BPJS Kesehatan Menunggak? Ini Dampaknya dan Cara Mengatasinya!
Dampak Jika BPJS Kesehatan Menunggak
Jika peserta BPJS Kesehatan terlambat atau menunggak iuran, berikut beberapa dampak yang akan dirasakan:
- Kepesertaan Nonaktif
- Jika peserta menunggak lebih dari 1 bulan, maka kepesertaannya akan dinonaktifkan sementara.
- Artinya, peserta tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS, baik itu klinik, puskesmas, maupun rumah sakit.
2. Tidak Bisa Mengakses Layanan Kesehatan Gratis
- Peserta yang menunggak tidak bisa mendapatkan layanan medis yang dicover oleh BPJS.
- Jika sakit dan membutuhkan perawatan, maka biaya pengobatan harus ditanggung sendiri.
3. Harus Melunasi Tunggakan agar Kartu Aktif Kembali
- Kepesertaan BPJS Kesehatan baru bisa aktif kembali setelah seluruh tunggakan dibayarkan.
- Jika ada denda (tergantung kebijakan terbaru), peserta juga harus melunasinya sebelum bisa menggunakan layanan.
4. Denda untuk Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL)
- Jika dalam 45 hari setelah kartu aktif kembali peserta membutuhkan perawatan inap, maka ada denda sebesar 5% dari biaya pelayanan kesehatan yang dikalikan jumlah bulan tertunggak (maksimal 12 bulan).
- Contoh: Jika peserta punya tunggakan 6 bulan dan membutuhkan rawat inap dengan biaya Rp 10 juta, maka dendanya = 5% x Rp 10 juta x 6 bulan = Rp 3 juta.
Cara Mengatasi BPJS Kesehatan yang Menunggak
Jika Anda memiliki tunggakan BPJS, ada beberapa cara untuk menyelesaikannya agar kepesertaan bisa aktif kembali:
1. Cek Jumlah Tunggakan
- Cek jumlah tunggakan BPJS melalui:
- Call Center 165
- Aplikasi Mobile JKN
- Situs Resmi BPJS Kesehatan
- Kantor BPJS Kesehatan terdekat
2. Lunasi Tunggakan Secara Langsung
- Jika memungkinkan, segera lunasi seluruh tunggakan melalui ATM, mobile banking, atau gerai pembayaran seperti Indomaret dan Alfamart.
- Pastikan membayar sesuai tagihan agar kartu segera aktif kembali
- 3. Pastikan Pembayaran Tepat Waktu
- Agar tidak menunggak lagi, aktifkan fitur autodebet dari rekening bank agar pembayaran otomatis dilakukan setiap bulan.
- Bisa juga menggunakan pengingat pembayaran melalui kalender HP atau aplikasi perbankan.
4. Ajukan Bantuan Jika Tidak Mampu Bayar
- Jika merasa kesulitan membayar iuran, coba ajukan bantuan sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI).
- Pendaftaran dilakukan melalui Dinas Sosial atau kelurahan setempat untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Kesimpulan
Menunggak iuran BPJS Kesehatan bisa berdampak serius, terutama jika peserta membutuhkan layanan medis mendesak. Kepesertaan yang dinonaktifkan membuat akses ke fasilitas kesehatan menjadi terbatas, bahkan ada risiko denda jika membutuhkan rawat inap dalam 45 hari setelah melunasi tunggakan.
Untuk menghindari masalah ini, peserta harus selalu membayar iuran tepat waktu. Jika sudah terlanjur menunggak, segera cek jumlah tagihan dan manfaatkan opsi pelunasan, baik secara langsung maupun dengan program cicilan.
Bagi yang mengalami kesulitan ekonomi, mengajukan bantuan sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) bisa menjadi solusi agar tetap mendapatkan perlindungan kesehatan tanpa terbebani iuran bulanan.
















