Apa yang Terjadi Jika Kartu Nusuk Haji Hilang? Berikut Cara Mengatasinya!
Kartu Nusuk merupakan identitas penting bagi jamaah haji selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, khususnya di Makkah. Kartu ini menjadi kunci utama bagi jamaah untuk mengakses berbagai pelayanan, termasuk masuk ke Masjidil Haram dan area ibadah lainnya seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Namun, kehilangan kartu Nusuk bukan hal yang jarang terjadi. Lalu, apa yang harus dilakukan jika kartu Nusuk hilang? Berikut ulasannya.
Kasus Kehilangan Kartu Nusuk
Seperti dialami jamaah haji bernama Sunarti yang memperkirakan kehilangan kartu Nusuk saat sedang melakukan ibadah sa’i. Kejadian serupa memang bisa terjadi kapan saja, terutama ketika tali atau penjepit kartu Nusuk tidak terpasang dengan kuat sehingga mudah terlepas dan hilang tanpa disadari.
Kepala Sektor 2 Daker Makkah, Ramlan Rustandi, menyebutkan bahwa meskipun kehilangan kartu Nusuk bisa terjadi, syarikah (perusahaan layanan haji) tidak mengalami kesulitan dalam menerbitkan kembali kartu pengganti. Namun, pihak petugas harus memastikan kartu yang hilang tersebut memang sudah tidak digunakan dan tidak disalahgunakan oleh pihak lain.
Pentingnya Menjaga Kartu Nusuk
Kartu Nusuk berfungsi seperti paspor bagi jamaah haji selama di Tanah Suci. Karena itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief, mengimbau agar jamaah benar-benar menjaga kartu Nusuk dengan baik. Hilman menegaskan bahwa hampir 97 persen jamaah yang berada di Makkah sudah menerima kartu ini, namun bagi yang belum, segera melapor ke petugas haji agar kartu bisa langsung diberikan.
Kemenag juga mengingatkan bahwa kartu Nusuk memiliki nilai yang cukup mahal dan berlaku selama 13 tahun, sehingga kehilangan kartu ini bisa menjadi masalah serius. Untuk itu, jamaah diminta agar selalu memastikan kartu Nusuk terikat dengan kuat saat digantung di leher dan disimpan dengan aman agar tidak mudah hilang.
Cara Mengatasi Jika Kartu Nusuk Hilang
Segera Melapor ke Petugas
Jika kartu Nusuk hilang, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melapor ke petugas PPIH (Penyelenggara Ibadah Haji) di sektor masing-masing atau ke Daker (Dewan Kerja) Makkah. Petugas akan membantu mengurus penerbitan kartu pengganti.
Verifikasi dan Penerbitan Ulang
Petugas akan melakukan koordinasi dengan pihak syarikah dan menggunakan data manifes jamaah untuk memverifikasi bahwa kartu yang hilang memang milik yang bersangkutan dan belum digunakan orang lain.
Penggunaan Kartu Digital
Selain kartu fisik, jamaah juga bisa mengunduh versi digital kartu Nusuk di ponsel sebagai cadangan. Namun, saat prosesi penting seperti wukuf di Arafah, kartu fisik Nusuk tetap harus dibawa.
Waspada dan Jaga Keamanan
Jamaah juga disarankan untuk tidak bepergian sendiri, terutama di tempat ramai, dan selalu menggunakan kendaraan resmi Kemenag seperti bus shalawat agar keamanan lebih terjamin.
Upaya Pencegahan Kehilangan Kartu Nusuk
Pasang Pengait atau Tali dengan Kuat
Pastikan penjepit atau tali penggantung kartu Nusuk terikat kuat agar tidak mudah lepas saat bergerak.Sosialisasi dan Edukasi
Tim Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH secara rutin memberikan edukasi kepada jamaah mengenai cara aman menggantung dan menjaga kartu Nusuk.
Community Policing
Jamaah diajak untuk saling mengawasi dan menjaga keamanan satu sama lain, sehingga tidak ada jamaah yang kehilangan kartu atau tersesat.
Kesimpulan
Kartu Nusuk sangat penting selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Kehilangan kartu ini dapat menghambat jamaah dalam menjalankan ibadah. Namun, berkat koordinasi antara petugas haji, syarikah, dan Kemenag, penerbitan ulang kartu pengganti dapat dilakukan dengan cepat. Jamaah dihimbau untuk selalu menjaga kartu Nusuk dengan baik, melapor segera jika hilang, dan memanfaatkan kartu digital sebagai cadangan.
















