Cara Efektif Tangkal Hoaks Bansos di Medan, Pastikan Cek Informasi dari Sumber Resmi
Belakangan ini, warga Medan dihebohkan dengan beredarnya berbagai informasi palsu atau hoaks terkait bantuan sosial (bansos) yang disebarkan melalui WhatsApp dan media sosial.
Pesan-pesan tersebut sering berisi tautan palsu yang mengatasnamakan Kementerian Sosial (Kemensos) atau Dinas Sosial, lengkap dengan ajakan untuk mengisi data pribadi guna mendapatkan “bantuan langsung tunai” atau “bantuan tambahan akhir tahun”.
Padahal, sebagian besar tautan tersebut merupakan modus penipuan online yang bertujuan mencuri data pribadi masyarakat, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor rekening bank.
Karena itu, pemerintah mengingatkan warga Medan untuk lebih hati-hati dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.
Mengapa Hoaks Bansos Mudah Menyebar di Masyarakat
Fenomena hoaks bansos bukan hal baru. Setiap kali pemerintah mengumumkan penyaluran bantuan sosial seperti PKH, BPNT, BLT Kesra, atau PIP, selalu muncul pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mencoba memanfaatkan antusiasme masyarakat.
Ada beberapa alasan mengapa hoaks bansos mudah menyebar di masyarakat, di antaranya:
- Kurangnya literasi digital. Banyak warga belum terbiasa memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.
- Kondisi ekonomi yang menekan. Masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan mudah tergoda oleh janji pencairan cepat.
- Tampilan situs palsu yang menyerupai situs resmi. Penipu sering meniru tampilan laman Kemensos atau bank agar terlihat meyakinkan.
- Penggunaan pesan berantai di WhatsApp. Modus ini efektif karena memanfaatkan kepercayaan antarwarga di satu komunitas.
Agar tidak tertipu, warga perlu mengenali ciri-ciri hoaks bansos dan mengetahui cara memverifikasi informasi resmi dari pemerintah.
Ciri-Ciri Hoaks Bansos yang Harus Diwaspadai
Pemerintah melalui Kemensos RI dan Dinas Kominfo Kota Medan telah membagikan beberapa ciri umum dari hoaks bansos yang sering muncul di masyarakat, antara lain:
- Menggunakan tautan mencurigakan dengan domain tidak resmi, seperti .my.id, .xyz, atau .site.
- Menjanjikan pencairan bantuan “langsung masuk rekening” tanpa proses verifikasi data.
- Menggunakan kalimat yang mendesak seperti “Segera isi data sebelum bantuan ditutup!”.
- Meminta data pribadi lengkap seperti NIK, nomor KK, nomor rekening, dan PIN ATM.
- Tidak mencantumkan sumber atau logo resmi Kemensos.
Jika menemukan informasi dengan ciri-ciri tersebut, warga Medan sebaiknya tidak mengklik tautan, tidak membagikan pesan, dan segera melaporkannya ke pihak berwenang.
Cara Efektif Menangkal Hoaks Bansos di Medan
Agar masyarakat tidak menjadi korban, berikut beberapa langkah efektif untuk menangkal hoaks bansos, terutama bagi warga Medan yang aktif menggunakan media sosial:
- Cek situs resmi Kemensos:
Pastikan informasi hanya diakses melalui laman https://cekbansos.kemensos.go.id
atau situs resmi kemensos.go.id. - Gunakan aplikasi resmi “Cek Bansos”:
Unduh aplikasi dari Google Play Store. Melalui aplikasi ini, warga dapat melihat nama penerima bantuan berdasarkan NIK dan alamat. - Hubungi Dinas Sosial Kota Medan:
Warga bisa langsung datang ke kantor Dinas Sosial atau menghubungi nomor layanan pengaduan bansos untuk memverifikasi informasi. - Perhatikan pengumuman dari pemerintah daerah:
Pemerintah Kota Medan rutin mengumumkan jadwal pencairan bansos melalui akun media sosial resminya dan situs medankota.go.id. - Jangan bagikan informasi tanpa verifikasi:
Pastikan berita atau tautan sudah terkonfirmasi benar sebelum membagikannya di grup WhatsApp keluarga atau lingkungan sekitar.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, masyarakat dapat melindungi diri sendiri dan orang lain dari jebakan hoaks yang berpotensi merugikan.
Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Lawan Hoaks
Kemensos, Kemenkominfo, dan Dinas Sosial Kota Medan terus bekerja sama dalam memerangi hoaks bansos.
Pemerintah daerah kini memperkuat sistem komunikasi publik agar informasi resmi tersampaikan lebih cepat ke masyarakat.
Selain itu, program edukasi literasi digital mulai digencarkan di sekolah, kelurahan, dan kelompok masyarakat agar warga semakin terampil mengenali berita palsu.
Pemerintah juga menggandeng relawan dan tokoh masyarakat untuk membantu menyebarkan informasi yang benar mengenai program bantuan sosial.
Namun, peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama.
Warga yang menemukan hoaks bisa ikut membantu dengan melaporkan tautan palsu ke kanal pengaduan Aduan Konten Kominfo (https://aduankonten.id) atau laporan langsung ke Dinas Sosial setempat.
Kesimpulan
Hoaks bansos bukan hanya merugikan secara pribadi, tetapi juga bisa mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
Karena itu, setiap warga Medan harus lebih cermat dalam menerima dan membagikan informasi.
Pastikan Anda selalu memeriksa informasi bansos dari sumber resmi pemerintah, seperti Kemensos RI, Dinas Sosial, atau situs resmi pemerintah daerah.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital, masyarakat Medan bisa bersama-sama menangkal hoaks dan menjaga kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial yang sah.

















