Bisa Daftar Bansos Jika NIK Ganda? Begini Penjelasannya!
Program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), bertujuan membantu masyarakat kurang mampu agar mendapatkan akses yang lebih baik terhadap kebutuhan dasar. Namun, dalam proses pendaftaran dan verifikasi, terdapat berbagai kendala yang sering muncul, salah satunya adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda. NIK ini bersifat unik dan melekat pada seseorang seumur hidup. Namun, dalam praktiknya, terkadang ditemukan kasus NIK ganda, yang berarti satu orang memiliki lebih dari satu NIK atau satu NIK digunakan oleh lebih dari satu individu.
Beberapa penyebab umum terjadinya NIK ganda antara lain:
1. Kesalahan dalam Perekaman Data Kependudukan
Saat perekaman KTP elektronik (e-KTP), bisa saja terjadi kesalahan teknis yang menyebabkan satu orang memiliki dua NIK berbeda.
2. Perpindahan Domisili Tanpa Pembaruan Data
Masyarakat yang pindah domisili tetapi tidak melakukan pelaporan yang benar ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dapat berisiko memiliki dua NIK yang berbeda.
3. Penginputan Data Ganda dalam Sistem
Kadang, karena sistem yang belum sepenuhnya terintegrasi, terjadi duplikasi data sehingga satu individu tercatat lebih dari satu kali.
4. Penggunaan Data oleh Orang Lain (Identitas Ganda)
Ada juga kasus di mana seseorang menggunakan identitas orang lain untuk keperluan tertentu, sehingga terjadi duplikasi NIK.
5. Kesalahan Administrasi di Tingkat Kelurahan atau Kecamatan
Jika ada ketidaksesuaian dalam pencatatan atau perubahan data di tingkat kelurahan atau kecamatan, NIK seseorang bisa muncul lebih dari satu kali dalam database.
Dampak NIK Ganda dalam Pendaftaran Bansos
NIK ganda dapat menyebabkan berbagai masalah, terutama dalam pendaftaran dan pencairan bansos. Berikut beberapa dampaknya:
- Data Tidak Terverifikasi di Sistem DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)
Pemerintah menggunakan DTKS Kementerian Sosial untuk menentukan siapa yang berhak menerima bansos. Jika NIK seseorang terdeteksi ganda atau tidak valid, maka data tersebut tidak akan diverifikasi.
- Tidak Bisa Melanjutkan Pendaftaran Bansos
Saat mendaftar bansos melalui aplikasi Cek Bansos atau langsung ke desa/kelurahan, sistem akan mendeteksi NIK ganda dan bisa otomatis menolak permohonan.
- Kesulitan dalam Pencairan Bantuan
Jika seseorang sudah dinyatakan sebagai penerima bansos tetapi mengalami masalah NIK ganda, proses pencairan bisa tertunda atau bahkan diblokir hingga data diperbaiki.
- Berpotensi Mengakibatkan Penghapusan dari Daftar Penerima
Jika NIK yang digunakan tidak sesuai dengan data resmi, penerima bisa dikeluarkan dari daftar penerima bansos meskipun seharusnya memenuhi syarat.
Bagaimana Cara Mengatasi Masalah NIK Ganda Agar Bisa Daftar Bansos?
Jika seseorang mengalami masalah NIK ganda dan ingin tetap mendaftar bansos, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki data:
- Cek Status NIK di Dukcapil
- Langkah pertama adalah memastikan bahwa NIK yang dimiliki sudah benar dan terdaftar di Disdukcapil. Pengecekan bisa dilakukan dengan cara:
- Mengunjungi kantor Disdukcapil di daerah masing-masing.
- Mengecek melalui WhatsApp atau email Dukcapil pusat di dukcapil@gmail.com.
- Menghubungi Halo Dukcapil di nomor 1500537.
- Lapor ke Kelurahan atau Kecamatan
- Jika terdeteksi ada data ganda, segera buat laporan ke kelurahan atau kecamatan agar data bisa diperbaiki dan diperbarui di sistem kependudukan.
- Ajukan Perbaikan Data ke Kementerian Sosial
- Jika masalah NIK ganda sudah diperbaiki, segera ajukan perbaikan data ke Dinas Sosial setempat agar bisa masuk kembali ke DTKS dan diusulkan sebagai penerima bansos.
- Daftar Bansos Kembali Setelah NIK Diperbaiki
- Setelah data NIK sudah valid, lakukan pendaftaran ulang bansos melalui Aplikasi Cek Bansos, desa/kelurahan, atau Dinas Sosial.
- Simpan Bukti Perbaikan Data
- Jika sudah mengurus perubahan data, pastikan menyimpan bukti dokumen atau surat keterangan dari Dukcapil atau Dinas Sosial untuk berjaga-jaga jika ada kendala di kemudian hari.
Bagi masyarakat yang mengalami masalah NIK ganda, pendaftaran bansos bisa menjadi lebih sulit karena data tidak dapat diverifikasi dengan benar. Namun, hal ini masih bisa diatasi dengan cara mengurus perbaikan data ke Dukcapil dan Dinas Sosial agar tetap bisa terdaftar sebagai penerima bansos.
Penting bagi setiap warga untuk selalu memastikan bahwa data kependudukan mereka valid dan tidak mengalami duplikasi. Dengan demikian, hak untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah tetap terjaga dan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

















