Medan – Seluruh Wali Kota yang hadir dalam Kenduri Seni Melayu di Kota Batam terpukau akan tarian multietnis Kota Medan.
Kenduri Seni Melayu adalah acara yang dirayakan setahun sekali oleh Pemko Batam. Acara ini memeriahkan seluruh kegiatan Raker Komwil I Apeksi 2023.
Menurut Wali Kota Medan Bobby Nasution, acara ini merupakan acara yang memiliki konsep serupa dengan acara Gelar Melayu Serumpun Kota Medan.
“Kegiatan ini mengenalkan kebudayaan Melayu, mirip dengan yang kami selenggarakan di Kota Medan yakni Gelar Melayu Serumpun,” Kata Bobby dalam siaran pers, dikutip Kamis (15/6).
Wali Kota Medan menjelaskan bahwa kepulauan Riau juga mengirimkan delegasi penari pada acara Gelar Melayu Serumpun.
“Pastinya ini merupakan tukar menukar Kebudayaan Melayu yang ada di daerah kami masing-masing,” ungkapnya.
Disamping itu, Reni selaku warga Batam sangat menikmati tarian multietnis Kota Medan, dan menyanjung tarian tersebut walau Reni bukan warga Medan.
“Saya bukan sebagai orang Medan sangat bangga dengan penampilan tarian Multietnis Kota Medan tersebut,” ujar Reni.
Diantara semua tarian etnis Reni mengaku bahwa dia sangat tertarik dengan karakter Hanoman dan Sigale-gale.
“Yang buat menarik perhatian saya, saat tarian yang menampilkan karakter Hanoman dan Patung tinggi (Sigale-gale),” ungkapnya.
Selain Reni ada juga Nathalia warga Batam yang terpukau dengan tarian multietnis dari Kota Medan.
“Saya orang Medan yang sudah menetap di Batam. Penampilan tarian Multietnis ini luar biasa. Lihat mereka menari bisa ingat kota Medan lagi,” ungkapnya.
















