BPJS Ketenagakerjaan Akan Merevisi Peserta
BPJS Ketenagakerjaan akan menargetkan mencapai hingga 70 juta peserta pada tahun depan.
Dirut (Direktur Umum) BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro mengatakan pihaknya sedang menghadapi tantangan PHK yang masih terjadi pada awal tahun 2025, dan juga sedang merasionalisasi perusahan, terutama para jasa konstruksi
BPJS Ketenagakerjaan akan kembali mengevaluasi target pada tahun depan menurut pramudya, karena, harus melihat kemampuan internal dan kondisi eksternal agar mencapai target kepesertaan.
Baca Juga : Saldo BPJS Ketenagakerjaan : Beberapa Cara Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan
Pramudya Mengatakan “Memang kami tahun ini mengalami beberapa hal, beberapa tantangan terkait dengan kepesertaan ini mulai dari awal tahun kita banyak disibukan dengan adanya PHK-PHK. Kemudian juga ada konteks rasionalisasi dari perusahaan kami terutama di jasa konstruksi. Jadi makanya masih 42 juta,” kepada wartawan di Hotel Tentrem Jakarta, Tangerang, Kamis (23/10/2025).
Untuk informasi, jumlah perserta BPJS Ketenagakerjaan hingga tahun 2023 sudah mancapai 42, 92 juta. Pada saat itu, BPJS Ketenagakerjaan akan menargetkan jumlah meningkat mencapai 70 juta orang.
“Kami coba lihat sebenarnya tahun depan seperti apa, sehingga angka 70-nya mungkin kita coba lihat lagi. Apakah 70 (juta) itu masih on the track atau perlu kita sesuaikan lagi. Karena kami perlu melihat kapasitas dari internal dari BPJS Ketenagakerjaan dan juga kondisi eksternal tadi. Mudah-mudahan komdisinya membaik, sehingga kita bisa Dorong lebih kuat lagi,” ucap pramudya
Semoga Pada tahun depan BPJS Ketenagakerjaan mencapai target persertanya dan agar berkurangnya PHK massal.
“Insyaallah kalau dana kelolaan masih bisa on the track. Insyaallah. Karena sekarang (targetnya) masih Rp 1.000 triliun,” ungkapnya.
Dana Mencapai Rp 860 Triliun
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga mengelola dana sekitar Rp 860 triliun. Pramudya optimistis target dana kelolaan mencapai Rp 1.000 triliun pada 2026 masih bisa tercapai.
Sebagai informasi, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 42,92 juta hingga tahun 2025. Saat itu, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan jumlah peserta meningkat hingga 70 juta orang dan dana kelolaan mencapai Rp 1.000 triliun di tahun 2026.
Kesimpulan
BPJS Ketenagakerjaan pusing karena banyaknya PHK dan akan merevisi peserta pada tahun depan, apakah mencapai target atau tidak.
















