Cara Cek Bansos PKH Juni 2025 Online Tanpa Bolak Balik ke ATM
Program Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk keluarga kurang mampu. Pada Juni 2025, banyak penerima yang ingin memastikan apakah bantuan sudah cair tanpa harus repot bolak-balik ke ATM.
Oleh karena itu, cara cek Bansos PKH secara online menjadi solusi praktis dan efisien. Selain menghemat waktu, cara ini juga meminimalisir risiko antrian dan kerumunan di bank.
Cara Cek Bansos PKH Juni 2025 Online Tanpa ke ATM Website Resmi Kemensos
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id
- Isi data wilayah sesuai KTP (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa)
- Masukkan nama lengkap penerima sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang muncul
- Klik tombol “CARI DATA”
Sistem akan menampilkan status penerimaan bantuan PKH Juni 2025 per kategori
Jika muncul “Ya” dengan keterangan APR–JUN 2025, tandanya dana sudah disetujui dan siap dicairkan
Cara Cek Bansos PKH Juni 2025 Online Aplikasi “Cek Bansos”
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store
- Buat akun baru: isi NIK, nama, alamat, email, unggah KTP + swafoto
- Verifikasi email
- Login dan masuk ke menu Profil
- Lihat status bansos PKH dan rincian pencairannya
Jadwal Bansos PKH Tahap II Tahun 2025
Jadwal Bansos PKH Tahap II Tahun 2025 April–Juni 2025. Penyaluran dilakukan bertahap sepanjang Juni, Sebagian penerima mulai menerima di akhir Mei, sebagian lagi di Juni
Besaran Dana PKH Juni 2025
Besaran dana Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Juni 2025 disesuaikan dengan kategori penerima dan jumlah anggota keluarga yang memenuhi syarat. Pemerintah menyalurkan bantuan ini secara bertahap setiap tiga bulan sekali, dengan total pencairan per tahun sebagai berikut:
- Balita (usia 0-6 tahun): Rp 3.000.000 per tahun (Rp 750.000 per tahap)
- Ibu hamil dan masa nifas: Rp 3.000.000 per tahun (Rp 750.000 per tahap)
- Anak sekolah SD: Rp 900.000 per tahun (Rp 225.000 per tahap)
- Anak sekolah SMP: Rp 1.500.000 per tahun (Rp 375.000 per tahap)
- Anak sekolah SMA: Rp 2.000.000 per tahun (Rp 500.000 per tahap)
- Lansia (usia 60 tahun ke atas): Rp 2.400.000 per tahun (Rp 600.000 per tahap)
- Penyandang disabilitas berat: Rp 2.400.000 per tahun (Rp 600.000 per tahap)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp 10.800.000 per tahun (Rp 2.700.000 per tahap)
Penyaluran dilakukan dalam empat tahap selama setahun, sehingga pada bulan Juni 2025 penerima akan menerima pencairan tahap kedua yang biasanya mencakup periode April hingga Juni


















Comments 1