Pentingnya Adab Ketika Makan
Makan bukan sekadar mengenyangkan perut, tapi juga menjadi bagian dari ibadah bila dilakukan dengan Adab di Meja Makan yang benar.
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga etika di setiap aktivitas, termasuk saat duduk di meja makan.
Rasulullah SAW mencontohkan bahwa makan dengan cara yang baik bukan hanya menambah keberkahan, tapi juga menunjukkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
Awali dengan Kebersihan dan Doa
Sebelum menyentuh makanan, Rasulullah SAW mengajarkan agar seseorang mencuci tangan dan membaca doa “Bismillah.” Adab di meja makan harus dimulai dengan kesucian.
Doa sederhana ini menjadi bentuk pengakuan bahwa rezeki datang dari Allah.
Makan tanpa menyebut nama Allah dapat mengurangi keberkahan, sementara memulainya dengan doa menambah pahala dalam setiap suapan.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) 2025 Lewat Situs Resmi Kemendikbud
Cara Makan yang Dianjurkan Rasulullah
Dalam ajaran Islam, cara makan juga memiliki aturan yang menumbuhkan sopan santun dan rasa syukur.
Rasulullah SAW selalu makan dengan tangan kanan, mengambil makanan dari sisi terdekat, dan tidak pernah berlebihan.
Beliau juga mengingatkan agar umatnya tidak mencela makanan, meski mungkin tidak sesuai selera, dengan menjaga Adab di Meja Makan.
Rasulullah SAW bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari yang terdekat darimu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain itu, beliau mengajarkan agar makan dilakukan perlahan dan tidak tergesa-gesa.
Makan sambil berbicara baik, berbagi makanan, serta duduk dengan tenang menunjukkan akhlak seorang Muslim yang penuh kesopanan.
Akhiri dengan Rasa Syukur
Setelah selesai makan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membaca doa
“Alhamdulillahil ladzi ath’amana wa saqana wa ja’alana minal muslimin,”
yang berarti “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, minum, dan menjadikan kami termasuk orang-orang Islam.”
Doa ini menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang mungkin tidak semua orang dapatkan, terutama saat mencerminkan adab di meja makan dengan baik.
Makna di Balik Adab Makan
Adab di meja makan tidak hanya soal tata cara, tapi juga soal hati. Islam mengajarkan agar kita tidak serakah, tidak mubazir, dan selalu bersyukur.
Dengan menjaga adab makan, seorang Muslim melatih diri untuk disiplin, rendah hati, dan menghargai setiap rezeki yang diberikan Allah SWT.
Makan dengan adab bukan hanya menyehatkan tubuh, tapi juga membersihkan hati dari sifat tamak dan sombong.
Itulah mengapa Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya menjaga etika, bahkan dalam hal yang paling sederhana sekalipun seperti saat duduk di meja makan.
Kesimpulan
Menjaga adab di meja makan bukan hanya tentang sopan santun, tapi juga bentuk ibadah dan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memulai dengan doa, makan dengan tangan kanan, tidak berlebihan, dan mengakhirinya dengan pujian kepada Allah.
Sikap sederhana ini menumbuhkan kesadaran bahwa setiap rezeki adalah amanah yang harus dijaga.
Dengan menerapkan adab makan sesuai sunnah, seorang Muslim tidak hanya menjaga kesehatannya, tapi juga memperindah akhlaknya di hadapan Allah dan sesama dengan menunjukkan adab ketika berada di meja makan.
Follow Instagram Medanaktual: https://www.instagram.com/medan.aktual/
















