Catat! Ini Sederet Hal yang Harus Diwaspadai dari Penyaluran BSU 2025
Banyak kasus di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa minimnya informasi dan kehati-hatian bisa menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran atau bahkan dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja hal-hal yang perlu diwaspadai dalam program BSU tahun ini.
Penipuan Mengatasnamakan BSU
Salah satu risiko paling sering terjadi adalah penipuan online yang mengatasnamakan BSU.
Oknum tidak bertanggung jawab kerap mengirim pesan palsu melalui SMS, WhatsApp, atau media sosial, yang berisi tautan mencurigakan dan meminta data pribadi, seperti NIK, nomor rekening, atau kode OTP.
Tips Waspada:
- Jangan pernah klik tautan mencurigakan dari sumber tidak resmi.
- Pemerintah tidak pernah meminta biaya apa pun untuk pencairan BSU.
- Selalu periksa informasi melalui laman resmi seperti kemnaker.go.id atau cekbansos.kemensos.go.id.
Ketidaksesuaian Data Penerima
Banyak pekerja gagal menerima BSU karena data mereka tidak sesuai dengan Database BPJS Ketenagakerjaan atau Dinas Ketenagakerjaan.
Ketidaksesuaian ini bisa terjadi akibat perubahan alamat, status pekerjaan, atau kesalahan penulisan NIK.
Tips Waspada:
- Segera perbarui data di instansi tempat bekerja dan pastikan terdaftar aktif di BPJS Ketenagakerjaan.
- Pastikan nama dan nomor NIK sesuai dengan yang terdaftar di Dukcapil.
- Pantau status kepesertaan melalui aplikasi BPJSTKU.
Hoaks dan Informasi Tidak Resmi
Beredarnya informasi palsu atau tidak valid tentang waktu pencairan, besaran bantuan, hingga instansi penyalur seringkali menimbulkan kebingungan di masyarakat. Hoaks ini bahkan bisa menyebabkan kericuhan atau kesalahpahaman massal.
Tips Waspada:
- Gunakan sumber resmi seperti situs Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, dan media terpercaya.
- Cek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya ke orang lain.
Kendala Teknis dalam Pencairan
Beberapa penerima mengalami kendala saat pencairan bantuan, seperti rekening tidak aktif, perubahan bank, atau dana yang belum masuk meskipun sudah dinyatakan sebagai penerima.
Tips Waspada:
- Pastikan nomor rekening aktif dan terdaftar atas nama pribadi.
- Ikuti petunjuk pencairan dari bank penyalur resmi seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.
- Simpan bukti komunikasi atau notifikasi resmi untuk ditindaklanjuti bila ada kendala.
Penutup
BSU 2025 merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga kerja Indonesia.
Namun, manfaat dari program ini hanya bisa dirasakan secara optimal apabila masyarakat juga ikut waspada, proaktif, dan memahami prosedur resmi. Hindari penipuan, verifikasi semua informasi, dan jangan mudah percaya pada pesan yang tidak berasal dari sumber terpercaya.


















Comments 1