Demo Medan 2025: 17 Orang Dirawat 26 Remaja Diamankan Terkait Pelemparan Molotov
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, pada Jumat (29/8/2025), berujung ricuh.
Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat sebanyak 17 orang harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit akibat luka-luka yang dialami saat demonstrasi.
Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Sumut, Nelly Fitriani, pihaknya telah melakukan koordinasi cepat untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang tepat.
“Sebanyak 17 korban aksi demo Medan telah ditangani secara medis, baik dengan perawatan jalan maupun rawat inap,” kata Nelly, Minggu (31/8/2025) dikutip dari CNN Indonesia.
Rincian Korban dan Penanganan Medis
Dari total korban, 7 orang dirawat di RSU Malahayati Medan, mengalami luka robek, lecet, hingga gejala hipoksia. Sebagian besar korban menerima tindakan darurat seperti penjahitan luka dan observasi medis.
Sementara itu, RSU Bhayangkara menangani 10 korban lainnya, yang terdiri dari 1 warga sipil dan 9 anggota kepolisian.
Mereka mengalami trauma fisik, luka benturan, patah tulang, hingga lecet serius.
“Beberapa korban menjalani rawat jalan, namun ada juga yang harus dirawat inap karena kondisi cukup parah,” tambah Nelly.
Dinkes Sumut Siagakan Pelayanan Kesehatan Terkait Aksi Demonstrasi
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, menyebut pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota, direktur RSUD, rumah sakit swasta, puskesmas, dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
“Kami minta seluruh fasilitas kesehatan siaga menghadapi kemungkinan lonjakan pasien korban unjuk rasa. Instalasi Gawat Darurat (IGD) wajib bersiap sesuai SOP,” jelas Faisal.
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi menyusul eskalasi unjuk rasa di beberapa titik di Sumut, serta potensi terjadinya demo susulan dalam waktu dekat.
Aksi Lempar Molotov di DPRD Sumut, 26 Remaja Diamankan Polisi
Sehari setelah aksi demonstrasi, tepatnya pada Sabtu sore (30/8/2025), situasi di sekitar Gedung DPRD Sumut kembali memanas.
Sekelompok remaja diduga melakukan aksi pelemparan bom molotov ke arah gedung dewan.
Menurut keterangan Kasi Humas Polrestabes Medan, AKP Halason Sihotang, sebanyak 26 orang remaja berhasil diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
“Insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Para pelaku datang menggunakan sepeda motor dan melemparkan dua molotov ke arahke arah gedung dewan.
Menurut keterangan Kasi Humas Polrestabes Medan, AKP Halason Sihotang, sebanyak 26 orang remaja berhasil diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
“Insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Para pelaku datang menggunakan sepeda motor dan melemparkan dua molotov ke arah gerbang gedung DPRD Sumut,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Molotov jatuh tak jauh dari pos keamanan dan tidak menimbulkan kerusakan serius.
Petugas keamanan yang berjaga langsung bergerak cepat mengejar dan menangkap pelaku.
Dugaan Motif Aksi: Protes Tunjangan DPR dan Kematian Ojol Affan Kurniawan
Pihak kepolisian masih menyelidiki motif pasti dari aksi pelemparan tersebut. Namun, kuat dugaan aksi ini berkaitan dengan gelombang protes yang sedang meluas secara nasional terkait dua isu besar:
Tunjangan mewah anggota DPR yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, dan
Kematian pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang tewas usai dilindas kendaraan taktis milik Brimob saat aksi demo beberapa hari sebelumnya.
Sejak Selasa (28/8/2025), gelombang aksi solidaritas dan unjuk rasa telah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Medan.
Kesimpulan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Dinas Kesehatan dan pihak kepolisian, terus meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan dan pengamanan unjuk rasa.
Koordinasi lintas sektor juga ditingkatkan agar tidak ada korban yang terabaikan, baik dari pihak demonstran maupun aparat.

















