Buku “Etika di Jalan Raya”: Langkah Monumental Membangun Kesadaran Hukum dan Akhlak di Jalan Raya
Sebuah langkah monumental dalam membangun budaya berlalu lintas yang bermoral dan sadar hukum ditandai melalui penyerahan buku berjudul “Etika di Jalan Raya: Cermin Keimanan, Akhlak Terpuji, dan Kepedulian Sosial” karya Dr. Robie Fanreza, M.Pd.I dan Dr. H. Amhar Nst, MA kepada Kapolrestabes Medan di ruang kerja beliau beberapa bulan lalu.
Penyerahan buku tersebut turut disaksikan oleh tokoh-tokoh terkemuka seperti Buya Dr. KH. Amiruddin dan Ustad KH. Zulfikar, menandai hadirnya kolaborasi harmonis antara ulama, akademisi, dan aparat penegak hukum.
Momen ini menjadi simbol kuat bahwa pembinaan etika berlalu lintas tidak hanya berlandaskan aturan, tetapi juga nilai moral dan akhlak mulia.
Kolaborasi Strategis: Sinergi bagi Masyarakat yang Aman dan Nyaman
Para penulis menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Brigjen Pol. Dr. Digion Arif Setyawan, Kapolrestabes Medan saat itu, atas dukungan penuh beliau terhadap terbitnya buku ini.
Komitmennya dalam membangun kesadaran hukum masyarakat melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan humanis menjadi inspirasi tersendiri.
Kini, dengan amanah baru sebagai Wakapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Digion melanjutkan gaya kepemimpinan yang menekankan komunikasi, koordinasi, kolaborasi, serta sentuhan humanis dalam setiap interaksi dengan masyarakat.
Pendekatan holistis inilah yang diyakini mampu menciptakan ruang sosial yang tidak hanya aman secara hukum, tetapi juga nyaman secara sosial dan spiritual.
Buku yang Mengubah Perspektif: Tertib Lalu Lintas sebagai Bagian dari Ibadah
Etika di Jalan Raya hadir bukan sekadar sebagai panduan berlalu lintas, melainkan sebagai refleksi mendalam tentang makna kepatuhan di jalan raya.
“Mematuhi aturan lalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, tapi juga bentuk tanggung jawab sosial dan bukti kualitas keimanan,” ungkap salah satu penulis.
Dengan mengintegrasikan nilai agama, budaya lokal, dan kesadaran sipil, buku ini menempatkan etika berlalu lintas sebagai manifestasi akhlak terpuji sekaligus wujud ibadah sosial yang bernilai.
Arah Baru Edukasi Publik: Literasi Hukum Bernuansa Moral dan Spiritual
Kehadiran buku ini menjadi bagian dari gerakan literasi hukum yang patut mendapat perhatian luas. Tidak hanya memberikan informasi teknis seputar peraturan lalu lintas, tetapi juga mengedukasi masyarakat melalui pendekatan yang reflektif, humanis, dan sarat nilai kemanusiaan.
Pendekatan seperti inilah yang seharusnya menjadi pola pembinaan karakter bangsa: dimulai dari hal-hal sederhana namun berdampak besar, termasuk bagaimana kita bersikap di jalan raya.
Penutup
Kolaborasi antara ulama, akademisi, dan aparat penegak hukum yang tergambar dalam peristiwa ini bukan sekadar simbol sinergi, tetapi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang sadar hukum, berakhlak, dan bertanggung jawab.
Melalui buku ini, kita diajak menyadari bahwa setiap tindakan di jalan raya, mulai dari cara kita menyetir, memberi jalan, hingga mematuhi lampu merah adalah cerminan nilai dalam diri.
Bahwa membangun bangsa tidak selalu dimulai dari hal besar; terkadang, ia dimulai dari perjalanan kecil di jalan raya yang kita lalui setiap hari.

















