Tanjung Balai – Dana Perbaikan / Pemeliharaan Rutin Jalan di Kota Tanjungbalai yang di poskan pada satuan unit kerja dinas pekerjaan umum dan tata ruang Tahun anggaran 2018 sebesar Rp 1.000.000.000 diduga sarat penyimpangan Amatan M24 dilapangan Senin (14/1) masih banyak jalan yang berlobang di seputaran kota Tanjungbalai.
Ketua LSM PK-APPD I.Siagian kepada M24 Senin (14/1) kepada M24 mengatakan,dinas PUPR kota Tanjungbalai selaku pengguna nggaran sangat menyesalkan instansi Pemerintahan tersebut tidak terbuka terhadap penggunaan anggaran perbaikan/pemeliharaan jalan TA 2018 sebesar Rp 1 Miliar.
Lebih lanjut dikatakan I.Siagian,pada dasarnya setiap intansi milik Pemerintah khususnya Dinas wajib memberikan informasi keterbukaan publik terhadap pengunaan anggaran pada tiap kegiatan atau program-program kerja yang mengunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang bersumber dari pajak Rakyat.
“Sampai saat ini masih kita lihat banyak jalan jalan yang berlobang disepanjang jalan seputaran Kota Tanjungbalai.Sehingga tujuan dari anggaran tersebut untuk mempertahankan kondisi jalan tetap mantap tidak tercapai.”
“Sementara tidak perbaikan/pemeliharaan jalan itu adalah untuk mempertahankan kondisi jalan tetap mantap sesuai dengan tingkat pelayanan dan kemampuannya pada saat jalan tersebut selesai dibangun dan dioperasikan sampai dengan tercapainya umur rencana yang telah ditentukan.”
“Oleh kerna itu,bertitik tolak dari kondisi mantap tersebut, pemeliharaan jalan perlu dilakukan secara terus-menerus/rutin dan berkesinambungan.Tetapi sayangnya,dana anggaran perbaikan/pemeliharaan jalan Tahun 2018 sebesar Rp.1.miliar pada dinas PUPR Tanjungbalai diduga sarat penyimpangan,”ujar I.Siagian.
Kadis PUPR Tanjungbalai ketika ingin dikonfirmasi M24 Senin (14/1) tidak berhasil.Menurut stafnya yang ditemui kadis lagi keluar.”Maaf bang,pak kadis lagi tugas luar,sehingga dia tidak masuk hari ini.
Begitu juga halnya dengan Kabid bina marga dinas PUPR Tanjungbalai Basuki ketika ingin dikonfirmasi juga tidak berhasil.Ketika dihubungi melalui Whatsappnya Basuki tidak menjawab Sampai laporan ini dikirimkan ke meja redaksi,tidak satupun pejabat dinas PUPR yang bisa dihubungi.(Surya)















