Cara Mengatasi Step pada Anak: Kenali Gejala dan Penyebabnya
Step atau kejang demam adalah kondisi yang sering terjadi pada anak-anak ketika tubuh mereka mengalami demam tinggi. Bagi para orang tua, kejadian ini tentu dapat menimbulkan rasa cemas. Namun, penting untuk diketahui bahwa kejang demam pada anak tidak selalu menandakan adanya kondisi medis serius. Meskipun demikian, orang tua tetap perlu memahami gejala dan cara mengatasi step pada anak agar dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat. Dalam artikel ini, kami akan membahas gejala, penyebab, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kejang demam pada anak.
Apa Itu Step pada Anak?
Step atau kejang demam terjadi ketika suhu tubuh anak meningkat pesat, umumnya lebih dari 38°C. Kejang ini biasanya terjadi pada anak yang berusia antara 6 bulan hingga 5 tahun, dengan puncaknya terjadi pada anak usia 18 bulan hingga 3 tahun. Meskipun kondisi ini cukup umum, banyak orang tua yang masih merasa khawatir saat melihat anak mereka mengalami kejang.
Penting untuk membedakan kejang demam dengan epilepsi. Kejang demam terjadi bersamaan dengan demam, sedangkan epilepsi bisa terjadi tanpa adanya demam. Kejang demam umumnya berlangsung hanya beberapa detik hingga 5 menit, dan tidak berulang dalam waktu yang singkat.
Gejala Step pada Anak
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan ketika anak mengalami step antara lain:
- Suhu tubuh tinggi: Suhu tubuh anak dapat naik mendadak hingga 38-40°C.
- Kehilangan kesadaran: Anak kehilangan kesadaran dan tampak tidak responsif.
- Kejang pada tubuh: Tangan dan kaki anak gemetar atau kejang.
- Gerakan mata: Mata anak bisa berputar atau mendelik selama kejang.
Penyebab Step pada Anak
Step atau kejang demam umumnya disebabkan oleh infeksi yang menyebabkan demam tinggi, seperti flu, radang tenggorokan, atau infeksi telinga. Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya step pada anak antara lain:
- Infeksi virus atau bakteri: Infeksi yang menyebabkan demam tinggi sering menjadi pemicu terjadinya step pada anak.
- Usia anak: Anak-anak yang berusia antara 6 bulan hingga 5 tahun lebih rentan mengalami kejang demam.
- Riwayat keluarga: Jika orang tua atau anggota keluarga lain pernah mengalami kejang demam, anak juga berisiko mengalaminya.
Cara Mengatasi Step pada Anak
Jika anak Anda mengalami kejang demam, jangan panik. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk memberikan pertolongan pertama:
- Tetap Tenang
Meskipun menakutkan, tetap tenang akan membantu Anda berpikir jernih dan mengambil tindakan yang tepat. - Letakkan Anak di Tempat yang Aman
Pastikan anak berada di tempat yang aman, seperti lantai yang empuk, untuk menghindari cedera saat kejang terjadi. - Posisikan Kepala Anak dengan Benar
Letakkan kepala anak sedikit dimiringkan ke samping untuk mencegah anak tersedak akibat air liur atau muntah. - Lepaskan Pakaian yang Mengganggu
Lepaskan pakaian yang ketat atau menghalangi pernapasan anak selama kejang. - Jangan Memasukkan Benda ke Mulut Anak
Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak karena bisa menyebabkan cedera atau tersedak. - Catat Durasi Kejang
Penting untuk mencatat berapa lama kejang berlangsung. Jika lebih dari 5 menit, segera bawa anak ke dokter.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Walaupun sebagian besar kejang demam tidak berbahaya, ada beberapa situasi di mana Anda harus segera menghubungi dokter:
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit.
- Kejang terjadi berulang dalam waktu 24 jam.
- Anak tampak tidak nyaman atau sakit setelah kejang.
- Kejang pertama kali terjadi pada anak.
Kesimpulan
Kejang demam pada anak meskipun menakutkan, sering kali tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan langkah-langkah pertolongan pertama yang tepat. Orang tua perlu tetap tenang dan segera memberikan perawatan yang sesuai. Selalu perhatikan gejala dan durasi kejang, serta jangan ragu untuk menghubungi dokter jika kejang berlangsung lama atau berulang. Dengan pemahaman yang baik, orang tua dapat lebih siap dalam menghadapi kondisi ini dan menjaga anak tetap aman.

















