Bansos PKH Dan BPNT, Simak Perbedaannya
Kementerian Sosial (Kemensos) menjalankan dua program bantuan sosial unggulan. Program ini adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Kedua program ini sering dianggap sama oleh masyarakat.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial atau bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) harus mengetahui informasi penting ini.
BPNT dan PKH memiliki perbedaan signifikan. Memahami perbedaan BPNT dan PKH sangat penting bagi penerima manfaat.
Baca Juga : Hanya Bermodal NIK Dan KTP Kamu Bisa Mengecek Penerima Bansos PKH Dan BPNT Secara Online
Apa Itu PKH?
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan bersyarat. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Bantuan PKH diberikan dalam bentuk uang tunai. Penyalurannya dilakukan secara bertahap.
Apa Itu BPNT?
Di sisi lain, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berfokus pada pangan. Tujuannya memastikan kebutuhan pangan dasar terpenuhi. Perbedaan BPNT dan PKH yang paling terlihat adalah bentuk bantuannya. BPNT diberikan dalam bentuk saldo elektronik. Saldo ini hanya bisa dibelanjakan.
BPNT memastikan penerima mendapat akses pangan bergizi. Penerima bisa membeli beras, telur, atau bahan pangan lain. Oleh karena itu, bantuan ini sering disebut juga Bantuan Sosial Pangan (BSP).
Beda Bansos PKH dan BPNT Dalam Skema Penyaluran
Dilansir dari laman Kementerian Sosial, bantuan PKH dan BPNT memiliki perbedaan sebagai berikut:
Bentuk dan Mekanisme Bantuan
PKH memberi uang tunai langsung ke rekening. Penerima bisa mengelola uang tersebut. Namun, tetap ada pengawasan terkait pemenuhan syarat.
Sebaliknya, BPNT menggunakan kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera). Kartu ini berisi saldo. Masyarakat tidak bisa mengambil uang tunai dari ATM biasa. Mereka harus datang ke agen atau e-warong. Di sana, mereka menukarkan saldo dengan bahan pangan. Hal ini mencegah penyalahgunaan dana bantuan.
Target dan Komponen Penerima PKH
Target penerima bantuan PKH lebih spesifik di bandingkan BPNT. Mereka harus memiliki komponen rentan dalam keluarga. Contohnya, balita, ibu hamil, siswa SD hingga SMA, penyandang disabilitas, dan lansia di atas 70 tahun.
Adapun BPNT, penerimanya adalah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang terdaftar di DTKS. Fokusnya lebih luas pada keluarga prasejahtera. Perbedaan BPNT dan PKH dalam hal target ini cukup kentara.
Frekuensi dan Besaran Bantuan
Frekuensi penyaluran bantuan juga berbeda. PKH biasanya dicairkan setiap tiga bulan (per kuartal). Total setahun ada empat tahap pencairan.
Untuk BPNT, penyalurannya direncanakan setiap bulan. Namun, seringkali terjadi rapelan untuk beberapa bulan sekaligus. Nominal BPNT cenderung tetap, yaitu Rp 200.000 per bulan per KPM. Sementara besaran PKH bervariasi. Besaran ini tergantung jumlah komponen yang dimiliki keluarga. Semakin banyak komponen, semakin besar bantuannya.
Rincian Besaran Bantuan BPNT dan PKH Terbaru
Memahami besaran bantuan juga bagian dari perbedaan BPNT dan PKH. Data ini berdasarkan kebijakan Kemensos tahun 2024/2025.
Besaran Bantuan BPNT
Bantuan BPNT (atau Program Sembako) memiliki nilai tetap per KPM:
- Nilai per bulan: Rp 200.000 per KPM.
- Total per tahap (tiga bulan): Rp 600.000.
- Bentuk: Saldo elektronik di Kartu KKS.
Besaran Bantuan PKH
Bantuan PKH bersifat kondisional. Besarannya bervariasi tergantung komponen. Bantuan disalurkan per tahap (empat tahap per tahun).
Berikut rincian besaran per tahun:
Kategori Penerima Besaran Bantuan per Tahun Besaran Bantuan per Tahap (Rp/3 bulan)
- Ibu Hamil / Nifas Rp 3.000.000 Rp 750.000
- Anak Usia Dini (0-6 tahun) Rp 3.000.000 Rp 750.000
- Siswa SD/Sederajat Rp 900.000 Rp 225.000
- Siswa SMP/Sederajat Rp 1.500.000 Rp 375.000
- Siswa SMA/Sederajat Rp 2.000.000 Rp 500.000
- Lanjut Usia (≥ 60 tahun) Rp 2.400.000 Rp 600.000
- Penyandang Disabilitas Berat Rp 2.400.000 Rp 600.000
Satu keluarga bisa menerima manfaat ganda (PKH dan BPNT). Total bantuan PKH per keluarga dibatasi maksimal untuk empat komponen penerima. Hal ini menunjukkan sinergi perbedaan BPNT dan PKH dalam satu keluarga.
Kesimpulan
Itulah beberapa perbedaan antara PKH Dan BPNT, Semoga Info ini bisa membantu masyarakat membedakan antara kedua bantuan tersebut

















