Kabar Baik! Penerima Bansos yang Diblokir Kini Diaktifkan Lagi oleh Mensos
Kabar Baik! Penerima Bansos yang Diblokir Kini Diaktifkan Lagi oleh Mensos. Kementerian Sosial (Kemensos) akan memastikan kembali penerima bantuan sosial (bansos) yang sebelumnya dicabut akibat terlibat dalam perjudian online. Proses reaktivasi ini diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masih dianggap memerlukan bantuan.
“Hal ini berdasarkan instruksi dari Presiden, mereka diberi kesempatan lagi. Mereka akan melakukan reaktivasi dengan mengunjungi desa atau melalui aplikasi Siks-NG,” kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Gus Ipul menegaskan bahwa kesempatan ini hanya tersedia satu kali. Penerima bansos perlu memastikan bahwa mereka tidak akan kembali terlibat dalam perjudian online. “Jika mereka benar-benar memerlukan bansos, mereka masih diberi kesempatan sekali lagi,” ungkap Gus Ipul.
Kebijakan reaktivasi ini merupakan bagian dari tiga program utama Kemensos. Ketiga program tersebut terdiri dari perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan sosial.
“Agar kita dapat bergerak dengan baik, sesuai arahan Presiden, kita perlu mulai dengan pengumpulan data yang konsolidasi. Oleh karena itu, Presiden mengeluarkan Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Sebelumnya, Indonesia tidak pernah memiliki data yang terintegrasi,” jelas Gus Ipul di Tangerang, pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Data yang dimaksud adalah integrasi data untuk tugas sosial dan ekonomi nasional. Data ini kini dikelola secara terpusat oleh Badan Pusat Statistik (BPS). “Dulu Kementerian Sosial mengelola data secara terpisah, menyalurkan sendiri, dan mengevaluasi sendiri. Sekarang tidak bisa demikian, data diambil dari BPS, setelah itu Kementerian Sosial yang menyalurkan, dan akan dievaluasi setiap tahun,” terang Gus Ipul.
Kebijakan Satu Data merupakan inisiatif strategis dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk menyamakan semua mentri, lembaga, dan pemerintah daerah menggunakan basis data yang sama.
“Karena jika datanya seragam, intervensinya akan terintegrasi, maka hasilnya bisa lebih efektif. Sebelumnya, karena data dikelola sendiri-sendiri, muncul ego sektoral yang cukup menonjol. Saat ini, ego sektoral sedang diminimalisir melalui langkah-langkah strategis dari Pak Presiden,” kata Gus Ipul.
Integrasi data ini bertujuan untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran. Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat diukur lebih baik. Gus Ipul juga menekankan perhatian khusus dari Presiden Prabowo terhadap masyarakat yang berada di lapisan bawah. Kebijakan fiskal pemerintah diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial.
“Saya sampaikan bahwa Pak Presiden menunjukkan perhatian yang besar kepada masyarakat, terutama yang berada dalam kelompok paling bawah. Mereka yang di atas, seperti pengusaha besar, diajak untuk berkolaborasi. Yang berada di tengah difasilitasi, dan yang di bawah dilindungi. Untuk kelompok yang lebih rendah, Presiden terus menambah bantuan, bukan mengurangi,” jelas Gus Ipul.
Sebagai bentuk komitmen, alokasi anggaran Kemensos pada tahun 2025 meningkat secara signifikan. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk 20 juta KPM. “Ini mungkin yang terbesar dalam sejarah. Karena Presiden ingin benar-benar membantu mereka yang memerlukan melalui program perlindungan sosial. Presiden tidak ingin berhenti hanya dengan memberikan bantuan sosial,” tutup Gus Ipul.
Sumber : https://www.metrotvnews.com/read/kewCMq20-mensos-reaktivasi-penerima-bansos-yang-sempat-diblokir
















