Ada Pelakor di Puskesmas Tegal Sari Medan Denai 😱😱😱
Medan – Pelakor biasanya tertuju pada hal negatif. Namun pada kali ini pelakor membawa dampak positif pada kesehatan. Sungguh mengherankan bukan?
Pelakor yang ini merupakan suatu program yang disediakan oleh Puskesmas Tegal Sari, Medan Denai. Pelakor merupakan suatu akronim atau singkatan dari “Pelaksanaan Totok Cegah Rokok”.
Program ini resmi pada hari tanpa tembakau sedunia atau yang biasa disebut hari tanpa rokok sedunia.
Menurut Kepala UPT Puskesmas Tegal sari ini, program “Pelakor” adalah cara yang sangat baik untuk mengurangi jumlah perokok.
“Kita berinovasi sesuai visi misi bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution, dengan menghadirkan program Pelakor. Dalam Pelakor ini digunakan dua metode yakni totok dan sugesti agar berhenti merokok,” kata Kartika Anggreny dalam keterangannya, Kamis (1/6)
Petugas yang melaksanakan program “Pelakor” ini merupakan para ahli dalam bidang totok tubuh. Menurut keterangan syarat utama untuk mengikuti program “Pelakor adalah keinginan dan niat untuk berhenti merokok.
“Teknik totok ini dapat berhasil jika perokok mempunyai keinginan kuat untuk berhenti merokok, karena dia harus datang beberapa kali untuk terapi,” ujarnya.
Terapi “Pelakor” dapat menstimulasi indra penciuman perokok. Dengan stimulasi, perokok akan merasakan bau yang tak nyaman jika mereka mencium rokok. Dengan secara tidak langsung akan mengurangi jumlah perokok.
“Hingga ia terstimulasi merasakan bahwa rokok itu bau, tidak enak dan keinginan untuk merokok hilang,” ujarnya.
Terapi ini telah berjalan beberapa hari lalu. Tak hanya bermanfaat, terapi ini juga tidak dipungut biaya sama sekali.
“Pelayanan Pelamor ini tidak dikenakan biaya apapun, karena inovasi ini tidak membutuhkan biaya melainkan keterampilan dan hal ini merupakan wujud promosi kesehatan dalam upaya pencegahan merokok,” ujarnya.
Tak hanya sampai disitu beliau juga berharap para konseling di Puskesmas Tegal Sari juga berhenti merokok. Hal ini berguna untuk membujuk para masyarakat dan pasien yang berada di lingkungan tersebut.
“Setelah ini, UPT Puskesmas Tegal Sari berharap bisa membuka Klinik Konseling Berhenti Merokok sebagai lanjutan dari pengembangan Inovasi ini. Dimana di klinik ini nantinya selain dilakukan terapi juga dapat dilakukan konseling, pengukuran kadar CO dalam paru-paru perokok dan totok secara berkala agar perokok termotivasi untuk berhenti,” tutupnya.

















