Banjir Kembali Rendam Medan, Pemerintah Kota Siapkan Langkah Taktis dan Strategis
Hujan deras yang mengguyur Kota Medan selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di berbagai kawasan. Genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga merendam ratusan rumah. Sejumlah pohon tumbang juga dilaporkan, menambah kerentanan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Fenomena ini bukanlah hal baru. Sejumlah ruas jalan di Medan telah dikenal sebagai titik langganan banjir, termasuk Jalan Letda Sudjono, Jalan Pancing, Jalan Sei Batang Hari, Jalan Eka Rasmi, hingga Jalan Amal Luhur. Ketika hujan turun, jalan-jalan ini nyaris tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Medan Johor Jadi Episentrum Genangan
Kawasan Gedung Johor, khususnya Jalan Eka Rasmi dan Jalan Eka Warni, menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir. Lokasi ini berada di wilayah yang lebih rendah dari daerah sekitarnya, ditambah lagi dengan struktur tanah yang bergelombang dan adanya cekungan alami yang menyebabkan air menggenang cukup lama. Seorang warga menyebut bahwa banjir di kawasan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi nyata.
“Daerah ini seperti mangkuk. Setiap hujan deras, air pasti berkumpul di sini, bahkan setelah hujan reda pun air dari tempat lain tetap mengalir ke sini,” ujar warga.
Pemkot Turun Langsung Tinjau Lokasi
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama anggota DPRD Kota Medan, M. Rizki Afri Lubis, langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan. Dalam tinjauannya, mereka menyoroti persoalan mendasar seperti parit yang dangkal, sistem drainase yang kurang optimal, serta kontur tanah yang tidak mendukung aliran air mengalir dengan lancar.
“Untuk langkah cepat, kami akan memperdalam parit dan memperbaiki saluran drainase di titik-titik rawan,” jelas Rico.
Namun, Rico juga menegaskan pentingnya perencanaan jangka panjang agar solusi yang diterapkan bisa benar-benar menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.
“Kalau kita bangun pintu air tanpa saluran pembuangan yang baik, air akan meluap ke tempat lain. Jadi dibutuhkan kajian teknis menyeluruh sebelum proyek dikerjakan,” tambahnya.
DPRD Medan Dukung Penanganan Banjir Secara Komprehensif
Menanggapi situasi tersebut, M. Rizki Afri Lubis menyampaikan keprihatinannya dan menegaskan komitmen DPRD untuk mendukung langkah pemerintah kota dalam mencari solusi jangka panjang.
“Kami prihatin terhadap warga yang terdampak. Kita akan dorong agar penanganan dilakukan menyeluruh dan tidak setengah-setengah,” ucapnya.
Daerah Rawan Banjir di Medan
Beberapa titik di Medan yang kerap mengalami banjir saat hujan deras antara lain:
- Jalan Sei Batang Hari
- Jalan Letda Sudjono
- Jalan Williem Iskandar (Pancing)
- Jalan Eka Rasmi dan Eka Warni
- Jalan Gaperta Ujung
- Jalan Gatot Subroto
- Jalan Mandala By Pass
- Jalan Kasuari
- Jalan Dwi Kora
- Pasar 3 Tembung
- Kampung Lalang
Pemerintah menghimbau masyarakat untuk lebih waspada saat hujan turun, serta menghindari daerah-daerah tersebut demi keselamatan. Melalui kombinasi penanganan cepat dan perencanaan jangka panjang, Pemko Medan berharap dapat mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga kota.

















