Bantuan Beras Fortifikasi 2025 Disalurkan Mulai Oktober, Target 3 Bulan Hingga Akhir Tahun
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali menyalurkan bantuan beras fortifikasi dan biofortifikasi sebagai bagian dari program bantuan pangan 2025.
Penyaluran bantuan ini dimulai pada akhir September 2025 dan akan berlangsung selama tiga bulan hingga Desember.
Apa Itu Beras Fortifikasi dan Siapa yang Berhak Menerima?
Beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya dengan vitamin dan mineral penting seperti Vitamin B1, B3, B9, B12, dan Zinc (seng).
Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya keluarga rentan pangan dan rawan gizi, serta mencegah stunting pada anak-anak.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa beras fortifikasi dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga agar risiko stunting bisa diminimalisir.
Kriteria Penerima Bantuan Beras Fortifikasi 2025
Bantuan beras fortifikasi ini berbeda dengan bantuan beras reguler yang disalurkan lewat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk 18,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Beras fortifikasi difokuskan untuk masyarakat yang:
- Rentan pangan
- Rawan gizi
- Tinggal di wilayah prioritas
Program ini pertama kali diluncurkan di Kecamatan Pamijahan, Bogor, dengan target awal 648 kepala keluarga di 8 desa.
Rincian Program Bantuan Beras Fortifikasi 2025
Berikut ini adalah rincian mengenai program bantuan beras fortifikasi 2025 yang perlu diketahui oleh masyarakat penerima manfaat dan pihak terkait dalam penyaluran bantuan.
- Periode penyaluran: Oktober – Desember 2025
- Total beras yang disiapkan: sekitar 1.900 ton
- Target wilayah pertama: Pamijahan, Bogor
- Jumlah beras per keluarga: 15 kg per bulan
- Harga estimasi beras fortifikasi: Rp 17.000 per kg (sekitar Rp 1.500–2.000 lebih mahal dari beras biasa)
- Pendanaan: dari Badan Pangan Nasional
Rencana Jangka Panjang: Nasi Fortifikasi untuk Bantuan Pangan
Bapanas berencana mengembangkan program ini dengan memberikan bantuan berupa nasi fortifikasi, yang dianggap lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Kepala Bapanas mengatakan sudah berdiskusi dengan Kementerian Kesehatan terkait rencana ini agar manfaat bantuan pangan semakin maksimal.
Kesimpulan: Bantuan Beras Fortifikasi 2025 Fokus pada Pencegahan Stunting dan Peningkatan Gizi
Program bantuan beras fortifikasi 2025 merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat rentan, terutama dalam mengatasi masalah stunting.
Bagi yang memenuhi kriteria, disarankan memantau informasi terbaru dari dinas pangan atau pemerintah daerah agar tidak terlewat jadwal penyaluran bantuan beras fortifikasi.
















