Jalan Tol Siantar-Parapat Sumatera Utara, Bagaimana Kelajutannya?
Jalan Tol Siantar-Parapat di Sumatera Utara menjadi proyek yang sangat dinantikan oleh masyarakat, terutama sebagai akses utama menuju destinasi wisata populer Danau Toba dan kawasan Tapanuli secara umum.
Namun, banyak yang bertanya-tanya apakah pembangunan jalan tol ini akan tetap dilanjutkan atau mengalami hambatan.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumut, Dr. Faisal Arif Nasution SSos MSi, memberikan penjelasan terbaru terkait perkembangan proyek tol ini.
Awalnya, pembangunan Jalan Tol Siantar-Parapat direncanakan pada tahun 2023 dan akan dikerjakan oleh anak usaha BUMN konstruksi, Hutama Karya Waskita.
Proyek ini dirancang dengan panjang awal 50 km dan total anggaran mencapai Rp 20,6 triliun. Namun, pada tahun 2024 terjadi revisi rencana yang menyesuaikan panjang tol menjadi 40 km dengan biaya sekitar Rp 12 triliun.
Penyesuaian ini dilakukan agar anggaran lebih realistis dan mengakomodasi pembiayaan dari APBN dan investor.
Baca juga : Dapat Saldo DANA Gratis Rp102.000 Hari Ini? Begini Cara Klaim DANA Kaget-nya
Skema Pembiayaan dan Peran Investor dalam Proyek Tol Siantar-Parapat
Skema pembiayaan jalan tol ini melibatkan kombinasi dana APBN dan dana dari investor swasta. Pemerintah menargetkan pada tahun 2025 sebagai tahun fokus untuk memperjelas tindak lanjut pembangunan tol Siantar-Parapat di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara saat ini.
“Investor yang berminat akan diajak untuk menggarap konstruksi tol ini, sementara pengadaan lahan menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” jelas Faisal Arif dalam konferensi pers di Medan, Rabu (15/10/2025).
Namun, sampai awal 2025, Kementerian PUPR belum melakukan pengadaan lahan untuk ruas tol sepanjang 40 km tersebut, sehingga proses penawaran konstruksi kepada investor masih menunggu kelanjutan pengadaan lahan.
Timeline dan Harapan Pembangunan Tol Siantar-Parapat
Faisal menegaskan bahwa pembangunan Jalan Tol Siantar-Parapat tetap masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diharapkan dapat mulai konstruksi pada tahun 2026.
Revisi terbaru yang keluar pada tahun 2025 memperkuat posisi proyek ini dalam agenda infrastruktur nasional.
“Kami optimis proyek ini akan berjalan lancar dan kami berharap pengadaan lahan oleh Kementerian PUPR bisa direncanakan ulang pada 2026,” tambahnya.
Tol Siantar-Parapat Bagian dari Ruas Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat)
Tol Siantar-Parapat merupakan seksi 5 dan 6 dari ruas Tol Kutepat yang memiliki total panjang 143 km. Saat ini, pembangunan tol sudah rampung hingga wilayah Sinaksak dan akan segera dilanjutkan hingga Simpang Panei, Simalungun, yang berada pada tahap penyelesaian akhir.
Ruas tol Siantar-Parapat terdiri dari Seksi 5 (Siantar-Saribu Dolok) dan Seksi 6 (Saribu Dolok-Parapat), yang menjadi penghubung penting mempercepat mobilitas dan pariwisata di Sumatera Utara.
Kesimpulan
Proyek Jalan Tol Siantar-Parapat merupakan bagian vital dari pengembangan infrastruktur di Sumatera Utara yang mendukung percepatan akses ke Danau Toba dan kawasan Tapanuli.
Dengan anggaran yang disesuaikan dan keterlibatan investor, proyek ini diharapkan mulai konstruksi pada 2026.
Pantau terus update terbaru tentang proyek tol Danau Toba ini untuk informasi terkini seputar pembangunan tol di Sumatera Utara.
Follow Instagram Medanaktual: https://www.instagram.com/medan.aktual/

















