Fakta Penting Bansos 2025! Cara Aman Daftar Bantuan Sosial PKH dan BPNT 2025
Pendaftaran dan pencairan bantuan sosial (bansos) untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT (Program Sembako) 2025 masih menjadi topik yang menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat, terutama terkait pendaftaran online, potensi penipuan, serta kendala akses di wilayah desa.
Terkait hal ini, kreator Channel YouTube Pendamping Sosial memberikan klarifikasi penting untuk edukasi masyarakat agar tidak mudah tertipu dan mengetahui cara pendaftaran yang benar.
Status SI di Aplikasi SiKNGJ: Pahami Cara Kerja Pencairan Bansos
Per 17 Maret 2025, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai melihat status SI (Standing Instruction) pada aplikasi SiKNGJ.
Namun, perlu dicatat bahwa status ini tidak langsung berarti dana akan cair. “Pencairan bansos tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
Dulu, SI berarti dana langsung cair, sekarang proses pencairannya bisa memakan waktu sekitar seminggu hingga 10 hari kerja setelah SI muncul,” jelas kreator dalam video edukasinya.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap bersabar.
Penerima PKH bisa memantau saldo melalui kartu KKS atau aplikasi perbankan seperti BRImo atau Simpedes Makmur, jika tersedia.
“Bagi penerima bansos, pastikan status kepesertaan melalui pendamping atau operator SiKNGJ di desa,” tambahnya.
Waspadai Penipuan Jasa Pendaftaran Bansos Online
Maraknya tawaran jasa pendaftaran bansos online yang mengharuskan pembayaran menjadi perhatian serius.
Kreator tersebut menegaskan bahwa pendaftaran bansos tidak dapat dilakukan oleh pihak ketiga, apalagi yang lintas wilayah, dan pastinya tidak dipungut biaya.
“Jika ada yang menawarkan jasa daftar bansos secara online dengan biaya, itu bisa dipastikan penipuan.
Pendaftaran harus dilakukan di desa masing-masing dan tidak bisa lewat HP sembarangan,” tegasnya.
Pendaftaran bansos hanya dapat dilakukan oleh warga melalui perangkat desa atau pendamping sosial resmi, dan data pada Sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSN) diperbarui secara berkala melalui jalur resmi.
Akses Desa Jadi Kendala, Tapi Pendaftaran Tidak Bisa Lewat Online
Meskipun ada keterbatasan akses teknologi di beberapa desa, hal ini tidak berarti pendaftaran bansos bisa dilakukan secara online.
“Saya paham ada keterbatasan akses di desa, tetapi pendaftaran tetap harus melalui operator desa.
Tidak bisa menggunakan HP pribadi atau meminta bantuan dari pihak lain di luar wilayah,” ungkap kreator tersebut.
Masyarakat disarankan untuk datang langsung ke desa atau kelurahan untuk mengecek status bantuan mereka, agar data tetap valid dan bantuan tersalurkan dengan tepat.
Pentingnya Edukasi Publik: Pendaftaran Mandiri dan Sesuai Wilayah
Tujuan utama dari edukasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar tidak terjebak dalam penipuan.
Pendaftaran bansos adalah gratis dan harus dilakukan di wilayah tempat tinggal masing-masing.
“Pendaftaran bansos tidak bisa lintas desa, apalagi provinsi,” jelas kreator tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman istilah teknis seperti termin dan tahap dalam proses pencairan bansos.
Banyak yang salah paham tentang termin 2 bansos tahap 1, yang perlu dipahami dengan baik.
Hati-Hati Penipuan, Cek Status di Desa
Untuk menghindari penipuan dan memastikan bantuan tersalurkan dengan benar, masyarakat diimbau untuk selalu mengecek status bansos melalui jalur resmi.
Datangi kantor desa, hubungi pendamping sosial, dan pantau aplikasi SiKNGJ secara berkala.
Jangan tertipu oleh jasa pendaftaran bansos online. Pastikan untuk mendaftar hanya melalui desa dan cek data dengan teliti.
Dengan cara ini, Anda dapat memastikan bahwa informasi bansos 2025 tetap valid dan tepat sasaran.
















