Beras Premium di Pasaran Langka Kembali, Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok
Kelangkaan beras premium mulai dirasakan di sejumlah wilayah perkotaan di Sumatera, khususnya di kota Medan. Sejumlah toko ritel modern dan minimarket melaporkan kehabisan stok beras kualitas tinggi sejak beberapa pekan lalu. Situasi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan beras untuk kebutuhan harian mereka.
Pantauan di beberapa toko swalayan menunjukkan bahwa rak-rak beras premium tampak kosong. Bahkan pada satu lokasi, hanya terlihat beberapa kemasan beras merah berukuran 5 kilogram dengan harga mencapai Rp136 ribu. Sementara itu, petugas toko menginformasikan bahwa pasokan beras baru sangat terbatas dan cepat habis karena tingginya permintaan.
Minimarket lain di kota tersebut mengalami kondisi serupa. Stok baru beras premium yang tiba pun jumlahnya sangat sedikit. Dalam beberapa kasus, pasokan hanya berjumlah belasan paket dan tidak sesuai dengan merek yang biasa dibeli konsumen. Beberapa gerai bahkan menerapkan pembatasan pembelian, dengan ketentuan maksimal 10 kilogram per pelanggan.
Situasi ini diperburuk dengan beredarnya isu seputar praktik pengoplosan beras yang sempat mencuat beberapa waktu lalu. Isu tersebut turut memengaruhi distribusi dan harga jual beras di pasaran, sehingga stok dari beberapa produsen menjadi tidak menentu.
Para konsumen yang berbelanja ke toko-toko ritel menyatakan bahwa mereka kesulitan menemukan merek beras favorit mereka. Beberapa orang menyebut bahwa mereka harus mengunjungi beberapa lokasi berbeda sebelum akhirnya mendapatkan stok terbatas. Bahkan, tidak sedikit konsumen yang memilih membeli merek baru karena tidak ada pilihan lain.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat karena beras merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda. Dengan minimnya pasokan dan pembatasan jumlah pembelian, warga berharap ada langkah cepat dari pihak terkait, khususnya pemerintah, untuk mengatasi persoalan ini.
Kelangkaan beras premium di pasar modern menunjukkan perlunya pengawasan ketat terhadap rantai distribusi dan ketersediaan pasokan pangan strategis. Jika tidak ditangani segera, kondisi ini dapat berdampak lebih luas pada stabilitas harga dan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.














