5 Nabi yang Diberi Gelar Ulul Azmi karena Kesabarannya yang Teguh
Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW berisi petunjuk, hukum, serta kisah-kisah masa lalu yang kebenarannya terjamin. Salah satu kisah penting yang tercantum di dalamnya adalah kisah para nabi dan rasul, termasuk para Nabi Ulul Azmi yang merupakan manusia pilihan Allah SWT untuk membimbing umat agar hanya menyembah kepada-Nya.
Dalam perjuangan dakwah, para nabi menghadapi tantangan besar. Namun, ada lima nabi yang dikenal memiliki kesabaran dan ketabahan luar biasa sehingga Allah SWT memberikan gelar khusus kepada mereka, yaitu Ulul Azmi. Gelar ini tercantum dalam surah Asy-Syura ayat 13, yang menegaskan bahwa mereka memiliki kedudukan istimewa karena keteguhan dalam menegakkan agama Allah SWT.
Apa Itu Ulul Azmi?
Secara bahasa, Ulul berarti “pemilik” dan Azmi berarti “keteguhan atau pendirian yang kuat”. Jadi, Ulul Azmi adalah gelar yang diberikan kepada nabi dan rasul yang memiliki tekad, kesabaran, serta keteguhan luar biasa dalam menghadapi berbagai ujian saat menyampaikan risalah Allah SWT.
Dari 25 nabi yang wajib diketahui, hanya ada 5 nabi yang mendapat gelar ini, yaitu:
Nabi Nuh AS
Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun di tengah kaumnya yang menyembah berhala, bahkan keluarganya sendiri menentang ajaran tauhid. Meski terus diejek dan dihina, beliau tidak berhenti menyeru umat agar kembali kepada Allah SWT. Kesabarannya mencapai puncak saat Allah memerintahkannya membuat bahtera besar untuk menyelamatkan orang-orang beriman dari banjir besar. Inilah bukti keteguhan Nabi Nuh AS dalam berdakwah sebagai salah satu Nabi Ulul Azmi.
Nabi Ibrahim AS
Sejak muda, Nabi Ibrahim menentang penyembahan berhala, bahkan rela menghadapi hukuman dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud. Namun, atas izin Allah, api menjadi dingin dan tidak membakarnya. Kesabarannya juga tampak saat menerima perintah untuk meninggalkan istrinya Hajar dan putranya Ismail di padang tandus, serta ketika diuji untuk menyembelih Ismail. Semua ujian itu beliau jalani dengan penuh kepatuhan dan ketabahan yang khas pada para Nabi Ulul Azmi.
Nabi Musa AS
Nabi Musa menghadapi raja zalim, Firaun, yang mengaku sebagai Tuhan. Dengan penuh kesabaran, beliau menyampaikan dakwah meski dihadapkan pada ancaman pembunuhan. Mukjizatnya berupa tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan membelah Laut Merah menjadi bukti pertolongan Allah kepadanya. Setelah itu kaumnya membawakan ujian lain, Bani Israil, yang sering membangkang meski sudah diselamatkan. Namun, Nabi Musa tetap sabar dalam membimbing mereka dengan tekad seorang Nabi Ulul Azmi.
Nabi Isa AS
Nabi Isa lahir tanpa seorang ayah, sebuah ujian besar bagi ibunya, Maryam. Sejak bayi, Allah memberinya mukjizat bisa berbicara untuk membela ibunya dari fitnah. Saat berdakwah, beliau mendapat penolakan keras dari Bani Israil. Namun, Nabi Isa tetap teguh menyeru umat untuk menyembah Allah SWT. Mukjizat lain seperti menyembuhkan orang buta, menghidupkan orang mati, dan mengetahui isi hati manusia merupakan mukzizatnya. Meski para orang kafir berencana untuk mensalibnya, Allah menyelamatkannya dengan mengangkat beliau ke langit. Teguhnya nabi ini mencirikan para Nabi Ulul Azmi.
Nabi Muhammad SAW
Rasulullah SAW adalah penutup para nabi dan rasul. Sejak kecil, beliau mendapat ujian dengan menjadi yatim piatu. Saat berdakwah, beliau menghadapi penentangan keras dari kaum Quraisy, bahkan dari kerabat dekatnya sendiri. Meski begitu, Rasulullah tetap sabar dan teguh menyampaikan risalah Islam hingga wafat. Mukjizat terbesar beliau adalah Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup umat manusia sepanjang zaman, memperlihatkan sifat Nabi Ulul Azmi.
Penutup
Kelima nabi tersebut, dikenal dengan istilah Nabi Ulul Azmi, mendapat gelar ini karena ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan mereka dalam menghadapi berbagai ujian. Kisah mereka menjadi teladan berharga bagi umat Islam untuk tetap tegar dalam menghadapi cobaan hidup, selalu berpegang teguh pada kebenaran, dan tidak pernah goyah dalam keimanan kepada Allah SWT.

















