun sistem pendapatan yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada jam kerja.
5. Menjaga Lingkungan yang Mendorong Pertumbuhan
Lingkungan sosial sangat memengaruhi cara berpikir. Orang kaya tidak memutus hubungan lama, tetapi mereka mulai menjaga jarak dari pergaulan yang dipenuhi keluhan dan pesimisme.
Mereka tahu, ambisi menular. Begitu juga rasa putus asa. Jika semua orang di sekitar berpikir bahwa bekerja selama 40 tahun adalah satu-satunya jalan aman, ide membangun bisnis akan dianggap mustahil.
Karena itu, mereka mencari lingkungan yang membicarakan peluang, strategi, dan cara berkembang. Percakapan mereka bukan tentang gosip, tapi tentang ide dan masa depan.
Memperbarui lingkungan bukan berarti melupakan masa lalu, tetapi memastikan orang-orang di sekitar ikut mendorong pertumbuhan diri.
Kesimpulan
Orang kaya akan meninggalkan kebiasaan ini, karna kebiasaan ini dapat menghambat untuk kesuksesan dari mulai menghabiskan waktu untuk hal yang tidak produktif sampai hanya mengandalkan gaji bulanan.

















