Cara Cek Bansos PKH 2025 Pakai KTP dan Informasi Penting lainnya
Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) mulai disalurkan pada Januari 2025.
Program ini memberikan bantuan sosial (bansos) kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan pencairan dilakukan dalam empat periode sepanjang tahun.
Periode pertama mencakup bulan Januari, Februari, dan Maret 2025.
Menurut Kementerian Sosial (Kemensos), penyaluran PKH yang awalnya dijadwalkan pada akhir triwulan pertama dipercepat menjadi awal 2025.
Lalu, bagaimana cara mengecek status penerima PKH dan jadwal pencairannya? Berikut penjelasannya.
Cara Cek Bansos PKH 2025 Pakai KTP
Pengecekan status penerima manfaat PKH 2025 dapat dilakukan dengan mudah menggunakan situs atau aplikasi resmi yang disediakan oleh Kemensos.
Anda hanya memerlukan data diri berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di e-KTP atau Kartu Keluarga (KK).
Berikut cara cek bansos PKH 2025 secara online:
1. Cek melalui Situs Cek Bansos Kemensos
- Kunjungi situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih wilayah penerima manfaat seperti provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.
- Masukkan nama lengkap sesuai yang tertera di e-KTP.
- Ketik kombinasi angka dan huruf yang muncul di layar.
- Klik tombol “Cari Data”.
- Sistem akan menampilkan informasi terkait penerima bansos, jenis bansos, periode pencairan, dan lain-lain.
2. Cek melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Google Play Store (hanya untuk Android).
- Pilih opsi “Buat Akun Baru”.
- Masukkan data seperti nomor KK, NIK, nama lengkap, alamat sesuai e-KTP, nomor ponsel, dan email aktif.
- Buat kata sandi dan unggah foto e-KTP serta swafoto (selfie dengan e-KTP).
- Setelah verifikasi data oleh Kemensos, Anda akan menerima username via email.
- Login ke aplikasi menggunakan username dan kata sandi yang telah dibuat.
- Pilih opsi pencarian dan masukkan data penerima manfaat.
- Aplikasi akan menampilkan informasi terkait penerima, jenis bansos, dan periode penyaluran PKH.
Besaran Bansos PKH 2025
Bansos PKH 2025 diberikan dalam bentuk uang tunai dengan nominal yang berbeda berdasarkan kategori penerima. Berikut rincian bantuan yang diberikan:
- Ibu hamil dan masa nifas: Rp 750.000 per tahap atau Rp 3.000.000 per tahun.
- Balita (0-6 tahun): Rp 750.000 per tahap atau Rp 3.000.000 per tahun.\
- Siswa SD dan sederajat: Rp 225.000 per tahap atau Rp 900.000 per tahun.
- Siswa SMP dan sederajat: Rp 375.000 per tahap atau Rp 1.500.000 per tahun.
- Siswa SMA dan sederajat: Rp 500.000 per tahap atau Rp 2.000.000 per tahun.\
- Lansia (70 tahun ke atas): Rp 600.000 per tahap atau Rp 2.400.000 per tahun.
- Penyandang disabilitas berat: Rp 600.000 per tahap atau Rp 2.400.000 per tahun.
Dengan cara ini, Anda dapat memastikan status penerimaan dan informasi pencairan PKH 2025 dengan mudah. Pastikan Anda mengikuti langkah-langkah yang telah disediakan untuk memeriksa data secara online.
















