Cek Bansos Resmi dan Aman: Hindari Penipuan dengan Cara Ini
Cek Bansos Resmi dan Aman: Hindari Penipuan dengan Cara Ini. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus berusaha memastikan bahwa distribusi bantuan sosial (bansos) mengenai target yang tepat. Namun, dalam proses ini, penipuan yang memanfaatkan program tersebut muncul, seperti dengan menawarkan cek status penerima bantuan.
Cara penipuan ini semakin kompleks dan sering kali menyebar lewat pesan teks, media sosial, maupun situs web palsu yang mirip dengan situs resmi. Sangat penting bagi setiap warga untuk hanya mengambil informasi dari sumber resmi Kemensos agar tidak mengalami kerugian. Memastikan keakuratan informasi merupakan langkah vital untuk melindungi data pribadi dan finansial.
Untuk mempermudah masyarakat, Kemensos telah meluncurkan portal resmi cekbansos.kemensos.go.id sebagai saluran utama untuk memeriksa status penerima bansos. Masyarakat diingatkan untuk tetap hati-hati terhadap berbagai cara penipuan yang mengaku sebagai program bansos.
Kemensos secara konsisten mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat menerima informasi mengenai bansos. Masyarakat harus memahami cara kerja sistem resmi serta tanda-tanda penipuan agar tidak terjebak.
Baca Juga: Jalan Rusak di Paya Gambar Batang Kuis Diperbaiki Menggunakan Dana Sendiri
Cara Mudah Cek Bansos Melalui Situs Resmi dan Aplikasi Kemensos
Kementerian Sosial telah membuka dua saluran resmi yang bisa diakses oleh publik untuk memeriksa status penerima bantuan sosial. Kedua saluran tersebut dirancang untuk mempermudah dan menjaga keamanan data bagi para penerima manfaat. Masyarakat dapat memilih salah satu cara yang paling nyaman.
Metode pertama adalah melalui situs resmi Kemensos. Anda hanya perlu membuka browser di ponsel atau komputer dan mengetik alamat cekbansos.kemensos.go.id. Setelah halaman terbuka, Anda akan diminta untuk mengisi informasi wilayah mulai dari provinsi hingga desa/kelurahan sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setelah itu, masukkan nama lengkap sesuai KTP dan kode verifikasi (captcha) yang tampil di layar.
Setelah semua informasi diisi, klik tombol “Cari Data”. Sistem akan menunjukkan hasil pencarian yang mencakup nama penerima jika terdaftar, jenis bantuan yang diberikan, waktu pencairan, serta tempat penyaluran. Informasi tersebut menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi bansos kepada masyarakat yang berhak.
Metode kedua adalah melalui aplikasi resmi “Cek Bansos” yang dapat diunduh dari Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS. Setelah mengunduh aplikasi, Anda perlu membuat akun baru dengan mengisi data diri lengkap seperti nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat, dan informasi lainnya sesuai KTP. Setelah sukses registrasi, Anda bisa masuk ke aplikasi.
Di dalam aplikasi, pilih menu “Cek Bansos” dan masukkan informasi wilayah serta nama lengkap Anda. Selanjutnya, tekan “Cari Data” untuk memeriksa status penerimaan bansos. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur tambahan yang sangat bermanfaat, seperti kemampuan untuk mengusulkan anggota keluarga atau tetangga yang layak menerima bansos, serta melaporkan jika ada data yang tidak akurat atau tidak sesuai.
Waspada Modus Penipuan Berkedok Bansos yang Kian Marak
Meskipun Kemensos telah menyediakan saluran resmi, penipuan yang mengaku sebagai bansos masih menjadi masalah serius bagi masyarakat. Para penipu semakin mahir dalam menjalankan aksinya, seringkali memanfaatkan ketidaktahuan atau keadaan mendesak masyarakat. Sangat penting untuk mengenali ciri-ciri umum dari penipuan ini.
Salah satu cara penipuan yang paling umum adalah pesan berantai yang menyertakan tautan tidak resmi. Pesan ini biasanya mengklaim bahwa penerima mendapatkan bentuk bansos tertentu dan harus mengklik tautan untuk melakukan verifikasi. Tautan yang diberikan tidak berasal dari situs resmi pemerintah seperti cekbansos.kemensos.go.id, tetapi dari domain asing atau tidak jelas yang bertujuan untuk mencuri data pribadi melalui situs phishing.
