Bahasa Sehari-hari Orang Medan yang Bikin Kawan Jadi Heran
Kalau kau pertama kali datang ke Medan, jangan kaget dulu dengar cara ngomong orang sini. Soalnya, bahasa sehari-hari orang Medan itu unik kali. Kasarnya bukan marah, nadanya keras bukan berarti ribut, tapi memang begitulah logat Medan.
Banyak kawan dari luar daerah bilang, “Baru dengar ngomong aja udah macam mau berantem,” padahal itu cuma basa-basi biasa.
Contoh Bahasa Sehari-hari Orang Medan
Bahasa sehari-hari orang Medan bukan cuma soal logat, tapi juga penuh istilah khas yang bisa bikin orang luar daerah geleng kepala. Nah, biar kau tak bingung, mari kita kenali beberapa kata dan ungkapan khas Medan yang sering dipakai sehari-hari.
“Lék” dan “Kawan”
Di Medan, kalau manggil teman, sering keluar kata “Bung” atau “Kawan”. Jadi jangan heran kalau tiba-tiba ada yang teriak, “Eh Lék, kau mau ke mana?” Itu sama aja artinya dengan “Bro” atau “Sob” kalau di tempat lain.
“Cakap”
Kalau di daerah lain bilangnya “ngomong” atau “bicara”, di Medan lebih sering dibilang “cakap”. Contoh: “Cakaplah sama dia baik-baik, biar ngerti.” Nah, kalau kau dengar kata ini, artinya bukan lagi belajar, tapi ya ngomong biasa aja.
“Macam”
Orang Medan doyan kali bilang kata “macam” buat perbandingan atau sekadar ekspresi. Contoh: “Kau ini macam artis pula gayamu.” Bisa juga dipakai buat ungkapan heran: “Macam mana lah bisa gitu, Bung?”
“Bah”
Nah ini salah satu kata paling khas. “Bah” sering keluar di awal atau akhir kalimat, fungsinya ya mirip tanda seru. Misalnya: “Bah, kau lama kali datangnya!” atau “Udah baguslah, bah!” Bagi orang luar, kata ini sering bikin geli karena nadanya mantap betul.
“Gak Jadi Pun Jadi”
Orang Medan punya gaya bicara yang kadang membingungkan. Misalnya ungkapan “gak jadi pun jadi”, maksudnya meskipun gagal, ya tetap dianggap selesai. Contoh: “Kita udah coba, gak jadi pun jadi lah, yang penting usaha.”
“Kelen”
Kalau bahasa Indonesia bilang “kalian”, di Medan sering dibilang “kelen”. Jadi jangan salah paham kalau dengar ada yang bilang, “Kelen udah makan apa belum?” Itu bukan singkatan, tapi memang gaya Medan.
Kesimpulan
Bahasa sehari-hari orang Medan itu unik, keras, tapi penuh keakraban. Justru di situlah serunya: bikin orang luar kadang heran, tapi lama-lama jadi ketularan juga. Kalau kau tinggal lama di Medan, percaya lah, logatnya bisa melekat di lidahmu.
Jadi kalau ada yang tanya, “Kenapa bahasa Medan beda kali?” jawab aja: “Begitulah gaya kami, biar rame, biar hidup!”
















