Fenomena kenaikan suhu akibat El Nino dapat memperburuk produksi kopi di Wilayah Provinsi Sumatera Utara dan bisa membuat industri kopi di Sumatera Utara semakin rusak.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Kopi Indonesia perwakilan Sumatera Utara Ujiana Sianturi.
El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah.
Pemanasan itu meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.
“Industri kopi Sumut bisa semakin rusak,” ujar Ujiana di Medan, Sabtu (10/6) seperti dikutip dari Antara.
Perempuan yang juga Ketua Asosiasi UMKM Sumut itu menegangkan El Nino menambah beban petani kopi Sumut yang saat ini sedang limbung.
Menurut Ujiana, kini stok kopi di Sumut sangat kurang karena gagal panen, salah satunya akibat iklim. Ekspor pun sulit padahal harga kopi sedang tinggi.
Di perdagangan internasional, harga kopi kualitas terbaik untuk ekspor disebut Ujiana mencapai sekitar Rp140 ribu per kilogram, lebih tinggi dari biasanya yang Rp90 ribu.
“Selain itu, ada pula serangan jamur pada kopi dan pohonnya meranggas sehingga tidak berbuah. Ini membuat kami tidak berani menandatangani kontrak (ekspor),” kata dia.
















