BSU BPJS Ketenagakerjaan Dan Deretan Berita Ekonomi Populer
Kabar gembira datang bagi para pekerja berpenghasilan rendah. Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp600.000 melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Program ini menjadi bentuk dukungan konkret pemerintah terhadap tenaga kerja yang terdampak fluktuasi ekonomi nasional dan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.
Baca juga: Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos BSU PKH 2025
Program BSU 2025 ini menyasar pekerja aktif perserta BPJS Ketenagakerjaan yang memenuhi sejumlah kriteria, antara lain:
Kriteria Program BSU BPJS Ketenagakerjaan
- Memiliki gaji atau upah di bawah Rp5.000.000 per bulan
- Aktif terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga Oktober 2025.
- Tidak sedang menerima bantuan serupa dari program lain seperti PKH atau Kartu Prakerja.
- Bekerja di sektor formal yang terdaftar resmi di perusahaan dengan kepesertaan aktif.
Pemerintah menegaskan, peyaluran BSU kali ini akan dilakukan secara bertahap langsung ke rekening penerima manfaat melalui bank penyalur Himbara (Himpuan Bank Milik Negara) dan BPJS Ketenagakerjaan.
Tujuan dari bantuan ini bukan sekedar menopang daya beli, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga pekerja sektor formal, ditengah tekanan inflasi yang masih bertahan di kisaran 3,2 persen pada Oktober 2025.
Kementerian Ketenagakerjaan menyebut, total penerima BSU 2025 mencapai lebih dari 8 juta pekerja di seluruh indonesia, dengan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp4,8 triliun.
BLT Rp900 Ribu Cair Mulai November, berikut panduannya
Selain BSU BPJS, pemerintah juga melanjutkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Melalui Kementerian Sosial (Kemensos), pemerintah mulai menyalurkan BLT senilai total Rp900 ribu kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
BLT ini akan dibayar secara bertahap pada November hingga Desember 2025, dengan masing-masing keluarga menerima Rp300.000 per bulan.
Penyaluran dilakukan melalui rekening Bank Himbara, kantor pos, serta e-wallet mitra resmi pemerintah.
Tujuan utama BLT ini adalah untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga bahan pokok dan energi.
BNT Kucurkan Rp13,82 Triliun Untuk Rumah Subsidi
Selain membahas BSU BPJS kita juga membahas tentang berita positif yang datang dari sektor perumahan nasional.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengumumkan telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp13,82 triliun untuk program rumah subsidi sepanjang 2025.
Langkah ini menjadi wujud dukungan BTN terhadap program pemerintah dalam peningkatan akses kepemilikan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Selain itu, BTN tengah memperluas digitalisai layanan kredit perumahan agar proses pengajuan KPR menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
Kesimpulan
Semoga informasi ini dapat membantu kamu untuk mengetahui tentang BSU BPJS Ketenagakerjaan Dan Deretan Berita Ekonomi Populer November 2025.

















