Sergai| Usai melaksanakan penanaman Manggrove di Sei Nipah,Kapoldasu Irjen Pol Drs. Agus Andrianto dan rombongan serta dipandu oleh Bupati Sergai H.Soekirman,Kapolres Sergai AKBP H.Juliarman Pasaribu dan Kajari Sergai langsung menuju aula Sultan Serdang komplek kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Senin (15/10).
Ternyata,ratusan ASN dipimpin Wabup Sergai H.Darma Wijaya,para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kakan Kemenag Sergai, para Camat,Tenaga Penyuluh,Tenaga Kesehatan,Tenaga Kependidikan dan Kepala Desa se-Kabupaten Sergai sudah menanti kehadiran perdana Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto ke Tanah Bertuah Negeri Beradat.
Bupati H.Soekirman “yang mengawal” Kapoldasu dan rombongan sejak dari Sei Nipah dalam dalam paparannya mengatakan,potensi tenaga ASN dari seluruh dinas yang ada di jajaran pemkab Sergai sebanyak 7.000 orang ditopang oleh 3.000 Tenaga Honorer,guna menunjang roda pemerintahan di Sergai ditambah 243 Kepala Desa dari 17 kecamatan,jelas Soekirman.
Saat ini musim tanam dan Pertamina mengalokasikan 7,3 liter BBM untuk sektor pertanian itupun jika terpenuhi,jika ada Petani yang membeli BBM dengan Jerigen diminta pihak Kepolisian untuk tidak menindaknya,sebab jauhnya jarak lokasi dengan SPBU yang ada.
Terkait viralnya isu kasus korupsi di Pemkab Sergai yang dilaporkan oleh salah seorang ASN,semuanya kita serahkan kepada proses hukum yang berlaku agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh,Masalah konflik perikanan dan kelautan tidak begitu bergejolak,demikian juga dengan konflik perkebunan yang memang ada namun tidak begitu bergejolak.
Pada tahun politik ini,kita sudah meminta masyarakat tetap bersatu sekalipun berbeda pilihan,dan itu wajar dialam demokrasi Indonesia,dan pada kesempatan ini kami meminta pihak Kepolisian 6 Ng yakni ngayomi (membimbing), kami minta polisi ngancani (menjadi teman) kemudian polisi juga bisa ngewangi (melindungi), lalu ngajeni (mengajarkan), dapat ngangenin (menumbuhkan rindu) serta yang terakhir ngimpeni (diimpikan). Jika hal tersebut dapat terpenuhi maka Polri akan semakin dicintai dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat,pungkas H.Soekirman.
Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto membuka biografinya sejak menjadi Perwira ( Letnan Dua) dari Akademi Kepolisian (d/h Akabri),hingga saat ini menjadi Jenderal Bintang Dua banyak bertugas di daerah Sumut.Bahkan dirinya juga mempersunting “putri” asal Sumut juga,dan Sumut sangat berkesan bagi saya,kata Kapoldasu.
Program 100 hari sejak menjabat Kapolda antara lain,penertiban pasar dan premanisme, reklame yang tidak membayar pajak,serta penertiban Pos Polisi yang didirikan tidak pada tempatnya.Semoga sebelum saya mengakhiri jabatan nantinya masih dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumut.
Kepada aparat Kepolisian mulai tingkat Polres hingga kebawah diperintahkan,agar melakukan survey 15 hal yang disukai dan 15 hal yang tidak disukai masyarakat, terkait pelayanan Polri. Setelah dapat, maka laksanakan apa yang disukai masyarakat, tinggalkan yang tidak disukai masyarakat,jelas Kapoldasu dengan gamblang.
“Nah masalah 7.000 ASN ini yang disampaikan pak Bupati,saya pesankan agar kita semua tidak mudah terbawa oleh berita hoax, atau bahkan terukur pada politik indentitas dan adu domba yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.Polda Sumut menyampaikan komitmennya dalam rangka menjaga kekondusifan daerah, dari persoalan semisal perbedaan tata cara beragama, provokasi serta pencegahan kriminal serta peredaran narkoba”,pesan Kapoldasu.
Tentang BBM untuk masyarakat petani,diminta kepada pihak pemerintah desa atau lurah, hendaknya memberikan bekal Surat Pengantar/Keterangan kepada yang bersangkutan,tujuannya agar memang BBM dapat tepat sasaran,bukan dimanfaatkan segelintir orang atau pihak saja. Hal ini sembari menunggu peningkatan produksi BBM dalam negeri sehingga kebutuhan masyarakat akan BBM dapat tercukupi dan ketahanan pangan kita menjadi kuat.Masalah konflik tanah agar aparat pemerintah mulai dari desa hingga kecamatan,dapat lebih berhati-hati dan teliti agar terhindar dari permasalahan hukum. Jika permasalahan dapat diselesaikan dengan baik-baik, maka selesaikanlah, karena paradigma menghukum orang dan memasukkan kedalam penjara bagi kami bukanlah sebuah tujuan.
Tentang 6 Ng harapan Bupati dan masyarakat,saya tekankan dan yakini bahwa jika 15 hal yang disukai masyarakat sesuai perintah saya kepada jajaran kepolisian Sumut, dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, maka 6 Ng tersebut akan dapat terpenuhi,jelas Kapoldasu.
Kapoldasu juga memberikan nomor pribadinya kepada masyarakat yang komplain terhadap pelayanan Kepolisian Sumut. “Silahkan sampaikan komplain tersebut di nomor 082165469213, semoga saya dapat membantu masyarakat sekalian”, pungkas Kapolda.
Acara diisi dengan dialog dan tanya jawab dengan Kapolda Sumut terkait hukum dan konsekwensinya bagi masyarakat.-(aneb)

















