Etika Mengunjungi Orang Sakit dalam Islam
Mengunjungi orang sakit merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Penting untuk memahami etika mengunjungi orang sakit agar kunjungan kita membawa kenyamanan dan manfaat bagi mereka.
Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjenguk orang sakit sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ibadah yang bernilai pahala besar.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang menjenguk saudaranya yang sakit akan selalu berada dalam naungan rahmat Allah hingga ia kembali pulang.
Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan menjenguk orang yang sedang diuji kesehatannya.
Makna dan Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Menjenguk orang sakit bukan hanya wujud kasih sayang, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan empati.
Ketika seseorang datang menjenguk, ia membawa ketenangan dan semangat bagi yang sedang terbaring lemah.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa menjenguk orang sakit termasuk dalam hak seorang muslim terhadap muslim lainnya.
Dengan menjenguk, kita tidak hanya mendoakan kesembuhan, tetapi juga menumbuhkan harapan dan kebahagiaan di hati mereka yang sedang diuji.
Selain itu, pahala menjenguk orang sakit sangat besar.
Dalam hadis lain disebutkan bahwa siapa pun yang menjenguk orang sakit akan mendapatkan doa dari malaikat.
Dan setiap langkahnya dihitung sebagai pahala kebaikan.
Bahkan, di saat menjenguk, seseorang disunnahkan untuk berdoa, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW:
“As’alullaha al-‘azhim rabbal ‘arsyil ‘azhim an yasyfiyak”
Yang artinya “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan ‘Arsy yang agung, agar menyembuhkanmu.”
Baca Juga: Sederet Bansos yang Cair Serentak Pada Oktober 2025
Etika Mengunjungi Orang Sakit
Islam mengajarkan adab yang harus dijaga saat menjenguk orang sakit.
- Pertama, pastikan kunjungan dilakukan pada waktu yang tepat, jangan terlalu lama atau datang di saat pasien sedang istirahat.
- Kedua, jagalah kebersihan dan sopan santun, serta hindari membawa kabar yang bisa menambah kesedihan atau kekhawatiran bagi pasien.
- Ketiga, ucapkan kata-kata yang menenangkan hati seperti mendoakan kesembuhan dan mengingatkan agar tetap sabar menghadapi ujian.
Selain itu, Rasulullah SAW mencontohkan agar seseorang tidak terlalu banyak berbicara saat menjenguk.
Kunjungan yang baik adalah yang memberi semangat tanpa membuat lelah.
Jika memungkinkan, bawalah sesuatu yang bermanfaat seperti buah atau air minum sebagai bentuk perhatian sederhana.
Hikmah Menjenguk Orang Sakit
Mengunjungi orang sakit bukan hanya memberi manfaat bagi yang dijenguk, tetapi juga bagi diri sendiri.
Dengan melihat orang yang sedang diuji, hati menjadi lebih bersyukur atas nikmat kesehatan.
Kunjungan itu mengingatkan bahwa hidup dan sehat adalah karunia besar dari Allah SWT yang tidak boleh disia-siakan.
Selain itu, menjenguk orang sakit juga menumbuhkan kepekaan sosial dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.
Kesimpulan
Menjenguk orang sakit adalah amalan mulia yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan empati di antara sesama muslim.
Dengan menjaga adab seperti datang di waktu yang tepat, berbicara dengan lembut, dan mendoakan kesembuhan.
Seseorang tidak hanya menghibur hati pasien, tetapi juga mendapatkan pahala besar dari Allah SWT.
Islam mengajarkan bahwa sekecil apa pun bentuk kepedulian, jika dilakukan dengan niat yang tulus, akan menjadi amal yang tidak ternilai di sisi Allah.
Follow Instagram Medanaktual: https://www.instagram.com/medan.aktual/

