Penipu kerap kali meminta informasi pribadi dengan cara yang mencurigakan. Mereka bisa meminta data sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), nomor rekening bank, sampai dengan kode OTP dengan alasan untuk memverifikasi data. Pemerintah tidak pernah meminta informasi sensitif ini melalui pesan pribadi atau telepon, sehingga permintaan semacam ini merupakan sinyal yang cukup jelas akan adanya penipuan.
Metode lain yang digunakan adalah penawaran bantuan yang mencurigakan atau janji yang tidak benar. Pelaku sering kali mengklaim bahwa korban “terdaftar sebagai penerima bantuan” dan segera diminta untuk mengirimkan data atau bahkan sejumlah uang untuk pencairan dana. Kemensos menekankan bahwa seluruh proses penyaluran bantuan sosial berlangsung tanpa biaya apapun, sehingga jika ada permintaan untuk melakukan pembayaran itu adalah penipuan.
Terakhir, ada modus penipuan yang dilakukan dengan berpura-pura jadi petugas Kemensos atau menggunakan identitas palsu. Pelaku bisa menghubungi melalui telepon, SMS, atau aplikasi pesan seperti WhatsApp, bahkan menggunakan logo resmi atau akun media sosial palsu. Mereka berusaha meyakinkan korban dengan mengaku sebagai pihak berwenang untuk mendapatkan kepercayaan serta data pribadi.
Pentingnya Memeriksa Sumber Resmi dan Tips Aman untuk Cek Bansos
Untuk melindungi diri dari penipuan bantuan sosial, masyarakat perlu selalu memeriksa informasi melalui saluran resmi Kemensos. Kewaspadaan menjadi hal yang utama agar tidak terjebak dalam penipuan yang semakin bervariasi. Berikut beberapa tips penting yang bisa diikuti untuk menjaga keamanan Anda.
Periksa Sumber Informasi: Pastikan informasi mengenai bantuan sosial hanya diperoleh dari sumber yang resmi, seperti situs cekbansos.kemensos.go.id atau akun media sosial resmi Kemensos yang sudah terverifikasi. Jangan mudah percaya pada informasi yang berasal dari sumber yang tidak jelas.
Hati-hati dengan Tautan Mencurigakan: Hindari mengklik tautan yang mencurigakan atau tidak resmi, terutama yang tidak berakhiran `.go.id`. Tautan seperti ini diduga merupakan phishing yang dirancang untuk mencuri data pribadi Anda.
Jangan Berikan Informasi Pribadi: Pemerintah tidak pernah meminta data sensitif seperti NIK, KK, nomor rekening, atau kode OTP melalui pesan pribadi atau telepon. Lindungi kerahasiaan data Anda dan jangan membagikannya kepada siapapun yang tidak berwenang.
Gratis dari Biaya Administrasi: Bantuan sosial dari pemerintah tidak pernah dikenakan biaya apapun. Jika ada permintaan pembayaran untuk pencairan bantuan sosial, itu adalah penipuan. Segera laporkan jika Anda menemukan kondisi seperti ini.
Laporkan Penipuan: Jika Anda menemukan akun atau situs yang mencurigakan, laporkan segera ke Kemensos melalui email aduan@kemensos.go.id atau ke Kominfo lewat aduankonten.id. Dengan melaporkan, Anda turut membantu melindungi orang lain dari kemungkinan penipuan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga telah mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang berkedok pendaftaran bantuan sosial. Kemensos memberikan bantuan sosial setelah menjalani proses asesmen terhadap penerima manfaat berdasarkan data yang tersedia, seperti Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), bukan melalui pendaftaran mandiri yang tidak resmi.
Sumber : https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6189177/waspada-penipuan-cek-bansos-begini-cara-periksa-status-penerima-yang-mudah-dan-aman
Follow Instagram Medanaktual: https://www.instagram.com/medan.aktual/














