Cara Lapor SPT Tahunan Sebelum Kena Denda, Batas Akhir 31 Maret
Batas waktu untuk pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi adalah 31 Maret setiap tahunnya. Keterlambatan dalam pelaporan SPT dapat dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp100. 000.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami cara lapor SPT Tahunan secara online agar terhindar dari denda tersebut.
Pentingnya Lapor SPT Tahunan
Pelaporan SPT Tahunan merupakan kewajiban setiap Wajib Pajak untuk melaporkan penghasilan, pajak terutang, kredit pajak, serta harta dan kewajiban lainnya dalam satu tahun pajak. ‘
Dengan menyampaikan SPT tepat waktu, Anda tidak hanya menunjukkan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan negara.
Cara Lapor SPT Tahunan Secara Online
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk lapor SPT Tahunan secara online melalui e-Filing:
Akses Situs Resmi DJP Online
Mulailah dengan mengunjungi situs resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di https://djponline. pajak. go. id/account/login
Login ke Akun
Masukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kata sandi, dan kode keamanan yang tampil di layar. Jika Anda belum memiliki akun, silakan daftar terlebih dahulu menggunakan EFIN yang bisa diperoleh di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat.
Pilih Menu ‘Lapor’ dan ‘e-Filing’
Setelah berhasil login, klik menu ‘Lapor’ dan pilih opsi ‘e-Filing’. Kemudian, tekan tombol ‘Buat SPT’.
Isi Pertanyaan Panduan
Diminta menjawab beberapa pertanyaan panduan untuk menentukan formulir SPT yang sesuai berdasarkan status dan penghasilan Anda. Pastikan untuk menjawab dengan benar.
Pilih Formulir SPT yang Sesuai
Berdasarkan jawaban yang Anda berikan, sistem akan merekomendasikan formulir yang tepat untuk Anda, sebagai berikut:
- Formulir 1770 SS: untuk Wajib Pajak dengan penghasilan bruto tidak lebih dari Rp60 juta per tahun dan bekerja di satu pemberi kerja.
- Formulir 1770 S: untuk Wajib Pajak dengan penghasilan lebih dari Rp60 juta per tahun atau bekerja di lebih dari satu pemberi kerja.
- Formulir 1770: untuk Wajib Pajak yang memperoleh penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas.
Isi Data Formulir SPT
Isi data yang diminta dalam formulir, termasuk tahun pajak (pilih 2024 untuk pelaporan tahun ini), status SPT (normal atau pembetulan), serta informasi tentang penghasilan dan pajak yang telah dipotong oleh pemberi kerja.
Periksa dan Unggah Lampiran
Lakukan pemeriksaan ulang terhadap data yang telah diisi. Jika ada lampiran yang diperlukan, seperti bukti potong pajak (Formulir 1721-A1/A2), unggah dokumen tersebut sesuai dengan instruksi yang diberikan.
Kirim SPT dan Dapatkan Bukti Penerimaan Elektronik
Setelah semua informasi terisi dengan benar, tekan tombol ‘Kirim SPT’. Anda akan menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) sebagai tanda bahwa SPT Anda telah berhasil dilaporkan.
Sanksi Keterlambatan Lapor SPT Tahunan
Apabila terlambat dalam lapor SPT Tahunan, akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp100. 000 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi.
Denda ini akan diminta melalui Surat Tagihan Pajak (STP) yang akan dikirimkan oleh KPP ke alamat. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memastikan bahwa Anda melaporkan SPT sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.
















