Kapal Terbalik Di Danau Toba Akibat Kelebihan Muatan
Medanaktual – Kapal Penumpang KM Sinar Bangun yang terbalik di perairan Danau Toba senin (18/6) sore tadi diduga akibat kelebihan muatan selain itu juga cuaca buruk dan human error.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir Mahler Tamba.
“Kapal kelebihan muatan, akibatnya tali kemudi lepas. Ditambah lagi cuaca buruk angin kencang membuat kapal oleng dan terbalik”, ujar Mahler Tamba.
Saat berita ini ditulis, korban tewas berjumlah 1 orang. 18 orang penumpang selamat dan identitasnya sudah diketahui, sementara itu sebanyak 39 orang masih dinyatakan hilang.
Salah satu korban bernama Santika (20) yang sedang mengandung mengalami trauma karena suaminya belum ditemukan.
Menurut keterangan salah satu penumpang yang selamat, kapal tersebut sudah berjalan selama 30 menit sebelum akhirnya oleng dan terbalik.
Saat ini korban yang diselamatkan kapal yang melintas dibawa ke Puskesmas Sipintuangin. Sedangkan untuk korban lainnya masih dalam pencarian Tim Gabungan Basarnas, Marinir, dan Kepolisian
Sebelumnya diberitakan Kapal penumpang KM Sinar Bangun yang diperkirakan membawa sekitar 80 penumpang tujuan Simanindo – Tigaras dikabarkan terbalik diperairan danau toba, Senin (18/6).
Informasi yang diterima dari warga mengatakan, kapal tersebut berangkat pada pukul 17.00 WIB.
Menurut perkiraan, kapal masih berada di kawasan perairan sekitar Pulau Tao, Simanindo, Danau Toba.
















