Dapat KIP Kuliah dan Kacamata, Ini Kisah Tio dengan Mata Minus 20
Dapat KIP Kuliah dan Kacamata, Ini Kisah Tio dengan Mata Minus 20. Tio Rindu merindukan momen-momen bersama kedua orangtuanya di tengah situasi yang serba kekurangan.
Di sebuah desa yang damai di ujung barat Pulau Sumatra, Tio harus berjuang dengan penglihatannya yang minus 20.
Sementara itu, kacamata yang digunakannya hanya untuk mata minus 14. Meskipun begitu, anak pasangan Sulaiman S. dan Winaria ini tetap berusaha untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita menjadi dosen.
Saat ini, ia telah resmi menjadi mahasiswa Program Studi Sosiologi di Universitas Teuku Umar, berkat Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Ayahnya bekerja sebagai buruh tani dengan bantuan istrinya
Ayah Tio bekerja di ladang milik orang lain. Kini, di usianya yang sudah mencapai 64 tahun, kesehatan fisiknya mulai menurun, namun ia masih bertanggung jawab untuk menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan anaknya.
Sementara itu, ibunya, Winaria, adalah seorang ibu rumah tangga yang kadang ikut membantu di ladang. Namun, karena usia dan kesehatan, kini ia lebih banyak mengurus rumah tangga. Harapan Tio terlihat di raut wajahnya yang penuh kerut.
Walaupun hidup dalam keterbatasan, Tio selalu berhasil meraih prestasi sejak sekolah dasar. Ia sering membawa pulang trofi dari berbagai lomba di sekolah. Namun, di balik semangatnya, terdapat tantangan besar berupa gangguan penglihatannya.
Tio mengalami masalah penglihatan yang serius dan seharusnya dirujuk ke dokter mata.
Keterbatasan tersebut tidak pernah melemahkan semangatnya. Justru dari situ lahir tekad untuk terus belajar dan mengubah keadaan keluarganya.
“Saya ingin menjadi dosen, itu adalah impian saya sejak kecil, terutama untuk keluarga saya,” kata Tio dengan mata yang berbinar.
Baca Juga : Ternyata Segini Gaji dan Tunjangan PPPK Paruh Waktu!
Rumahnya dikunjungi oleh rektor dan Dirjen Dikti, ia menerima kacamata baru
Tio Rindu tidak menyangka akan ada hari ketika rumahnya dikunjungi oleh orang-orang yang peduli padanya.
Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, dan Rektor Universitas Teuku Umar, Ishaq Hasan, datang mengunjunginya.
Bersama dengan Kepala Desa setempat, mereka datang ke rumahnya di Meulaboh, Aceh, untuk secara simbolis menyerahkan KIP Kuliah pada Kamis (9/10/2025). Selain itu, ia juga mendapatkan sepasang kacamata baru dari Kemendikti saintek.
Dengan kacamata baru, ia bisa belajar lebih nyaman
Dirjen Dikti Khairul Munadi mengantar Tio dan ibunya ke dokter mata untuk pemeriksaan dan membelikan kacamata baru untuknya.
Kacamata tersebut diharapkan dapat mendukung proses belajarnya, sehingga ia bisa menjalani pendidikan dengan lebih nyaman dan optimal.
Di masa depan, kacamata itu akan membantunya melihat dunia yang lebih luas.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menegaskan bahwa KIP Kuliah adalah salah satu program utama pemerintah untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang adil bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada potensi anak Indonesia yang terhambat hanya karena masalah biaya,” ungkap Dirjen Khairul.
Sementara itu, Rektor Universitas Teuku Umar, Ishaq Hasan, menekankan bahwa kampus seharusnya menjadi tempat belajar serta rumah bagi mahasiswa untuk berkembang dan berdaya melalui kesempatan yang adil.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa, terutama dari keluarga kurang mampu, mendapatkan kesempatan untuk tumbuh. KIP Kuliah bukan hanya sekadar bantuan biaya, tetapi dorongan agar mereka mampu menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri,” jelasnya.
Follow Instagram Medanaktual: https://www.instagram.com/medan.aktual/
Sumber : https://www.kompas.com/edu/read/2025/10/16/080600271/punya-mata-minus-20-tio-dapat-kip-kuliah-dan-kacamata-baru-dari-pemerintah
















