Cara Shalat Tahajud Lengkap dengan Niat dan Bacaannya
Shalat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat istimewa dalam Islam.
Ibadah ini menjadi bentuk kedekatan hamba kepada Allah SWT dan disebut sebagai shalat yang paling utama setelah shalat wajib.
Rasulullah SAW sangat mencintai shalat tahajud dan menjadikannya sebagai kebiasaan malam untuk bermunajat, memohon ampun, serta mencari ketenangan hati.
Waktu dan Keutamaan Shalat Tahajud
Shalat tahajud dilakukan di malam hari setelah tidur, dan waktu terbaiknya adalah pada sepertiga malam terakhir.
Pada waktu itu, Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman,
“Adakah hamba-Ku yang berdoa, maka Aku kabulkan, adakah yang memohon ampun, maka Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Keutamaan shalat tahajud sangat besar, di antaranya Allah mengangkat derajat hamba, memperkuat iman, menenangkan hati, serta menjadi jalan dikabulkannya doa.
Jumlah Rakaat dan Niat Shalat Tahajud
Shalat tahajud bisa dikerjakan minimal dua rakaat dan tidak dibatasi jumlahnya.
Rasulullah SAW biasanya melaksanakan 11 hingga 13 rakaat termasuk witir di akhir.
Bagi yang baru memulai, cukup dua rakaat dengan niat yang tulus sudah sangat bernilai di sisi Allah.
Niat shalat tahajud dibaca dalam hati sebelum takbiratul ihram:
Ushalli sunnatat-tahajjudi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā,
artinya: “Aku niat shalat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat ini menegaskan bahwa tujuan utama ibadah adalah mencari ridha Allah semata.
Tata Cara dan Bacaan Shalat Tahajud
Cara shalat tahajud sama seperti shalat biasa.
Setelah takbiratul ihram, bacalah Al-Fatihah diikuti surat pilihan seperti Al-Ikhlas, Al-Mulk, atau As-Sajdah.
Lakukan rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud dengan penuh kekhusyukan.
Setelah salam, perbanyak doa dan dzikir, karena malam hari adalah waktu terbaik untuk memohon ampunan dan hidayah.
Rasulullah SAW sering menangis dalam tahajud, menunjukkan betapa dalamnya rasa syukur dan takut kepada Allah.
Kesimpulan
Shalat tahajud adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui keheningan malam.
Dengan melakukannya secara rutin, seseorang akan merasakan ketenangan, kekuatan iman, dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian hidup.
Mulailah dengan dua rakaat secara istiqamah, karena Allah mencintai amalan kecil yang dilakukan terus-menerus.
















