BLT Tambahan Resmi Disalurkan
Pemerintah mulai menyalurkan BLT tambahan yang cair untuk periode Oktober hingga Desember 2025. Bantuan ini berbeda dari PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang biasa diterima keluarga penerima manfaat (KPM) tiap triwulan.
Skema BLT tambahan dirancang khusus untuk memperluas jangkauan bantuan sosial agar menyentuh kelompok masyarakat yang belum terakomodasi di dua program utama tersebut.
Data penerima bersumber dari DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) sehingga penerima dipilih berdasarkan kategori desil 1 hingga desil 4, atau 40% kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Total penerima mencapai 35 juta keluarga di seluruh Indonesia. Bantuan ini disalurkan secara bertahap melalui rekening KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) dan Kantor Pos Indonesia, menyesuaikan dengan kesiapan data di tiap wilayah.
Besaran Bantuan dan Jadwal Pencairan
Setiap keluarga penerima manfaat akan menerima Rp300.000 per bulan selama tiga bulan berturut-turut (Oktober, November, dan Desember 2025). Jika diakumulasikan, satu KPM akan memperoleh Rp900.000 selama periode tersebut.
Pemerintah menyiapkan anggaran total Rp30 triliun, yang bersumber dari efisiensi belanja dan realokasi anggaran APBN 2025. Penyaluran dilakukan mulai minggu kedua Oktober dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
Siapa yang Berhak Menerima BLT Tambahan?
Tidak semua penerima PKH dan BPNT otomatis mendapatkan BLT tambahan yang cair periode ini. Program ini menyasar keluarga dengan kategori:
- Terdaftar dalam DTSEN desil 1–4 (kelompok rentan dan miskin).
- Tidak sedang menerima bantuan sejenis di waktu bersamaan.
- Terverifikasi aktif oleh dinas sosial daerah.
- Empat provinsi dengan jumlah penerima terbanyak adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara, yang masing-masing menampung sekitar 10–13% total penerima nasional.
Cara Memastikan Kamu Terdaftar
Kamu bisa mengecek status penerimaan BLT tambahan secara mandiri lewat situs resmi cekbansos.kemensos.go.id
Berikut langkahnya:
- Pilih provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa sesuai alamat KTP.
- Masukkan nama lengkap dan kode captcha.
- Klik “Cari Data”.
Jika namamu muncul, berarti kamu terdaftar sebagai penerima aktif BLT tambahan. Jika belum, data kamu kemungkinan masih dalam proses validasi di sistem DTSEN.
Dampak dan Tujuan Penyaluran BLT Tambahan
Penyaluran BLT tambahan Oktober–Desember 2025 bukan sekadar program bantuan rutin.
Pemerintah menargetkan program ini sebagai langkah penyeimbang daya beli masyarakat di tengah inflasi pangan yang masih berada di kisaran 3,2% secara tahunan (yoy) dan kenaikan harga bahan pokok di beberapa wilayah.
Menurut data Kementerian Keuangan, alokasi Rp30 triliun untuk BLT tambahan merupakan bagian dari Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) dalam APBN 2025 yang total anggarannya mencapai Rp496 triliun.
Sekitar 6% dari total Perlinsos difokuskan untuk bansos berbasis desil, termasuk BLT tambahan.
Selain menjaga konsumsi rumah tangga, BLT tambahan yyang cair juga diharapkan membantu menahan laju inflasi konsumsi menjelang akhir tahun dan menjaga stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput.
















