Cair BPNT Rp600.000 Tahap 2, Apa Itu dan Cara Cek Penerimaannya
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali cair pada tahap 2 dengan nominal Rp600.000 untuk penerima di tahun 2025. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, apa sebenarnya BPNT itu dan bagaimana cara cek penerimaan dana tahap 2 secara mudah tanpa harus repot?
Apa Itu BPNT Rp600.000 Tahap 2?
BPNT adalah program bantuan sosial yang diberikan dalam bentuk non tunai untuk membeli bahan pangan pokok. Dana ini disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan dapat digunakan di e-Warung atau toko mitra yang sudah bekerja sama dengan pemerintah.
Pada tahun 2025, BPNT diberikan secara bertahap dengan total bantuan Rp600.000 per tahap. Tahap 2 biasanya mencakup periode April hingga Juni. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga penerima memenuhi kebutuhan pangan seperti beras, telur, dan minyak goreng.
Cara Cek Penerimaan BPNT Tahap 2 Website Resmi Kemensos
Anda dapat mengecek status penerimaan BPNT tahap 2 dengan mudah melalui situs resmi Kementerian Sosial di https://cekbansos.kemensos.go.id. Berikut langkah-langkahnya:
- Masuk ke laman cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa sesuai KTP
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode verifikasi yang muncul
- Klik tombol “CARI DATA”
Jika Anda terdaftar sebagai penerima BPNT tahap 2, akan muncul keterangan “YA” dengan periode “APR–JUN 2025”
Cek Penerimaan BPNT Tahap 2 via Aplikasi Cek Bansos
Alternatif lain adalah menggunakan aplikasi “Cek Bansos” yang bisa diunduh di Play Store. Cara ceknya:
- Unduh dan buka aplikasi
- Daftar atau login menggunakan data KTP dan KK
- Pilih menu “Cek Bansos”
- Masukkan data wilayah dan nama lengkap
- Klik “Cari Data”
Aplikasi akan menampilkan status bantuan dan jadwal pencairan jika Anda terdaftar
Manfaat BPNT bagi Penerima
Memenuhi kebutuhan pangan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng.
Mengurangi beban pengeluaran keluarga sehingga ekonomi rumah tangga lebih stabil.
Mendukung ketahanan pangan nasional dengan memastikan bantuan tepat sasaran dan digunakan sesuai kebutuhan.
















