Cara Kerja DTSEN: Sistem Data Tunggal yang Jadi Acuan Kebijakan Sosial Nasional
Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana pemerintah menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial? Jawabannya ada pada DTSEN, atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.
Melalui cara kerja DTSEN, pemerintah dapat menyusun kebijakan sosial yang lebih adil dan akurat.
Sistem ini tidak hanya berisi data penduduk, tetapi juga mencakup informasi ekonomi, sosial, dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, memahami cara kerja DTSEN sangat penting untuk mengetahui bagaimana data digunakan dalam penentuan kebijakan publik.
Apa Itu DTSEN?
DTSEN merupakan singkatan dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Sistem ini dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2025 sebagai langkah besar menuju integrasi data sosial ekonomi nasional.
Melalui DTSEN, seluruh data mengenai individu dan keluarga di Indonesia dikumpulkan secara terpusat. Tujuannya adalah menciptakan satu sumber data yang bisa menjadi acuan utama pemerintah dalam membuat kebijakan sosial.
Selain itu, cara kerja DTSEN dirancang agar mampu memadukan berbagai sumber data — seperti data registrasi sosial ekonomi, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta data sasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Cara Kerja DTSEN Secara Umum
Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan tentang cara kerja DTSEN yang dilakukan oleh Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Pengumpulan Data
Langkah pertama dalam cara kerja DTSEN adalah mengumpulkan data dari berbagai sumber resmi, seperti hasil sensus, registrasi sosial, dan data dari pemerintah daerah. Data ini mencakup informasi tentang kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pekerjaan setiap individu dan keluarga.
Integrasi dan Validasi
Setelah terkumpul, data akan diintegrasikan ke dalam sistem tunggal. Pada tahap ini, dilakukan proses validasi untuk memastikan data yang masuk adalah benar dan tidak ganda. Selain itu, cara kerja DTSEN juga melibatkan sinkronisasi dengan lembaga lain seperti BPS, agar data yang digunakan selalu mutakhir dan relevan.
Peringkatan Kesejahteraan
Dalam sistem cara kerja DTSEN, setiap individu atau keluarga diberi peringkat kesejahteraan berdasarkan kondisi sosial ekonomi mereka. Proses ini membantu pemerintah menentukan siapa yang termasuk kategori miskin, rentan, atau sejahtera. Oleh karena itu, data dari DTSEN menjadi dasar utama dalam penyaluran program bantuan sosial (bansos) dan pemberdayaan masyarakat.
Pemanfaatan Data untuk Kebijakan
Tahap terakhir dari cara kerja DTSEN adalah pemanfaatan data tersebut sebagai acuan kebijakan sosial nasional. Data DTSEN membantu pemerintah membuat keputusan berbasis bukti, seperti menentukan daerah prioritas bantuan, memperkirakan kebutuhan masyarakat, dan mengukur efektivitas program pengentasan kemiskinan.
Peran Itjen Kemensos dalam Pengawasan DTSEN
Dalam menjalankan cara kerja DTSEN, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Sosial memiliki peran penting.
Mereka bertugas mengawal transparansi dan akuntabilitas sistem ini. Dengan pengawasan yang ketat, data DTSEN dapat digunakan sesuai ketentuan dan tetap terlindungi dari penyalahgunaan.
Selain itu, Itjen Kemensos memastikan setiap proses pemutakhiran data berjalan sesuai dengan standar, mulai dari pengumpulan hingga pemanfaatan.















