Cara Cek Status Scopus Discontinue: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa dan Peneliti
Bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti, memastikan jurnal yang digunakan atau akan dipublikasikan masih terindeks di Scopus menjadi hal penting. Status jurnal yang discontinue atau tidak lagi terindeks dapat memengaruhi pengakuan akademik, akreditasi, dan validitas sitasi.
Banyak peneliti masih bingung cara memeriksa status ini karena informasi tidak selalu mudah diakses. Panduan lengkap berikut akan mempermudah pengecekan dan membantu Anda mengambil keputusan publikasi yang tepat.
Mengapa Status Discontinue di Scopus Penting
Scopus merupakan salah satu database internasional terbesar yang mengindeks jurnal ilmiah dari berbagai disiplin. Ketika sebuah jurnal “discontinue”, artinya jurnal tersebut tidak lagi menerima sitasi baru untuk indeksasi Scopus, meskipun artikel sebelumnya tetap terindeks.
Status discontinue bisa disebabkan oleh berbagai alasan, seperti perubahan kualitas jurnal, pelanggaran etika publikasi, atau keputusan Scopus untuk menghapus jurnal dari database aktif.
Memublikasikan artikel di jurnal yang discontinue dapat menurunkan visibilitas penelitian dan memengaruhi nilai akademik, terutama bagi mahasiswa yang mengejar kredit penelitian atau dosen yang sedang mengajukan kenaikan pangkat.
Langkah-Langkah Mengecek Status Jurnal di Scopus
Proses pengecekan status jurnal di Scopus sebenarnya sederhana, tetapi perlu langkah sistematis agar hasil akurat. Berikut panduan lengkapnya:
- Buka Website Scopus. Kunjungi situs resmi Scopus di www.scopus.com. Pengguna institusi biasanya memerlukan akun kampus atau login pribadi untuk mengakses fitur pencarian jurnal.
- Akses Menu “Sources”. Setelah masuk, pilih menu “Sources” atau “Serial Title”. Menu ini memungkinkan pengguna mencari jurnal berdasarkan nama, ISSN, atau kategori subjek.
- Masukkan Nama Jurnal atau ISSN. Ketik nama jurnal secara lengkap atau masukkan ISSN (nomor identifikasi jurnal). Menggunakan ISSN lebih tepat karena menghindari kesalahan jurnal dengan nama mirip.
- Periksa Informasi Jurnal. Klik jurnal yang dimaksud. Di halaman detail, Anda akan menemukan informasi penting, termasuk, Status aktif atau discontinue, Publisher atau penerbit jurnal, Subjek dan kategori jurnal, Tahun pertama dan terakhir jurnal terindeks, Jika jurnal discontinue, biasanya akan muncul keterangan “Discontinued” beserta alasan dan tahun terakhir terindeks.
- Catat Tahun Terakhir Terindeks. Informasi ini membantu menentukan apakah artikel terbaru masih diterima atau jika jurnal sudah tidak relevan untuk publikasi baru. Artikel lama tetap terindeks, namun publikasi baru biasanya tidak dihitung untuk sitasi atau peringkat institusi.
Tips Memastikan Data Akurat
Meskipun Scopus memberikan informasi resmi, beberapa tips berikut dapat membantu memvalidasi data:
- Gunakan ISSN untuk menghindari kebingungan dengan jurnal lain yang memiliki nama mirip.
- Periksa versi resmi dari publisher karena beberapa jurnal mungkin menutup versi lama dan membuka versi baru yang berbeda.
- Cek notifikasi resmi dari Scopus melalui email atau website untuk update status jurnal.
- Konsultasikan dengan perpustakaan kampus atau lembaga penelitian karena mereka biasanya memiliki akses premium dan informasi terkini.
Alternatif Jika Jurnal Discontinue
Jika jurnal yang Anda targetkan ternyata discontinue, jangan panik. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Cari versi baru atau jurnal pengganti: Beberapa publisher memindahkan jurnal lama ke seri baru yang tetap terindeks Scopus.
- Pilih jurnal lain dengan reputasi serupa: Pastikan jurnal baru memiliki kategori dan subjek yang relevan.
- Periksa indeksasi tambahan: Selain Scopus, beberapa jurnal tetap terindeks di Web of Science atau DOAJ, sehingga artikel tetap bisa diakui secara akademik.
Manfaat Mengecek Status Scopus Discontinue
Mengecek status jurnal sebelum publikasi memiliki beberapa manfaat. Pertama, artikel Anda tetap diakui secara internasional dan bisa memengaruhi sitasi.
Kedua, membantu mahasiswa memenuhi persyaratan publikasi untuk skripsi, tesis, atau disertasi. Ketiga, bagi dosen, publikasi di jurnal aktif mendukung penilaian kinerja akademik dan kenaikan pangkat.
Selain itu, pengecekan status juga meningkatkan kesadaran terhadap kualitas jurnal dan mendorong penulis memilih media publikasi yang etis, kredibel, dan sesuai standar internasional.
Kesimpulan
Memeriksa status jurnal di Scopus, terutama untuk mengetahui apakah jurnal discontinue, menjadi langkah penting sebelum mengirim artikel.
Proses pengecekan melibatkan akses ke menu “Sources” di Scopus, pencarian berdasarkan nama atau ISSN, hingga membaca detail jurnal termasuk status, tahun terakhir terindeks, dan publisher.
Dengan melakukan pengecekan ini, mahasiswa, dosen, dan peneliti dapat memastikan karya ilmiah tetap memiliki nilai akademik, visibilitas tinggi, dan diakui secara internasional.
Mengabaikan status discontinue dapat menurunkan pengaruh penelitian dan mengurangi peluang sitasi, sehingga langkah pengecekan sebaiknya menjadi rutinitas sebelum publikasi.
















