Kartu ATM Bank Syariah Tertelan? Begini Cara Mengurusnya dengan Mudah
Kartu ATM Bank Syariah yang tertelan di mesin memang sering membuat panik, apalagi jika kejadiannya terjadi di luar jam operasional bank atau di lokasi yang jauh dari cabang.
Namun, sebenarnya proses mengurus kartu ATM yang tertelan bisa dilakukan dengan mudah jika kamu tahu langkah yang tepat, dan tentunya jangan memberikan apapun kepada orang yang tidak dikenal.
Sebagai nasabah bank syariah, penting untuk tetap tenang dan segera mengambil tindakan agar rekening tetap aman dan kartu bisa segera diganti.
Langkah Cepat Saat Kartu ATM Bank Syariah Tertelan
Begitu kartu ATM tertelan oleh mesin, jangan langsung meninggalkan lokasi. Catat dulu lokasi dan waktu kejadian serta bank pengelola mesin tersebut. Informasi ini akan dibutuhkan saat melapor ke pihak bank.
Segera hubungi call center resmi bank syariah tempat kamu menabung. Misalnya, untuk nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) bisa menghubungi BSI Call di 14040, sedangkan nasabah Bank Muamalat dapat menghubungi 1500016.
Petugas akan membantu memblokir kartu agar saldo kamu tetap aman dan tidak disalahgunakan. Jika kartu tertelan di mesin ATM milik bank lain, tetap laporkan kejadian tersebut ke bank penerbit kartu.
Setelah pemblokiran dilakukan, kamu bisa langsung menuju kantor cabang bank syariah terdekat untuk mengurus kartu pengganti. Prosesnya sederhana dan biasanya bisa selesai dalam waktu singkat.
Dokumen yang Perlu Dibawa Saat Mengurus Kartu Baru
Sebelum datang ke kantor cabang, siapkan beberapa dokumen berikut agar proses penggantian kartu berjalan lancar:
- KTP asli yang masih berlaku sebagai identitas resmi nasabah,
- Buku tabungan sesuai dengan rekening yang kartunya tertelan,
- Nomor laporan atau bukti pelaporan dari call center (jika sudah melapor sebelumnya),
- Kartu ATM lama, jika kartu tertelan di mesin milik bank sendiri dan bisa diambil kembali oleh petugas.
Setelah semua dokumen lengkap, petugas bank akan membantu kamu mengisi formulir penggantian kartu. Kartu baru biasanya langsung dicetak di tempat dan dapat digunakan kembali untuk transaksi di ATM, mesin EDC, maupun layanan digital.
Tips Agar Kartu ATM Tidak Tertelan Lagi
Untuk menghindari kejadian kartu ATM tertelan di masa depan, biasakan bertransaksi dengan hati-hati. Gunakan mesin ATM yang berada di lokasi resmi dan ramai, hindari mesin dengan layar rusak atau lampu yang mati.
Jangan menunda saat mengambil kartu setelah transaksi selesai karena mesin memiliki waktu otomatis untuk menarik kembali kartu yang tidak segera diambil.
Selain itu, manfaatkan layanan digital banking seperti mobile banking atau internet banking. Layanan ini tidak hanya memudahkan kamu bertransaksi tanpa harus ke ATM, tetapi juga lebih aman karena meminimalkan risiko kehilangan atau tertelannya kartu.
Dengan memanfaatkan teknologi perbankan syariah, kamu bisa tetap menjalankan transaksi secara efisien dan sesuai prinsip syariah.
Kesimpulan
Kartu ATM Bank Syariah yang tertelan memang bisa membuat khawatir, tetapi penyelesaiannya mudah jika dilakukan dengan langkah yang benar, jangan panik dan jangan memberikan apapun kepada orang yang tidak dikenal.
Segera hubungi call center untuk memblokir kartu, siapkan dokumen yang dibutuhkan, dan kunjungi kantor cabang untuk mendapatkan kartu baru, dan tentunya proses ini tidak akan lama apabila kita sudah melengkapinya.
Dengan berhati-hati saat bertransaksi dan memanfaatkan layanan digital, kamu bisa menghindari risiko kartu tertelan di kemudian hari.
Ingat, ketenangan dan ketepatan langkah adalah kunci agar masalah ini cepat teratasi dengan aman dan sesuai prinsip pelayanan syariah yang terpercaya.

















