Delapan Bantuan Sosial (Bansos) yang Cair Januari 2025
Pemerintah Indonesia melalui berbagai program bantuan sosial (bansos) berkomitmen untuk membantu masyarakat kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Berikut delapan program bansos yang akan mulai cair pada Januari 2025.
1. Bantuan Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis adalah inisiatif dari Presiden Prabowo yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Dilansir dari Kompas.com, program ini menggunakan anggaran sebesar Rp71 triliun dari APBN dan akan diterapkan secara bertahap mulai 2 Januari 2025.
Jadwal pemberian makanan bergizi di sekolah:
- PAUD-Kelas 2 SD: Pukul 08.00 waktu setempat.
- Kelas 3-6 SD: Pukul 09.30 waktu setempat.
- SMP-SMA: Pukul 12.00 waktu setempat.
Selain anak sekolah, bantuan ini juga diberikan kepada 101.000 lansia tunggal dan 36.000 penyandang disabilitas.
2. Santunan Anak Yatim-Piatu
Bantuan ini ditujukan khusus untuk anak yatim-piatu dengan nominal Rp270.000 per bulan. Program ini melanjutkan bansos serupa sebelumnya, yaitu ATENSI Yatim-Piatu (YAPI).
3. Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH adalah bansos rutin yang diberikan dalam empat tahap setiap tahun. Berikut besaran bantuan untuk kategori penerima:
- Ibu Hamil/Nifas: Rp750.000 per tahap (Rp3.000.000 per tahun).
- Anak Usia Dini (0-6 Tahun): Rp750.000 per tahap (Rp3.000.000 per tahun).
- Pendidikan Anak SD/Sederajat: Rp225.000 per tahap (Rp900.000 per tahun).
- Pendidikan Anak SMP/Sederajat: Rp375.000 per tahap (Rp1.500.000 per tahun).
- Pendidikan Anak SMA/Sederajat: Rp500.000 per tahap (Rp2.000.000 per tahun).
- Penyandang Disabilitas Berat: Rp600.000 per tahap (Rp2.400.000 per tahun).
- Lanjut Usia: Rp600.000 per tahap (Rp2.400.000 per tahun).
4. Kartu Sembako
Program Kartu Sembako, yang sebelumnya dikenal sebagai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), memberikan bantuan senilai Rp200.000 per bulan kepada keluarga penerima manfaat. Dana ini dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan seperti beras, sayur, dan daging.
5. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)
Pemerintah akan menanggung iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp42.000 per bulan bagi penerima manfaat dari keluarga kurang mampu. Program ini hanya berlaku bagi masyarakat yang terdaftar di DTKS dengan data kependudukan yang valid.
6. Program Indonesia Pintar (PIP)
PIP adalah bantuan uang tunai untuk mendukung pendidikan siswa dari keluarga miskin. Berikut rincian nominal bantuan:
- Siswa SD: Rp450.000 per tahun (Rp225.000 untuk siswa baru/kelas akhir).
- Siswa SMP: Rp750.000 per tahun (Rp375.000 untuk siswa baru/kelas akhir).
- Siswa SMA: Rp1.800.000 per tahun (Rp500.000-Rp900.000 untuk siswa baru/kelas akhir).
7. KIP Kuliah
Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah memberikan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Besaran bantuan berdasarkan klaster daerah:
- Klaster 1: Rp800.000
- Klaster 2: Rp950.000
- Klaster 3: Rp1.100.000
- Klaster 4: Rp1.250.000
- Klaster 5: Rp1.400.000
Mulai 2025, penerima PIP akan otomatis mendapatkan KIP Kuliah saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
8. Bantuan Beras 10 Kg
Sebagai respons terhadap penerapan PPN 12% mulai Januari 2025, pemerintah memberikan bantuan berupa beras 10 kg per bulan untuk 16 juta rumah tangga di kelompok pendapatan rendah (desil satu dan dua). Bantuan ini disalurkan pada Januari-Februari 2025.
Cara Cek Penerima Bansos
Masyarakat dapat memeriksa status penerimaan bansos melalui laman resmi. Berikut panduannya:
- Cek melalui cekbansos.kemensos.go.id:
- Masukkan data wilayah (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa).
- Isi nama penerima manfaat sesuai KTP.
- Ketik kode CAPTCHA yang tertera.
- Klik Cari Data untuk melihat hasil.
- Cek Program PIP di pip.kemdikbud.go.id:
- Masukkan NISN dan NIK pada kolom pencarian.
- Isi hasil perhitungan keamanan.
- Klik Cari Penerima PIP untuk mengetahui data bantuan.
Kesimpulan
Delapan program bansos di awal 2025 ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat kurang mampu. Pastikan Anda memanfaatkan layanan cek bansos untuk memastikan status penerimaan bantuan dan memahami mekanisme setiap program.
















