Geopark Kaldera Toba Raih Green Card UNESCO Lagi, Dampak Positif untuk Sumut
Geopark Kaldera Toba kembali meraih Green Card dari UNESCO pada September 2025, sebuah prestasi yang membanggakan untuk Sumatera Utara (Sumut). Pencapaian ini menandai keberhasilan kerja keras semua pihak yang terlibat, terutama peran aktif Gubernur Sumut Bobby Nasution serta dukungan dari berbagai instansi dan masyarakat lokal. Simak kerja keras pihak terkait dan dampaknya bagi masyarakat Sumut di sini.
Apa Itu Green Card UNESCO untuk Geopark?
Green Card atau kartu hijau UNESCO adalah penilaian tertinggi dalam keanggotaan jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp). Status ini menandakan bahwa pengelolaan geopark telah memenuhi standar internasional secara menyeluruh. Oleh karena itu, Geopark Kaldera Toba mendapatkan status UGGp yang berlaku selama empat tahun ke depan.
Proses Penetapan Geopark Kaldera Toba Raih Green Card UNESCO
Penetapan Green Card dilakukan dalam Sidang Komite Eksekutif Konferensi Global Geopark Network (GGN) yang tahun ini berlangsung di Kutralkura, La Araucania, Chile. Geopark Kaldera Toba bersama dua geopark lainnya di Indonesia, yaitu Ciletuh di Jawa Barat dan Rinjani di Nusa Tenggara Barat, ditetapkan sebagai penerima Green Card.
Peran Gubernur dan Pemerintah Daerah
Gubernur Sumut Bobby Nasution memimpin kolaborasi lintas sektor untuk memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan Geopark Kaldera Toba. Dukungan dari OPD Pemprov Sumut serta pemerintah kabupaten/kota sekitar Danau Toba juga sangat krusial dalam proses ini.
Kontribusi Masyarakat Lokal dan Pemerintah Pusat
Selain pemerintah daerah, masyarakat lokal dan pemerintah pusat turut berperan aktif dalam memenuhi rekomendasi UNESCO terkait pengelolaan geopark. Kerja sama ini memastikan standar protokol UGGp terpenuhi dan Geopark Kaldera Toba dapat mempertahankan statusnya.
Dampak Positif Green Card UNESCO untuk Masyarakat Sumut
Penguatan Ekonomi Lokal dan Pariwisata
Green Card UNESCO memberi pengakuan internasional yang membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Geopark Kaldera Toba. Oleh karena itu, masyarakat lokal mendapatkan peluang berkembangnya ekonomi kreatif dan UMKM berbasis budaya dan alam.
Pelestarian Lingkungan dan Warisan Budaya
Pencapaian ini mendorong pelestarian warisan geologi, budaya, dan ekologi kawasan Danau Toba secara berkelanjutan. Program edukasi dan pelatihan bagi masyarakat pun diperkuat untuk mendukung konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam yang bijak.
Pengukuhan Geopark Kaldera Toba raih Green Card UNESCO kembali pada September 2025 merupakan bukti keberhasilan kolaborasi yang baik antar berbagai pihak. Dengan status ini, Kaldera Toba berhak menyandang predikat UNESCO Global Geopark selama empat tahun ke depan.
sumber : detikcom ,ANTARA News,Caldera Toba Geopark Official, UNESCO Global Geopark Network

















