Hati-Hati! Penipuan Bermodus Pembayaran BPJS via Telepon, Jangan Jadi Korban!
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kepesertaan dalam BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, para pelaku kejahatan semakin gencar melakukan berbagai modus penipuan dengan mengatasnamakan kedua lembaga tersebut. Salah satu modus yang kini marak terjadi adalah penipuan melalui panggilan telepon, di mana pelaku berpura-pura sebagai petugas resmi BPJS dan menghubungi calon korban untuk meminta pembayaran iuran atau denda melalui rekening pribadi yang tidak berhubungan dengan BPJS.
Penipuan ini dirancang dengan sangat meyakinkan agar korban percaya dan segera mentransfer uang tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami modus yang sering digunakan, mengenali tanda-tanda penipuan, dan mengetahui langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban.
1. Modus Penipuan Pembayaran BPJS Lewat Telepon
Penipu menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan korban agar segera membayar sejumlah uang ke rekening yang mereka berikan. Berikut adalah beberapa modus umum yang sering digunakan:
1) Tagihan Tertunda atau Denda Palsu
Pelaku menghubungi korban dan mengklaim bahwa terdapat tunggakan iuran BPJS yang belum dibayarkan atau denda yang harus segera dilunasi. Mereka memberikan instruksi untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening yang mereka sebutkan. Padahal, semua informasi terkait iuran BPJS dapat dicek secara langsung melalui aplikasi atau situs resmi BPJS.
2) Upgrade Kelas Layanan Palsu
Penipu menginformasikan kepada korban bahwa mereka bisa meningkatkan kelas layanan BPJS mereka dengan syarat harus membayar sejumlah biaya administrasi. Faktanya, proses upgrade kelas layanan BPJS hanya dapat dilakukan secara resmi melalui kantor BPJS, situs web, atau aplikasi Mobile JKN tanpa adanya pembayaran tambahan yang dilakukan di luar jalur resmi.
3) Ancaman Pemblokiran Kartu BPJS
Dalam beberapa kasus, penipu mencoba menekan korban dengan ancaman bahwa kartu BPJS mereka akan segera diblokir jika tidak segera melakukan pembayaran dalam waktu tertentu. Mereka menciptakan situasi panik agar korban tidak sempat berpikir jernih dan langsung mentransfer uang yang diminta.
4) Permintaan Data Pribadi
Pelaku tidak selalu meminta transfer uang secara langsung. Ada juga yang meminta informasi pribadi seperti nomor kartu BPJS, Nomor Induk Kependudukan (NIK), atau data rekening bank. Data ini dapat digunakan untuk berbagai tindak kejahatan, seperti pencurian identitas atau akses ilegal ke akun BPJS peserta.
2. Ciri-Ciri Penipuan Pembayaran BPJS Lewat Telepon
Agar tidak tertipu, kenali beberapa tanda bahwa panggilan yang Anda terima adalah upaya penipuan:
- Menggunakan nomor tidak resmi – BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah menghubungi peserta menggunakan nomor pribadi atau nomor yang tidak terdaftar secara resmi.
- Memaksa untuk segera membayar – Penipu sering memberikan batas waktu yang sangat singkat agar korban merasa panik dan langsung mentransfer uang tanpa berpikir panjang.
- Menyuruh transfer ke rekening pribadi – BPJS hanya menerima pembayaran melalui virtual account bank resmi, mobile banking, atau aplikasi e-commerce terpercaya. Jika diminta mengirim uang ke rekening pribadi, itu sudah jelas merupakan modus penipuan.
- Menyebutkan denda atau tunggakan yang tidak sesuai – Untuk memastikan keabsahan informasi tagihan, peserta bisa mengecek langsung melalui aplikasi Mobile JKN atau BPJSTKU.
- Mengancam pemblokiran layanan – BPJS tidak pernah memblokir layanan peserta hanya karena pembayaran tertunda dalam waktu singkat.
3. Cara Menghindari Penipuan Pembayaran BPJS
Agar terhindar dari penipuan, berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:
1) Selalu Cek Tagihan Melalui Sumber Resmi
Pastikan Anda hanya mendapatkan informasi terkait status kepesertaan dan tagihan BPJS melalui saluran resmi:
- BPJS Kesehatan: Aplikasi Mobile JKN, situs web resmi BPJS Kesehatan, atau WhatsApp resmi BPJS di nomor 0811-8750-400.
- BPJS Ketenagakerjaan: Aplikasi BPJSTKU atau situs web resmi BPJS Ketenagakerjaan.
2) Jangan Pernah Transfer ke Rekening Pribadi
BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah meminta pembayaran melalui rekening atas nama perorangan. Semua pembayaran hanya dapat dilakukan melalui kanal resmi seperti:
- Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN)
- Mobile banking dan e-wallet resmi (LinkAja, ShopeePay, GoPay, dll.)
- Marketplace terpercaya (Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya)
3) Jangan Bagikan Data Pribadi ke Pihak Tidak Dikenal
Jangan pernah memberikan informasi seperti nomor kartu BPJS, NIK, atau rekening bank kepada siapa pun yang menghubungi Anda melalui telepon. Jika mendapat permintaan semacam ini, segera tutup telepon dan laporkan ke pihak berwenang.
4) Laporkan Penipuan ke Pihak Berwenang
Jika Anda menerima panggilan mencurigakan atau sudah menjadi korban penipuan, segera laporkan ke:
- BPJS Kesehatan melalui call center 165 atau kantor cabang terdekat.
- Otoritas terkait seperti polisi atau OJK untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
Kesimpulan
Maraknya penipuan dengan modus pembayaran BPJS melalui telepon menjadi ancaman nyata bagi peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya terhadap panggilan yang meminta pembayaran atau data pribadi di luar jalur resmi.
Ingat, BPJS tidak pernah meminta pembayaran melalui telepon atau rekening pribadi. Jika Anda menerima panggilan yang mencurigakan, jangan panik, jangan langsung percaya, dan jangan pernah mentransfer uang sebelum melakukan verifikasi melalui sumber resmi.

















