Apa Itu Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Pada Cerpen
Cerpen atau cerita pendek merupakan karya sastra yang menceritakan kisah singkat dengan satu alur utama dan berfokus pada satu tokoh atau peristiwa penting. Dalam penyusunannya, cerpen memiliki dua unsur penting yang membentuk keutuhan cerita, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Kedua unsur ini memiliki peran berbeda namun saling melengkapi agar cerita lebih hidup dan bermakna.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam cerpen? Berikut penjelasan lengkapnya.
Pengertian Unsur Intrinsik Cerpen
Unsur intrinsik adalah unsur pembangun yang berasal dari dalam cerita itu sendiri. Unsur ini membentuk struktur dan makna cerpen sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Tanpa unsur intrinsik, cerita akan kehilangan arah dan nilai estetikanya.
Berikut komponen penting dalam unsur intrinsik cerpen:
Tema
Tema merupakan ide utama atau pokok pikiran yang menjadi dasar dari seluruh cerita. Tema berfungsi sebagai “jiwa” yang menggerakkan jalannya cerita dan menentukan arah alur serta pesan yang ingin disampaikan.
Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah karakter dalam cerita, sedangkan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan watak, sifat, dan perilaku tokoh tersebut. Dalam cerpen biasanya terdapat tokoh protagonis, antagonis, tritagonis, dan figuran.
Alur Cerita (Plot)
Alur merupakan urutan peristiwa dalam cerita yang saling berhubungan secara sebab-akibat. Alur bisa berbentuk alur maju, mundur, atau campuran.
Latar (Setting)
Latar atau setting mencakup tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita. Unsur ini membantu pembaca memahami konteks dan situasi cerita.
Sudut Pandang (Point of View)
Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam menyampaikan cerita. Sudut pandang pengarang terbagi atas tiga jenis, yaitu sudut pandang orang pertama, orang kedua, dan orang ketiga. Umumnya digunakan sudut pandang orang pertama (“aku”) atau orang ketiga (“dia”) yang serba tahu.
Gaya Bahasa (Majas)
Gaya bahasa adalah cara pengarang menggunakan bahasa untuk memperindah cerita. Jenis-jenis gaya bahasa meliputi metafora, personifikasi, hiperbola, litotes, dan simile. Penggunaan gaya bahasa yang tepat membuat cerita lebih hidup dan menarik.
Amanat
Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Biasanya amanat bersifat tersirat dan dapat diambil dari keseluruhan isi cerita. Contohnya, cerita dengan tema perjuangan para pahlawan biasanya menyampaikan pesan untuk menumbuhkan sikap pantang menyerah serta semangat dalam mempertahankan kemerdekaan.
Pengertian Unsur Ekstrinsik Cerpen
Berbeda dengan unsur intrinsik, unsur ekstrinsik adalah unsur yang berasal dari luar cerita, tetapi juga memengaruhi isi dan makna sebuah cerpen. Unsur ini berkaitan dengan faktor-faktor kehidupan pengarang dan lingkungan sosial di sekitarnya.
Berikut beberapa komponen penting dari unsur ekstrinsik:
Latar Belakang Masyarakat
Kondisi masyarakat sangat memengaruhi jalan cerita, mulai dari ideologi, situasi politik, sosial, hingga ekonomi. Semua ini dapat tercermin dalam tema dan konflik cerita.
Latar Belakang Pengarang
Riwayat hidup, pengalaman, pendidikan, dan kepribadian pengarang turut memengaruhi cara ia menulis dan menyampaikan pesan dalam cerpennya.
Nilai-Nilai yang Terkandung
Cerpen sering kali mencerminkan nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan, seperti nilai moral, sosial, budaya, dan agama. Nilai-nilai ini memperkaya makna dan pesan yang tersirat di dalam cerita.
Perbedaan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik
Secara singkat, unsur intrinsik membangun cerita dari dalam, sedangkan unsur ekstrinsik memengaruhi cerita dari luar. Keduanya saling melengkapi dalam menciptakan karya sastra yang utuh dan bermakna. Tanpa unsur intrinsik, cerita tidak akan memiliki struktur. Begitu juga tanpa unsur ekstrinsik, cerita kehilangan kedalaman dan konteks sosialnya.
Kesimpulan
Unsur intrinsik dan ekstrinsik merupakan dua komponen penting dalam sebuah cerpen. Unsur intrinsik berperan membangun isi cerita dari dalam, sedangkan unsur ekstrinsik memberikan pengaruh dari luar yang membuat cerita lebih realistis dan bernilai. Dengan memahami keduanya, pembaca dapat lebih mudah menafsirkan makna dan pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui karya sastra.

















