BPNT di Medan Kembali Cair! Begini Cara Ambil dan Gunakan Kartu Sembakonya
Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk warga Kota Medan yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Melalui program ini, masyarakat penerima manfaat bisa membeli kebutuhan pokok menggunakan Kartu Sembako atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di e-warong yang telah ditunjuk pemerintah.
Penyaluran BPNT kali ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan keluarga berpenghasilan rendah dan menekan dampak inflasi terhadap harga kebutuhan pokok.
Pemerintah Salurkan BPNT Melalui Bank Himbara dan E-Warong
Program BPNT disalurkan melalui Bank Himbara, seperti BRI, BNI, dan Mandiri, yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos).
Dana bantuan tersebut langsung masuk ke rekening penerima manfaat dan dapat digunakan untuk berbelanja di e-warong atau warung resmi yang telah bekerja sama.
Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima Rp200.000 per bulan, yang bisa digunakan untuk membeli bahan pangan bergizi seperti beras, telur, tahu, tempe, ayam, dan sayur mayur.
Bantuan ini tidak bisa diuangkan karena dirancang agar keluarga penerima mendapatkan bahan pangan sesuai kebutuhan gizi harian.
Cara Ambil dan Gunakan Kartu Sembako BPNT di Medan
Warga Medan yang telah terdaftar sebagai penerima BPNT dapat mengambil dan menggunakan Kartu Sembako (KKS) dengan langkah berikut:
- Cek status penerima bantuan melalui situs resmi https://cekbansos.kemensos.go.id
dengan memasukkan NIK dan alamat lengkap. - Datang ke Kantor Bank Himbara terdekat jika belum memiliki kartu KKS untuk aktivasi.
- Setelah aktivasi, gunakan kartu tersebut di e-warong atau agen sembako resmi yang bekerja sama dengan pemerintah.
- Belanja bahan pangan sesuai nilai bantuan yang tersedia di saldo kartu.
- Simpan struk transaksi sebagai bukti pembelian dan laporan ke petugas pendamping.
Melalui sistem ini, pemerintah memastikan bantuan pangan diterima dalam bentuk barang kebutuhan pokok yang benar-benar dibutuhkan keluarga penerima.
Peran Pendamping Sosial dalam Penyaluran BPNT
Pendamping sosial dan Dinas Sosial Kota Medan aktif membantu warga yang mengalami kendala selama proses pencairan atau penggunaan kartu sembako.
Mereka melakukan verifikasi data penerima, memastikan saldo bantuan masuk tepat waktu, serta mendampingi warga saat berbelanja di e-warong.
Pendamping juga mengedukasi masyarakat agar menggunakan bantuan dengan bijak dan menjaga transparansi penyaluran.
Jika ada kendala seperti kartu terblokir, saldo belum masuk, atau data penerima tidak muncul, masyarakat bisa melapor langsung ke Dinas Sosial Kota Medan atau bank penyalur terkait.
Tujuan dan Dampak Program BPNT bagi Warga Medan
Program BPNT tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mendorong perekonomian lokal melalui pemberdayaan warung dan agen penyalur di lingkungan sekitar.
Dengan adanya program ini, perputaran ekonomi masyarakat kecil meningkat, dan ketahanan pangan rumah tangga pun lebih terjamin.
Pemerintah berharap program BPNT mampu mengurangi angka kerawanan pangan sekaligus meningkatkan gizi keluarga penerima manfaat di Medan.
Kesimpulan
Program BPNT di Medan kembali cair dan siap membantu keluarga penerima manfaat memenuhi kebutuhan pokoknya.
Warga cukup menggunakan Kartu Sembako (KKS) untuk berbelanja bahan pangan di e-warong resmi.
Pastikan data di DTSEN masih aktif dan gunakan bantuan dengan bijak agar manfaatnya terasa maksimal.
Dengan sistem yang transparan dan berbasis digital, pemerintah berkomitmen menjaga agar setiap bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
















