[Hoaks] Kemensos Salurkan Bansos Melalui Telegram, Ini Bantahannya
Media sosial dipenuhi bermacam informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
Kita harus hati-hati dalam menerima informasi di media sosial karena banyak modus penipuan yang beredar.
Banyak unggahan yang diindikasi sebagai penipuan dengan modus memberikan penawaran menarik.
Ada juga yang mencatut instansi pemerintah. Beberapa waktu lalu, muncul unggahan dengan narasi yang menyatakan Kementerian Sosial menawarkan bantuan sosial.
Beredar sebuah unggahan foto di media sosial Facebook yang mengeklaim bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan aplikasi pesan Telegram dalam penyaluran bantuan sosial di Indonesia. Menurut narasi yang beredar di media sosial, bansos disalurkan kepada masyarakat yang menggunakan Telegram.
Disebutkan bahwa Kemensos bekerja sama dengan aplikasi pesan Telegram. Kabar itu dipastikan “HOAKS”.
Sebab, Kemensos tidak pernah menyalurkan bansos melalui aplikasi Telegram. Unggahan itu juga disertai tautan yang tidak mengarah ke situs resmi Kemensos.
Bahkan, tautan itu juga meminta data pribadi sehingga diindikasi sebagai aksi phishing.
Faktanya, klaim Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan aplikasi pesan Telegram dalam penyaluran bantuan sosial di Indonesia adalah tidak benar atau hoaks. Narasi tersebut berasal dari akun palsu dengan memasang logo Telegram sebagai gambar profil dan menggunakan nama “Telegram Indonesia”. Melalui situs resminya telegram.org, Telegram menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki akun Facebook.
![[Hoaks] Kemensos Salurkan Bansos Melalui Telegram, Ini Bantahannya](https://medanaktual.com/wp-content/uploads/2025/02/Screenshot-2025-02-26-103956.png)
















