Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT 2025 yang Cair Akhir Mei Kata Menteri Sosial Gus Ipul
Kabar gembira bagi keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengumumkan bahwa pencairan bansos tahap kedua tahun 2025 akan mulai dilakukan secara bertahap mulai akhir Mei.
Penyaluran ini menggunakan data terbaru dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan tepat sasaran. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengetahui cara cek bansos PKH dan BPNT agar bisa memantau status pencairan dan memastikan bantuan diterima dengan lancar.
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2025
- Tahap 1: Januari – Maret 2025 (sudah dicairkan)
- Tahap 2: April – Juni 2025 (proses pencairan mulai Mei hingga Juni)
- Tahap 3: Juli – September 2025
- Tahap 4: Oktober – Desember 2025
Cara Cek Bansos PKH dan BPNT 2025 Melalui Situs Resmi Kemensos
Buka website cekbansos.kemensos.go.id
Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa sesuai alamat KTP
Masukkan nama penerima manfaat sesuai KTP
Ketikkan kode verifikasi yang muncul di layar
Klik tombol “CARI DATA”
Tunggu hasil pencarian yang menampilkan status penerima bansos
Jika data Anda terdaftar, akan muncul keterangan “YA” beserta periode bantuan, misalnya “APR – JUN 2025”.
Cek Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2025 Lewat Aplikasi Cek Bansos Mobile
Selain situs web, Anda dapat menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos yang tersedia di Play Store dan App Store.
- Unduh dan pasang aplikasi Cek Bansos
- Masukkan data sesuai KTP dan ikuti instruksi aplikasi
- Cek status penerima bansos PKH dan BPNT secara praktis dari ponsel
Besaran Bantuan PKH dan BPNT 2025
PKH
Besaran bantuan bervariasi sesuai kategori, misalnya ibu hamil dan anak usia dini Rp750.000 per triwulan, anak SD Rp225.000, lansia dan penyandang disabilitas berat Rp600.000.
BPNT
Bantuan pangan non tunai sebesar Rp600.000 per triwulan yang dapat digunakan untuk pembelian bahan pangan di e-Warong atau agen resmi.
Pentingnya Memperbarui Data Sosial Ekonomi
Penyaluran bansos menggunakan data terbaru dari DTSEN agar bantuan tepat sasaran. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan aktif memperbarui data sosial ekonomi melalui pendataan partisipatif yang dilakukan pemerintah.
Dengan data yang akurat, bantuan sosial dapat menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan















